Andreas Rahardjo - Kemenangan Terbesar: Untuk apa Yesus Mati di Salib?
- 4 Apr
- 7 menit membaca
Catatan Khotbah: āKemenangan Terbesar: Untuk apa Yesus Mati di Salib?ā
Ditulis ulang dari sharing Bp. Pdt. Andreas Rahardjo di Ibadah Jumat Agung di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 3 April 2026.
Salib Kristus adalah berita terpenting di dalam hidup gereja Tuhan, sebab kematian-Nya telah membawa dan memulihkan berbagai macam dimensi di dalam kehidupan kita.
John Piper pernah mengatakan,
āHidup menjadi percuma dan sia-sia bila kita tidak dapat memahami kemuliaan dari Salib Kristus, menghargainya sebagai harta yang paling berharga, dan berpegang teguh padanya sebagai harga tertinggi dari setiap kesenangan dan kenyamanan terdalam di setiap kepedihan. Apa yang dulunya merupakan kebodohan bagi kitaāTuhan yang tersalibāharus menjadi hikmat dan kekuatan, satu-satunya kebanggaan selama kita hidup di dalam dunia ini.ā
Salib Kristus adalah pusat dari pemberitaan firman Tuhan, dan apakah yang dapat kita pelajari bersama agar salib-Nya dapat membawa kemenangan yang besar di dalam hidup kita?
Pertama. Untuk menunjukkan betapa besarnya kasih Tuhan pada orang berdosa.
āAkan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.ā (Roma 5:8).
Setiap orang yang berbuat dosa, hidupnya cenderung menjauh dari Allah. Sama seperti Adam dan Hawa pada saat pertama kali jatuh di dalam dosa, mereka langsung bersembunyi dari Allah. Namun kematian Kristus di atas salib menunjukkan bahwa Tuhan sangat mengasihi setiap kita.
Karena itu apa pun dosa yang telah kita lakukan pada hari-hari ini, hati Tuhan tertuju kepada kita, menunggu kita untuk mau datang kepada-Nya agar Dia dapat mengampuni dan memulihkan hidup kita. Karena itu jangan biarkan Iblis terus-menerus menyiksa diri kita dengan berbagai tuduhan dan perasaan bersalah. Ambillah keputusan pada hari ini juga untuk segera datang kepada Tuhan, dan mendapat pengampunan serta kebebasan dari segala ikatan dosa yang mengikat selama ini.
Kita bersalah di dalam banyak hal, dan kalau ada yang hati nuraninya masih dikejar oleh karena perbuatan dosa.. marilah datang pada Tuhan untuk menerima pengampunan dosa, bertobat, dan meninggalkan perbuatan dosa tersebut.
Kedua. Untuk memberi dasar bagi pembenaran kita.
ādan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.ā (Roma 3:24).
Tuhan tidak hanya mengampuni orang yang datang kepada-Nya, tetapi Ia juga membenarkan hidup orang tersebut. Pengampunan adalah seperti seseorang yang dihapuskan hutangnya, tetapi pembenaran adalah seperti seorang yang diangkat menjadi anak. Semua dosa di masa lalunya dilupakan dan ia dinyatakan sebagai orang benar, serta menerima jati diri yang baru. Seseorang yang dibenarkan tidak lagi dipandang sebagai bekas pendosa, karena dirinya adalah ciptaan baru yang berhak untuk mendekat ke hadirat Allah dan menerima berkat sebagai anak-anakNya.
Saat kita datang untuk meminta ampun atas segala dosa, ketahuilah bahwa Tuhan tidak hanya mengampuni tetapi Dia juga membenarkan dan mengangkat kita sebagai anak-Nya. Terimalah pembenaran ini dengan iman dan hiduplah sebagai anak-anak Allah. Marilah kita berdoa agar kuasa pembenaran ini bekerja di dalam hidup kita.
Ketiga. Untuk memampukan kita hidup bagi Kristus, dan bukan untuk diri sendiri.
āDan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.ā (2 Korintus 5:15).
Sebagai anak Allah yang telah dibenarkan, hidup kita memiliki arah yang baru. Kalau sebelumnya kita adalah orang yang selalu condong untuk berbuat dosa, sekarang kita hidup sepenuhnya bagi Kristus. Hidup untuk diri sendiri adalah kehidupan yang sangat membosankan dan dipenuhi dengan hawa nafsu. Sebaliknya hidup bagi Kristus membawa kita pada hidup yang sangat berarti, penuh dengan kehormatan dan kemuliaan.
Oleh karena itu dengan memandang pada pengorbanan Kristus di atas salib, ambillah keputusan pada hari ini juga untuk mau hidup sepenuhnya bagi Kristus. Arahkanlah segenap potensi dan kekuatan, waktu dan pemikiran, serta perkataan dan perbuatan kita semuanya untuk menghormati dan memuliakan nama Tuhan di dalam kehidupan sehari-hari. Marilah berdoa agar hidup kita benar-benar memuliakan Dia.
Keempat. Untuk menciptakan suatu umat yang rajin melakukan kebaikan.
āyang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.ā (Titus 2:14).
Salah satu wujud kehidupan yang memuliakan Tuhan adalah dengan selalu berbuat baik tanpa kenal lelah. Kita sudah diampuni, dibenarkan dan dikuduskan agar kita dimampukan untuk dapat menyatakan kebaikan Tuhan pada orang lain. Apa pun kondisi kita hari-hari ini, selalu carilah kesempatan untuk dapat berbuat baik pada setiap orang, khususnya pada orang-orang yang ada di sekitar. Kita tidak perlu menunggu waktu tertentu untuk berbuat baik. Di dalam hidup kita, selalu taburkan perbuatan baik, maka pada suatu kali nanti kita akan menuai hasil yang baik juga.
Saat ini juga buatlah rencana untuk berbuat baik pada seseorang yang kita kenal, dan lakukan rencana tersebut sesegera mungkin. Marilah berdoa agar perbuatan baik kita benar-benar dapat menyentuh hati orang tersebut.
Pada suatu hari Ibunda dari Bp. Pdt. Andreas memberikan pesan bijaknya,
āSebagai seorang hamba Tuhan kamu harus terus berbuat baik. Di dalam perjalanan, nantinya kamu pasti akan bertemu dengan banyak orang yang menjengkelkan. Tetapi putuskan untuk tetap berbuat yang baik dan terbaik, sampai Tuhan memanggilmu pulang ke rumah-Nya. Karena kalau selama ini kamu sudah berbuat baik, terus ada yang menjengkelkan dan membuat kamu pada akhirnya berhenti untuk berbuat baik.. maka hal itu nantinya akan menghapus semua perbuatan baik yang selama ini sudah kamu lakukan.ā
Reinhard Bonnke, yang dijuluki Ev. Billy Graham dari Afrika, sering menekankan bahwa Salib Kristus adalah solusi atas semua masalah, termasuk masalah terbesar yang dihadapi manusia yaitu dosa dan juga pemisahan dari Allah. Masalah dosa sudah diselesaikan Yesus di atas kayu salib, dan kita sudah tidak lagi menerima hukuman kekal karena Dia sudah menebus dosa-dosa kita.
Pada suatu hari Bp. Pdt. Andreas ditelepon oleh suami dan istri yang berusia kurang lebih 70 tahun, dan mengajaknya makan malam di sebuah restoran. Istrinya bercerita kalau dia dan suaminya mau berpisah karena masalah sederhana yakni, istrinya suatu hari membaca ada teman perempuan SMA suaminya yang menulis whatsApp di hp suaminya, dengan perkataan kurang baik.
Sang suami sudah mengatakan berkali-kali bahwa dirinya tidak menggubris isi dari pesan tersebut, tetapi istrinya terus menuduh bahwa ada sesuatu yang disembunyikan oleh suaminya.
Pdt. Andreas telah mengenal suami dan istri ini dengan baik, termasuk masa lalu mereka yang kurang baik. Melaluinya Pdt. Andreas diingatkan ayat firman Tuhan yang mengatakan,
āKarena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.ā (Roma 3:23-24).
Lalu Tuhan memberi hikmat pada Pdt. Andreas untuk mengatakan sesuatu pada pasangan yang sudah menikah selama 40 tahun ini,
āAku tahu bahwa masa lalu kalian berdua tidaklah baik, tetapi mengapa kalian berdua memutuskan untuk tetap menikah? Karena kalian berdua memutuskan untuk tidak lagi melihat masa lalu, tetapi melihat Salib Kristus. Kalian berdua percaya bahwa di dalam Kristus, yang lama sudah berlalu dan di dalam Dia, kita semua adalah ciptaan yang baru (2 Korintus 5:17). Melalui Kristus kalian berdua percaya akan selalu dimampukan untuk menjadi suami dan istri yang baik, serta juga dimampukan untuk dapat melahirkan anak-anak yang mencintai dan melayani Tuhan.
Hanya karena adanya satu pesan whatsapp yang tidak jelas, mengapa kalian berdua memutuskan untuk tidak lagi melihat Salib Kristus?ā
Tak lama kemudian istrinya berkata,
āKasus ditutup!ā
Dan mereka melanjutkan makan malam.
Melaluinya kita dapat belajar bahwa yang namanya orang hidup pasti memiliki masalahnya tersendiri. Tetapi jangan pernah lupakan untuk selalu memandang Salib Kristus, karena di sana ada anugerah-Nya yang selalu memampukan setiap kita untuk dapat berbuat baik bagi sesama.
Kelima. Untuk menyelamatkan kita dari zaman yang jahat ini.
āyang telah menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini, menurut kehendak Allah dan Bapa kita.ā (Galatia 1:4).
Salah satu tantangan terbesar bagi kita untuk terus memuliakan Tuhan dengan berbuat baik adalah arus zaman yang bersifat jahat, pada hari-hari ini. Kita hidup di tengah kejahatan yang sangat menyakitkan. Seseorang yang kita tolong mungkin saja bisa menusuk dari belakang, dan orang yang paling kita kasihi bisa saja menyakiti kita tanpa diduga. Kita yang dilukai kemudian menjadi marah dan ingin membalas dengan yang jahat, karena kejahatan memang bersifat menular. Tetapi bila kita memandang Kristus yang disalibkan, kita akan melihat satu Pribadi yang sama sekali tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.
Begitu banyak kejahatan yang harus Kristus tanggung, tetapi semua itu sama sekali tidak mempengaruhi hati nurani-Nya. Dia malah berdoa untuk orang-orang yang sudah menganiaya Diri-Nya. Karena itu bila pada hari-hari ini hati kita sedang dipenuhi kemarahan dan ingin membalas seseorang, pandanglah salib Kristus dan mintalah agar Dia melepaskan kita dari pengaruh kejahatan. Marilah kita berdoa agar Allah selalu melepaskan kita dari segala yang jahat.
Watchman Nee dalam bukunya āThe Normal Christian Lifeā sering menekankan bahwa keselamatan bukan hanya peristiwa sekali jadi, melainkan mencakup tiga dimensi utuh:
Masa Lalu: Kita percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, hidup kita sudah ditebus dari dosa dan diselamatkan.
Masa Kini: Hari-hari ini kita sedang hidup di dalam dunia yang sudah jatuh di dalam dosa, yang di mana perbuatan mereka semakin jahat. Tetapi kasih karunia-Nya selalu menguduskan hidup kita, memampukan untuk hidup dalam kekudusan, dan tidak tercemar oleh apa yang dunia lakukan.
Masa Depan: Pada akhirnya setiap kita diselamatkan pada saat meninggalkan tubuh jasmani yang fana dan mengenakan tubuh baru, yang dipenuhi dengan kemuliaan-Nya.
Keenam. Untuk menyelamatkan kita dari penghakiman akhir.
ādemikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.ā (Ibrani 9:28).
Setiap perbuatan yang dilakukan seseorang selalu akan dipertanggungjawabkan di Hari Penghakiman. Tidak ada seorangpun yang akan terlewatkan di hari tersebut. Tetapi bagi kita yang diselamatkan oleh karya Salib Kristus dan terus bertekun dalam perbuatan baik, maka Hari Penghakiman Akhir merupakan puncak keselamatan yang telah kita nanti-nantikan. Di Hari Penghakiman itulah kita akan menerima anugerah keselamatan secara penuh dari Tuhan dan Juruselamat kita. Semua janji Tuhan akan digenapi secara utuh pada hari itu.
Karena itu marilah kita memutuskan pada hari ini juga untuk percaya penuh kepada Kristus agar hidup kita diampuni, dibenarkan, dan terus dimampukan oleh anugerah-Nya untuk kita dapat hidup bagi-Nya. Jika kita tetap rajin berbuat baik dan tidak terpengaruh oleh arus zaman yang jahat ini, maka Hari Penghakiman Akhir adalah hari kemenangan terbesar bagi kita semua.
Marilah berdoa agar kita semua dapat mengalami kemenangan yang besar ini.
Untuk apa Yesus Kristus mati di atas kayu salib?
Pertama. Untuk menunjukkan betapa besarnya kasih Tuhan pada orang berdosa.
Kedua. Untuk memberi dasar bagi pembenaran kita orang-orang yang berdosa, yang sudah diampuni oleh karya salib-Nya dan berhak menerima janji-janjiNya.
Ketiga. Untuk memampukan setiap kita hidup bagi Kristus, dan bukan untuk diri kita sendiri.
Keempat. Untuk menciptakan suatu umat yang tetap rajin melakukan kebaikan. Gereja MDC hadir agar kita dapat menjadi berkat dan terang Kristus bagi orang-orang yang membutuhkan pertolongan-Nya, dan tetap setia untuk melakukan perbuatan baik.
Kelima. Untuk menyelamatkan kita dari zaman yang jahat ini. Keenam. Untuk menyelamatkan kita dari penghakiman akhir.
Amin. Tuhan Yesus memberkati..




Komentar