top of page


Soetjipto Koesno - The Greatest Exchange
Catatan Khotbah: “The Greatest Exchange.” Ditulis ulang dari sharing Bp. Soetjipto Koesno, di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 3 Mei 2026. “Kemudian serdadu-serdadu membawa Yesus ke dalam istana, yaitu gedung pengadilan, dan memanggil seluruh pasukan berkumpul. Mereka mengenakan jubah ungu kepada-Nya, menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Kemudian mereka mulai memberi hormat kepada-Nya, katanya: “Salam, hai raja orang Yahudi!” Mereka


Andreas Rahardjo - Mazmur 46
Kita hidup di dalam dunia yang bising dan penuh dengan aktivitas. Banyak orang berpikir kalau kita hanya berdiam diri saja, maka kita akan dianggap tidak produktif. Tetapi dari Mazmur 46:11, kita dapat belajar untuk berdiam diri dan mengenal Tuhan lebih dalam. Apa maksudnya?
Pertama. Berdiam Diri bukanlah tanda kelemahan. Kedua. Berdiam Diri bukan berarti mengalami kemunduran, tetapi meningkat. Ketiga. Berdiam Diri adalah waktu mengalami kesembuhan dan pertumbuhan.


Oscar Surjadi - The Unshakeable (Yang Tidak Terguncangkan)
Ketika kita diizinkan mengalami berbagai guncangan, marilah belajar untuk melihat dengan memakai kacamata-Nya Tuhan. Di momen tersebut pasti tersedia berbagai kesempatan untuk Dia dapat menyatakan kemuliaan dan pemeliharaan-Nya yang setia di hidup kita. Bahkan ketika hati terasa gundah dan tidak tahu lagi ke mana kaki kita harus melangkah..
Yakinlah bahwa Kristus sudah memiliki kuasa Imanuel, yang setia menyertai hidup kita.


Agus Lianto - Kemenangan Terbesar
Salib Kristus dan kebangkitan-Nya adalah karya sempurna serta memberi kemenangan terbesar di hidup kita. Tetapi, bagaimana realitasnya? Kemenangan seperti apa yang kita dapatkan?
Pertama. Hidup tidak dikuasai dosa, yang membuat kita bebas untuk melakukan dan menjadi yang terbaik, serta dimampukan untuk hidup mulia seperti Kristus.
Kedua. Hidup dalam damai sejahtera: Kita telah berdamai dengan Allah, dan Kristus telah mengalahkan kematian.


Andreas Rahardjo - Kemenangan Terbesar: Untuk apa Yesus Mati di Salib?
Untuk apa Yesus Kristus mati di atas kayu salib?
Pertama. Untuk menunjukkan betapa besarnya kasih Tuhan pada orang berdosa. Kedua. Untuk memberi dasar bagi pembenaran kita. Ketiga. Untuk memampukan kita hidup bagi Kristus, dan bukan untuk diri kita sendiri. Keempat. Untuk menciptakan suatu umat yang rajin melakukan kebaikan. Kelima. Untuk menyelamatkan kita dari zaman yang jahat. Keenam. Untuk menyelamatkan kita dari penghakiman akhir.
Sermon Notes


Andreas Rahardjo - Hati Yang Memberi
Setiap orang percaya perlu mengetahui tentang keuangan. Saat ini banyak orang yang merasa tabu untuk membicarakannya di gereja.
Read it online
bottom of page




