top of page

Andreas Rahardjo - Memenangkan Peperangan di dalam Pikiran

  • mdcsbysystem
  • 20 Jan
  • 11 menit membaca

Catatan Khotbah: ā€œMemenangkan Peperangan di dalam Pikiran.ā€ Ditulis ulang dari sharing Bp. Pdt. Andreas Rahardjo di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 4 Januari 2026.


Mengapa memenangkan peperangan di dalam pikiran merupakan hal yang sangat penting?

Karena kualitas dari apa yang kita pikirkan nantinya akan menentukan bagaimana kualitas dari hidup kita. Selain itu kita juga tidak akan dapat memiliki dan menjalani kehidupan yang positif, bila apa yang ada di dalam pikiran kita selama ini isinya negatif semua. Bahkan lebih jauh dapat dikatakan kalau setiap pergumulan yang sedang dihadapi, setting / pengaturannya itu selalu bermula dari dalam pikiran kita masing-masing.


Apa yang menjadi kehendak Tuhan bagi hidup kita?

ā€œSemoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.ā€ (1 Tesalonika 5:23).


Manusia terdiri dari roh (kebanyakan orang mengatakan bagian ini letaknya berada di dalam hati), jiwa (terdapat pikiran, emosi / perasaan, dan kehendak), dan lalu tubuh jasmani kita.


Mengapa Paulus menulis bahwa Tuhan menginginkan agar ketiganya ini dapat terpelihara dengan sempurna dan tak bercacat?


Karena banyak orang percaya hidupnya terselamatkan, tetapi tidak terpulihkan. Dengan kata lain: Mereka selamat tetapi tidak utuh. Padahal Tuhan Yesus tidak hanya mampu untuk menyelamatkan, tetapi juga masih sanggup untuk memulihkan segala sesuatu. Semua hal yang sudah dirusak dosa, tetapi Dia masih jauh lebih besar dari kuasa dosa. Kasih setia-Nya masih jauh lebih besar dan sanggup memulihkan hidup manusia.


Firman Tuhan mengatakan,


ā€œJadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.ā€ (2 Korintus 5:17).

Mengapa hal ini penting adanya?


Karena hidup kita sedang dipersiapkan untuk menyambut kedatangan Sang Raja, dan kita semua orang percaya adalah mempelai Kristus.


Restorasi / pemulihan di bagian roh manusia hanya dapat dikerjakan oleh karya Kristus dari atas kayu salib. Ketika kita percaya, menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita, roh kita dipulihkan. Dengan kekuatan sendiri kita tidak akan dapat melakukannya, tetapi Tuhan Yesus sudah menyelesaikannya bagi setiap kita.


ā€œJanganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.ā€ (Roma 12:2).


Setiap dari kita memang sudah diselamatkan, tetapi jiwa kita sudah tercemar dengan berbagai hal yang berasal dari dalam dunia ini. Karena itulah proses pembaruan budi ini menjadi proses yang berjalan seumur hidup. Tuhan Yesus sudah selesai menyucikan roh kita sehingga hubungan kita bersama dengan Bapa di Surga dipulihkan, tetapi jiwa kita masih berproses dan terus mengalami peperangan yang harus dimenangkan.


ā€œKarena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.ā€ (Roma 12:1).


Pekerjaan Iblis yang pertama adalah berusaha sekeras mungkin untuk menjauhkan manusia dari karya keselamatan Tuhan Yesus yang sudah diselesaikan-Nya dari atas kayu salib-Nya. Sedangkan pekerjaan Iblis yang kedua adalah sekalipun orang itu sudah selamat, dia akan terus berusaha keras untuk menghancurkan jiwa umat percaya dan membuatnya tidak utuh.


Peperangan di dalam Pikiran.


ā€œJika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.ā€ (2 Korintus 4:3-4).


Pekerjaan Iblis di zaman ini adalah membuat sebanyak mungkin pikiran orang-orang untuk tidak dapat diterangi kemuliaan Kristus, dan masih dibutakan oleh berbagai ilah di zaman ini.


ā€œJanganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.ā€ (Filipi 4:6-7).


Sekalipun seseorang itu hidupnya sudah diselamatkan melalui karya Salib Kristus, Iblis tetap berusaha dengan sangat keras agar hidup mereka dipenuhi kekuatiran dan ketakutan, dan nantinya berujung menjadi depresi. Tetapi Tuhan ingin agar hidup kita dibebaskan dari semua serangan Iblis dengan menyatakan segala hal yang menjadi keinginan kita dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur, setiap dari kita dipenuhi dengan damai sejahtera-Nya.. sehingga kita nantinya dimampukan untuk dapat memenangkan peperangan yang ada di dalam pikiran.


Karena itulah bila kita tidak berhati-hati pada saat Iblis menanamkan berbagai hal negatif seperti kebencian, minder, kepahitan, pesimis, dsb.. maka hal ini dapat melekat dalam waktu yang lama.


Karena itu bisa saja seseorang mendapat jaminan Surga dan kehidupan kekal, tetapi bila tidak berhati-hati dalam menjaga apa yang berada di dalam pikirannya, maka hidupnya akan berujung dipenuhi dengan suasana neraka, justru pada saat dirinya masih hidup di dalam dunia.


Karena itu sekali lagi kita diingatkan,


Bagaimana kualitas pikiran kita, hal itulah yang akan menjadi kualitas di dalam hidup kita.

Pikiran kita adalah target serangan dari Iblis, karena tidak ada tindakan dosa yang tidak dimulai dari apa yang berasal dari dalam pikiran.


Bila hal ini terus dipelihara, maka akan menjadi imajinasi, dan bertumbuh menjadi perencanaan. Hidup kita bisa dipenuhi kemarahan dan kebencian, tetapi Tuhan ingin agar kita melepas semua ini.


Bagaimana caranya?


Memang ada orang-orang yang telah menyakiti hati kita selama ini, dan kita menganggap mereka tidak layak untuk menerima pengampunan. Kita merasa bahwa mereka jahatnya minta ampun.


Tetapi kebenarannya adalah,


ā€œHidup kita layak untuk mendapatkan sukacita, dipenuhi damai sejahtera dari Allah, dan menjalani kehidupan yang berkualitas.ā€


Tuhan akan memberikan pada kita hikmat, kasih, dan juga kekuatan untuk kita dapat mengatasi semuanya ini. Selain itu, mau jadi apa juga kalau kita menumpuk perasaan benci pada semua orang, dan nantinya kita sendiri yang malah jadi pahit?


Banyak orang yang konseling, sebenarnya perlu untuk diluruskan kembali jalan pikirannya. Karena ada orang-orang yang selama ini ditipu Iblis dengan memiliki sikap tidak percaya kalau Tuhan itu masih bisa memberkati dan memelihara hidupnya. Bahkan ada yang menganggap kalau hal ini adalah ā€œsalibā€ yang harus dipikul di sepanjang hidupnya.


Firman Tuhan mengingatkan kita,


ā€œPencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.ā€ (Yohanes 10:10).


Tuhan Yesus sudah menebus dosa dan menyelamatkan setiap kita. Dia ingin agar kita mendapat yang terbaik dari-Nya, dan menjalani kehidupan yang berbahagia, serta berkualitas.


Kalau kita memiliki kesalahan dalam berpikir, maka tindakan kita juga akan salah semuanya.


Contohnya. Ada seorang teman dari Pdt. Andreas yang istrinya terkena penyakit kanker ganas, dan dokter di rumah sakit sudah angkat tangan dalam menghadapinya. Lalu temannya Pdt. Andreas ini tiba-tiba teringat dan bercerita tentang mantannya pada saat kelas SMA dulu,


ā€œCoba kalau dulu menikah sama mantanku, mungkin sekarang tidak akan sesusah ini..ā€


Padahal istrinya sudah mau meninggal dunia terkena kanker, malah suaminya berpikir seperti ini. Pola pikir suaminya sudah kena, dan perlu untuk diluruskan kembali ke jalan yang benar.


Ada orang-orang yang menjalani hidup Kekristenan sudah bertahun-tahun, tetapi pola pikirnya selama ini telah berjalan dengan keliru. Dirinya merasa hidupnya sudah kotor dan tidak dapat dipakai Tuhan lagi karena dihancurkan oleh dosa.


Padahal firman Tuhan mengatakan,


ā€œMarilah, baiklah kita berperkara! firman TUHAN Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.ā€ (Yesaya 1:18).


ā€œTUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam. Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia; sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita. Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.ā€ (Mazmur 103:8-13).


Datanglah pada Tuhan, biarlah Dia kembali yang menyucikan dan membenarkan hidup kita menjadi orang-orang yang dilayakkan, untuk menjalani kehidupan yang luar biasa bersama Dia.


Jangan suka menghakimi orang-orang yang masih bergumul dengan dosanya, doakanlah mereka agar kasih anugerah Tuhan dapat melembutkan hati mereka untuk mau datang pada Dia dan meminta pengampunan serta pemulihan. Tuhan Yesus masih sanggup untuk menguduskan, membenarkan, dan memulihkan total hidup mereka.


Berhati-hatilah sebab sekalipun kita merasa bahwa hidup kita ini benar, tetapi bila kita merasa tinggi hati, tidak lagi berjaga-jaga dan menghakimi orang lain yang berdosa.. maka hidup kita bisa-bisa menjadi seorang yang berdosa. Malahan seorang yang berdosa, hidupnya nanti dapat dibenarkan dan dipulihkan total oleh-Nya.


Bagaimana Yudas mengkhianati Yesus?


Pertama. Mulai dari ide.


ā€œ..dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia.ā€ (Yohanes 13:2).
ā€œ..and the devil had already prompted Judas, the son of Simon Iscariot, to betray Jesus.ā€ (New International Version / NIV).

Kata prompted memiliki arti kalau Iblis awalnya hanya memberi saran dan ide pada Yudas untuk bertindak sesuatu. Iblis masih belum masuk di dalam hidupnya.


Kedua. Disetujui dan direncanakan.


ā€œKemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata: ā€œApa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?ā€ Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.ā€ (Matius 26:14-15).


Ide yang berasal dari Iblis ini lalu oleh Yudas disetujui dan menjadi perencanaan, dan hal ini pasti melalui proses yang tidak sebentar juga.


Ketiga. Pintu mulai terbuka lewat dosa yang disimpan.


ā€œHal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.ā€ (Yohanes 12:6).


Yudas sering mengambil uang yang disimpan di dalam kas, yang dipegangnya. Dosa-dosa kecil yang terus diremehkan, dilakukan, dan tidak dengan segera kita bereskan.. dapat menjadi pintu masuk bagi Iblis untuk masuk dan menguasai kita.


Keempat. Iblis masuk.


ā€œMaka masuklah Iblis ke dalam Yudas, yang bernama Iskariot, seorang dari kedua belas murid itu.ā€ (Lukas 22:3).

Kebenarannya, seorang Kristen hidupnya tidak dapat dikuasai Iblis. Tetapi kalau kita terus membuka celah di dalam hidup ini, maka Iblis pada akhirnya mendapat legal standing / tempat yang sah untuk dapat menguasai hidup kita. Dan hal ini bermula dari pikiran kita yang diberi saran / ide olehnya, lalu bertumbuh menjadi imajinasi.


Karena itu berhati-hatilah dengan setiap perkataan negatif yang berada di sekitar kita, karena hal itu dapat mencetak frame of mind / menjadi pola pikir. Semua bermula dari ide, dan bila kita tidak menolaknya, dapat menghancurkan diri kita.


Kalau kita bisa memenangkan peperangan di alam pikiran, maka kita bisa menang dalam kehidupan.


Bagaimana kita dapat menang?


Pertama. Pikiran kita harus diprogram ulang.


ā€œdan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.ā€ (Yohanes 8:32).

Yang bisa melepaskan kita hanyalah kebenaran firman Tuhan di dalam Alkitab, tidak ada kemenangan rohani di luar dari kebenaran firman-Nya. Karena itulah baca dan selalu renungkan kebenaran firman Tuhan. Ada Roh Allah yang dapat memberikan inspirasi dan juga penghiburan melalui kebenaran firman-Nya.


ā€œSegala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.ā€ (2 Timotius 3:16-17).


Tidak ada kemajuan dan kematangan rohani, bahkan iman yang timbul, tanpa kita membaca kebenaran firman Tuhan di dalam Alkitab.


ā€œJadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.ā€ (Roma 10:17).

Kedua. Melawan pikiran yang negatif.


ā€œKami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,ā€ (2 Korintus 10:5b).

Banyak orang pikirannya sudah menjadi negatif karena terpengaruh nilai-nilai yang ada di dalam dunia ini. Bahkan ada orang-orang tertentu yang memilih hal-hal negatif memenuhi pikirannya dengan tujuan agar ketika ada hal negatif yang terjadi, dirinya sudah tidak perlu terkejut lagi. Tetapi ketika ada hal positif yang terjadi, dirinya merasa biasa saja dan tidak ada yang merasa istimewa dengannya.


Melawan pikiran negatif seharusnya mudah tetapi berubah menjadi sulit karena kita suka meng-entertain / membuatnya menarik. Bahkan ada yang merasa pikiran negatif tersebut dapat menjadi hiburan di dalam akal dan pikirannya.


Dari saran / ide, lalu bertumbuh menjadi imajinasi.. bila hal ini tidak dengan segera kita kendalikan, maka dapat bertumbuh menjadi dosa.


Berhati-hatilah. Sebab tidak ada dosa yang tidak lahir dari pikiran negatif, yang Iblis berusaha tanamkan selama ini di dalam pikiran kita.


Kita semua tahu alegori ini,


ā€œKita tidak bisa melarang burung terbang di atas kepala kita, tetapi kita masih bisa melarangnya untuk membuat sarang di atas kepala kita.ā€

Sama seperti saran / ide dosa yang Iblis berusaha tanamkan di dalam pikiran. Kita memang tidak pernah bisa melarangnya, tetapi kita masih bisa memutuskan untuk tidak membiarkannya bertumbuh menjadi imajinasi di dalam pikiran.


Bagi orang-orang yang suka membaca buku cerita silat zaman dahulu, sensasinya pasti berbeda dengan kalau dibuat film. Dengan membaca cerita berbentuk teks narasi, bisa menimbulkan imajinasi yang bisa berkembang ke mana-mana.


Memang, tidak semua imajinasi buruk. Karena itu berhati-hatilah. Tetaplah mengendalikannya.


Ketiga. Memilih untuk berpikir yang baik.


ā€œJadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.ā€ (Filipi 4:8).


Selain kita menolak setiap saran / ide dari Iblis yang berusaha mendukakan hati Tuhan dan membuat kita menjauh dari-Nya, dari ayat di atas kita dapat belajar untuk memikirkan apa yang sudah diperkatakan firman Tuhan tersebut. Biarlah ayat di atas dapat meng-install / mengkalibrasi ulang pikiran kita agar dapat menjadi selaras, dan sesuai dengan kebenaran firman Tuhan.


Kita bisa menjadi seorang Kristen tahunan, tetapi pikiran kita bisa penuh dengan pikiran yang jahat. Berhati-hatilah dengan apa yang kita izinkan ada di dalam pikiran kita selama ini.


Keempat. Menjaga hati dan pikiran.


ā€œJagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.ā€ (Amsal 4:23).

Bagaimana kualitas hati dan pikiran kita, nantinya akan menjadi kualitas di dalam hidup kita.


Desember 1993, Pdt. Andreas Rahardjo dan GKPB MDC ditinggal oleh Pdt. Yeremia Rim karena beliau telah berpulang ke rumah Bapa di Surga. Pada saat itu Pdt. Andreas begitu berat beban yang ada di dalam pikirannya, karena sekarang dirinya harus menggantikan seseorang yang memiliki pengaruh besar dan merupakan orang pertama yang berkhotbah di depan ratusan ribu orang di Stadion Utama Senayan, Jakarta.


Bahkan tidak cukup dengan beratnya beban pikiran yang ada tersebut, ada yang malah ā€œmenubuatkanā€ bahwa gereja akan tutup dalam kurun waktu 6 bulan ke depan. Saat itu Pdt. Andreas usianya masih sangat muda, dan begitu banyak peperangan yang berkecamuk dengan hebat di pikirannya.


Tetapi Pdt. Andreas Rahardjo mengingat dan memegang kuat-kuat semua kebenaran firman Tuhan yang pernah dibacanya,


ā€œSebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.ā€ (Lukas 1:37).
Jawab Yesus: ā€œKatamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!ā€ (Markus 9:23).
ā€œKamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.ā€ (1 Yohanes 4:4).
ā€œDengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.ā€ (Mazmur 60:14).
ā€œSegala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.ā€ (Filipi 4:13).

Melalui semua ayat firman Tuhan itu, Pdt. Andreas dapat menyimpulkan bahwa diri kita dapat menjadi kuat selama ini bukan karena kuat dan hebatnya pengalaman kita, tetapi karena ada Tuhan yang menguatkan pikiran kita dengan kebenaran firman Tuhan yang ada di dalam Alkitab.


ā€œJadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.ā€ (Filipi 4:8).


Kemenangan di dalam pikiran kita akan membawa kemenangan di dalam hidup kita.


Di tahun 2026 ini kita mungkin sudah mendengar berbagai prediksi dan juga berita yang dapat menggoyahkan iman. Tetapi kalau kita menang di dalam pertempuran di pikiran, kita memutuskan untuk menjadi kuat karena firman-Nya yang menguatkan hidup kita.. maka kita akan melihat pertolongan-Nya dapat terjadi di hidup kita.


Tuhan masih belum pensiun untuk memberikan mukjizat terbaik-Nya di dalam hidup kita. Dia masih dapat memulihkan orang-orang yang menurut penilaian kita yang terbatas, sudah tidak dapat lagi dipulihkan. Dia adalah Allah yang masih sanggup untuk meneduhkan badai, bersama dengan-Nya kita akan melakukan banyak perkara luar biasa.


Milikilah keyakinan teguh mengenai hal ini.


ā€œOrang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: ā€œTempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.ā€ Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.ā€ (Mazmur 91:1-4).


Berbahagialah orang-orang yang selama ini menjadikan Tuhan sebagai tempat perlindungan dan kubu pertahanan. Kasih setia Tuhan yang nantinya akan terus menjadi perisai dan pagar tembok di dalam hidupnya.


ā€œBerbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.ā€ (Mazmur 1:1-3).


Biarlah pikiran kita yang selama ini telah berjalan keliru atau mungkin dipengaruhi berbagai nilai dunia, boleh diprogram dan dikalibrasi ulang. Biarlah Yesus menjadi satu-satunya Tuhan dan Raja, di dalam pikiran dan juga di dalam hidup kita.


Jangan takut dan gentar hati di dalam menjalani setiap musim di hidup, karena ada penyertaan dan kasih setia-Nya, di sepanjang hidup kita.


Amin. Tuhan Yesus memberkati..

Komentar


bottom of page