Andreas Rahardjo - Gereja yang Berdoa (Ibadah Doa Pagi Tutup Tahun)
- 4 Jan
- 5 menit membaca
Catatan Khotbah: āGereja yang Berdoa.ā Ditulis ulang dari sharing Bp. Pdt. Andreas Rahardjo di Ibadah Doa Pagi Tutup Tahun di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 27 Desember 2025.
Marilah kita datang dengan sikap bahwa doa pagi ini bukan hanya sekadar menjadi rutinitas kita bertemu untuk berdoa di setiap Sabtu pagi, bukan pula kita hanya sekadar berdoa menjelang tutup tahun.. tetapi hari ini adalah hari terpenting karena apa yang kita doakan nantinya dapat kita alami di tahun 2026. Pagi ini adalah waktu yang terbaik bagi kita untuk berdoa, dan juga dapat mengalami kuasa Tuhan dinyatakan di hidup kita.
Ketika umat Tuhan berdoa, izinkan dan selalu beri ruang bagi Dia untuk bekerja. Sebab hari ini adalah divine appointment / pertemuan Ilahi, di mana ada hadirat kudus-Nya dan Tuhan juga dapat bekerja dengan luar biasa di dalam hidup kita.
Waktu ini bukan hanya waktu yang berjalan secara kronos / secara rutinitas saja, tetapi juga waktu kairos / waktu terbaik-Nya Tuhan. Hari ini adalah waktu terbaik bagi setiap kita untuk merendahkan diri, mendengar, dan menaati suara-Nya.
Banyak orang hanya mengkhotbahkan secara tertulis saja, hanya sekadar berbagi info.. tetapi sudah tidak ada lagi kuasa Tuhan yang menyentuh dan mengubahkan hidup. Padahal setiap kata yang tertulis di dalam Alkitab memiliki roh yang radikal, yang dapat membongkar semua kehidupan yang tidak baik dan meluruskannya kembali agar dapat berjalan sesuai dengan kehendak-Nya.
Firman Tuhan mengatakan,
āSegala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.ā (2 Timotius 3:16-17).
Kalau kita punya roh kuat, maka apa yang kita katakan juga kuat. Itulah sebabnya doa sangat penting. Gereja dari luar bisa terlihat bagus, tetapi kalau tidak ada kehidupan doa, maka tidak akan ada artinya. Gereja bisa berhenti menjadi gereja, hanya sekadar menjadi klub sosial, bila doa sudah tidak lagi dipentingkan dan diprioritaskan.
Doa adalah napas dari gereja Tuhan, tidak ada yang dapat menggantikan doa. Bahkan termasuk berbagai program dan pembicara yang hebat, tidak akan pernah bisa menggantikan doa.
Rumah Doa Vs. Sarang Penyamun.
āAda tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.ā (Matius 21:13).
Bagi seorang penyamun, relationship / hubungan yang dibangun dengan sang pemilik rumah itu tidak penting. Sebab yang terpenting bagi dirinya hanyalah barang-barang yang hendak dicuri.
Bila jemaat Tuhan datang ke gereja hanya sekadar untuk menerima berkat-berkatNya saja, tetapi tidak ingin mengenal dengan karib siapa Pemberi berkat tersebut.. apa bedanya kita dengan penyamun?
Kalau Roh Tuhan menyelidiki gereja ini maka yang pertanyaannya adalah,
āApakah Dia akan mencatat gereja ini sudah menjadi rumah doa? Atau jangan-jangan, gereja kita hanya dicatat sebagai sarang penyamun?ā
Gereja bisa berhenti menjadi sebuah gereja, bila napas kehidupannya hilang, yakni tentang doa. Bahkan gereja bisa punah, bila gereja sudah kehilangan roh doa, dan jemaat-Nya sudah tidak mau lagi berdoa dan mengandalkan-Nya.
āDan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek. Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam. Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang. Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: āTuliskanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah ke telinga Yosua, bahwa Aku akan menghapuskan sama sekali ingatan kepada Amalek dari kolong langit.āā (Keluaran 17:11-14).
Bangsa Amalek adalah bangsa pertama yang dihadapi Israel, setelah mereka melihat bagaimana kuasa Allah dinyatakan melalui,
āTUHAN mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut. Berbaliklah segala air itu, lalu menutupi kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel itu ke laut; seorangpun tidak ada yang tinggal dari mereka.ā (Keluaran 14:27-28).
Bangsa Israel sama sekali tidak memiliki pengalaman perang, dan satu-satunya jalan, mereka harus mengandalkan Dia. Setelah Amalek dikalahkan, TUHAN menyuruh Musa untuk menulis semua yang terjadi di dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan bahwa, mereka dapat memenangkan perang tersebut bukan hanya dengan kekuatan manusia saja, tetapi ada tangan Tuhan yang bekerja luar biasa, melalui doa.
Spirit of Warrior.
Kita seharusnya mulai berkata,
āCukup!ā
Atas semua permasalahan yang selama ini mengalihkan dan menjauhkan kita dari Tuhan, mulai bangkit untuk berdoa, serta mengalami kuasa-Nya dinyatakan di dalam hidup. Mintalah pada Tuhan spirit of warrior / roh pejuang, yang tidak menyerah untuk berdoa sampai kehendak-Nya dinyatakan di atas muka bumi ini.
Tidak ada seorangpun yang tidak membutuhkan doa-doa kita. Ketika kita berdoa, ada sesuatu yang terjadi. Bahkan anak-anak kita pun juga boleh mengalami Pribadi Tuhan, dari doa yang selama ini dengan setia terus kita naikkan di hadapan-Nya.
Ketika kita berdoa, harapkan sesuatu dapat terjadi: Tuhan mengadakan berbagai terobosan dan bekerja dengan luar biasa. Anak-anak kita juga dilawat dan dibangkitkan dengan kuasa Roh Kudus.
āMengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada TUHAN dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan kepadamu jalan yang baik dan lurus.ā (1 Samuel 12:23).
Dari ayat di atas kita mendapat kebenaran,
āBerhenti berdoa adalah berdosa.ā
āJadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.ā (Yakobus 4:17).
Seharusnya ada banyak hal lebih baik yang dapat terjadi pada saat kita mulai menaikkan doa, tetapi karena kita tidak pernah berdoa, maka hal baik itu tidak pernah terjadi. Segala sesuatu bisa ditembus dengan doa, tidak ada yang dapat menghalangi kuasa doa dinyatakan di dalam hidup manusia.
George Müller berdoa selama lebih dari setengah abad untuk keselamatan sekelompok kecil pria.
Dia pernah menulis,
āPada November 1844, saya mulai berdoa untuk pertobatan lima orang. Saya berdoa setiap hari tanpa istirahat sekalipun, baik sakit maupun sehat, di darat atau di laut, dan apa pun tekanan atas janji saya ini, delapan belas bulan berlalu sebelum yang pertama dari lima orang itu bertobat. Saya bersyukur kepada Tuhan dan berdoa terus untuk yang lain. Lima tahun berlalu, dan kemudian yang kedua bertobat. Saya bersyukur kepada Tuhan untuk yang kedua, dan berdoa terus untuk tiga orang lainnya. Hari demi hari saya terus berdoa untuk mereka, dan enam tahun berlalu sebelum yang ketiga bertobat.
Saya bersyukur pada Tuhan untuk yang ketiga, dan berdoa untuk dua orang lagi. Tetapi kedua orang itu tetap tidak mau bertobat.
Seseorang yang telah diberi Allah dalam kekayaan kasih karunia-Nya, puluhan ribu jawaban doa dalam waktu dan hari yang sama telah dijawab ketika doa tersebut dipanjatkan.. telah berdoa hari ke hari selama hampir tiga puluh enam tahun, untuk pertobatan mereka. Namun, mereka tetap tidak mau bertobat. Namun saya tetap berharap hanya kepada Tuhan, berdoa dan mencari jawaban-Nya. Mereka memang belum bertobat, tetapi mereka akan bertobat.ā
Kedua laki-laki itu, anak dari teman masa muda Müller, masih belum bertobat ketika dia meninggal dunia pada tahun 1897, setelah berdoa setiap hari untuk keselamatan mereka selama kurun waktu hampir lima puluh dua tahun. Namun doanya dijawab, ketika kedua orang itu datang untuk beriman dalam Kristus, beberapa tahun setelah kematian pendoa syafaat besar itu.
Saat roh doa bangkit, maka ada hal-hal luar biasa yang dapat terjadi. Kita selalu membutuhkan kuasa Roh Kudus agar saat memasuki tahun 2026, kita dapat mengalami terobosan terbaik dari-Nya.
Tidak ada seseorang yang terlalu hebat untuk tidak berdoa. Yang sedang kekurangan finansial terus berdoa agar Tuhan memelihara tepat pada waktu-Nya, tetapi yang sedang berkelebihan juga harus lebih banyak berdoa supaya tetap rendah hati.
Kumpulkan dan doakan anak-anak kita agar mereka boleh bertumbuh menjadi anak-anak yang cinta Tuhan. Firman Tuhan berkata,
āBagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.ā (3 Yohanes 1:4).
Rumah Tuhan harus menjadi rumah doa, dan yang berdoa fokusnya tidak hanya pada masalah yang sedang dihadapinya saja, tetapi berfokuslah pada Tuhan. Melalui doa yang dinaikkan dengan tekun, setiap dari kita boleh mengalami mukjizat Tuhan yang terbaik, dan roh kita juga dibangkitkan.
āmereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.ā (Yesaya 56:7).
Amin. Tuhan Yesus memberkati..




Komentar