Oscar Surjadi - The Unshakeable (Yang Tidak Terguncangkan)
- 2 jam yang lalu
- 8 menit membaca
Catatan Khotbah: The Unshakeable (Yang Tidak Terguncangkan)
Ditulis ulang dari sharing Ps. Oscar Surjadi di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 12 April 2026.
Kalau sebuah negara berada dalam keadaan yang nyaman, tidak pernah ada goncangan seperti mengalami ancaman listrik dan air padam, serta jauh dari bencana alam.. maka survival mode / kondisi ketika tubuh dan pikiran secara otomatis fokus pada bertahan hidup saat menghadapi stres berat atau ancaman.. pasti rendah. Tetapi saat bencana alam atau ada sesuatu terjadi, bisa jadi mereka mengalami kebingungan dan tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya.
Tetapi negara yang mengalami berbagai goncangan, sering kali ditemukan bahwa mereka lebih berani dan kuat dalam menghadapinya. Mereka akan berusaha untuk membuat berbagai inovatif agar dapat menyesuaikan diri, serta survival mode mereka juga lebih terasah menghadapinya.
Di zaman akhir ini akan terjadi banyak goncangan, bahkan ada jokes yang mengatakan karena terlalu besar dan seringnya goncangan tersebut.. sampai membuat kita tidak merasa lagi, karena sudah kebal dalam menghadapi guncangannya.
Kita memang tidak tahu sampai kapan perang ini akan berakhir, yang di mana hal ini berdampak banyak dalam hidup manusia.. seperti banyak harga yang melonjak naik, semua barang serba mahal dan semakin susah untuk didapat.
Tetapi fiman Tuhan mengingatkan bahwa semua yang dapat diguncang di dalam dunia, akan diguncang. Hanya ada satu yang tidak dapat diguncang yakni Kerajaan Allah yang tidak dapat diintimidasi oleh apa pun di alam semesta ini.
Harga-harga bisa melonjak naik, banyak perang dapat terjadi.. tetapi semua itu tidak akan dapat mempengaruhi Allah dan Kerajaan-Nya. Rencana-Nya pasti digenapi sempurna dalam hidup kita.
Di minggu lalu seluruh dunia merayakan Paskah, dan kita semua mendapat kepastian dan kemenangan dari kebangkitan Kristus. Iman yang kita bangun selama ini tidaklah sia-sia. Ibadah dan penyembahan kita ditujukan pada Kristus yang tidak hanya mati di salib untuk menebus dosa umat manusia dan dikuburkan saja, tetapi Dia juga bangkit pada hari yang ketiga untuk mengalahkan maut dan kuasanya dalam hidup manusia.
Melalui semuanya itu, Kristus mau menyatakan bahwa kerajaan-Nya tidak dapat diguncang oleh apa yang terjadi di alam semesta ini.
Pelajaran dari Tsunami.
Gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004, atau yang lebih dikenal di Indonesia sebagai gempa bumi dan tsunami Aceh, adalah peristiwa gempa bumi megathrust yang terjadi pada hari Minggu, Tgl. 26 Desember 2004. Oleh kemurahan Tuhan, di tahun 2005 Ps. Oscar mendapat kesempatan untuk melihat langsung dampak yang ditinggalkan.
Tampak terlihat banyak korban berjatuhan, dan pada saat itu ada banyak utusan dari PBB dan juga ribuan sukarelawan dari berbagai negara yang membantu pemulihan Aceh pascabencana.
Menariknya pada saat Ps. Oscar berbincang bersama para ilmuwan, mereka datang ke tempat tersebut untuk mencari apakah ada penemuan yang baru.. sama seperti yang mereka lakukan pada saat terjadinya peristiwa gunung meletus, dsb.
Melaluinya Ps. Oscar belajar banyak hal..
Ketika kita melihat dan bahkan diizinkan untuk mengalami berbagai guncangan, marilah kita belajar untuk melihatnya dengan kacamata-Nya Tuhan. Di momen guncangan tersebut pasti ada berbagai kesempatan untuk menyatakan kemuliaan dan pemeliharaan Tuhan yang setia di hidup kita. Bahkan ketika hati terasa gundah dan tidak tahu lagi ke mana kaki kita harus melangkah..
Yakinlah bahwa Kristus sudah memiliki kuasa Imanuel untuk setia menyertai hidup kita.
Selain itu kalau di dalam dunia jasmani ini masih banyak hal yang belum kita temukan, apalagi di dalam dunia rohani. Karena itu kalau diizinkan terjadi guncangan di dalam hidup kita, mintalah hikmat dan pewahyuan dari Tuhan. Biarlah Dia memberi kita kekuatan, bukan ketakutan, sehingga kita mendapat kesempatan untuk belajar banyak hal mengenai kehendak Tuhan dan menjadi Terang-Nya bagi sesama yang membutuhkan-Nya.
āJadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.ā (Ibrani 12:28).
Di ayat di atas terdapat kata āmenurut caraā yang mengajar kita ada cara tertentu di mana kita dapat menjalani kehidupan yang berkenan kepada Tuhan, di dalam hormat dan takut akan Dia.
Kitab Ibrani ditulis pada orang-orang Yahudi yang dulunya mempercayai Yudaisme dan Hukum Taurat / Musa, tetapi kini mereka memutuskan untuk menjadi Yahudi Kristen mula-mula, dan terus percaya pada ajaran Yesus Kristusāmemeluk iman pada Yesus, karya keselamatan serta kebangkitan-Nya. Selain itu, keadaan orang Yahudi pada saat itu juga banyak dikejar dan bahkan dibunuh oleh kaisar Nero. Anggota keluarga mereka ditangkap, rumahnya disita, dan banyak terjadi penganiayaan yang ditujukan pada pengikut Kristus.
Sesungguhnya lebih mudah bagi orang Yahudi Kristen untuk kembali ke jalan yang lama pada ajaran Yudaisme dan Hukum Taurat / Musa. Karena itulah, kitab Ibrani ini ditulis untuk menguatkan iman dari orang Kristen mula-mula. Saat itu tidak sedikit dari mereka yang mengalami bimbang hati dan goyah iman karena tekanan yang besar untuk kembali pada kepercayaan yang lama.
Sang penulis dari kitab Ibrani juga mengagungkan Yesus yang jauh lebih baik dan berkuasa dari segala ciptaan alam semesta, lebih dari para malaikat, dan lebih dari segala persembahan ritual. Karena itulah penulis dari kitab ini menguatkan iman dari orang Yahudi Kristen mula-mula agar mereka tetap setia mengiring Kristus, hingga di garis akhir.
Firman Tuhan mengatakan,
āKarena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.ā (Roma 12:1-2).
Hebrews⬠ā12ā¬:ā28ā¬, NKJVā¬ā¬.
āTherefore, since we are receiving a kingdom which cannot be shaken, let us have grace, by which we may serve God acceptably with reverence and godly fear.ā (Hebrews⬠ā12ā¬:ā28ā¬, New King James Version / NKJVā¬ā¬).
Semua yang dapat diguncang di dunia, akan diguncangkan. Hanya ada satu yang tidak dapat diguncang yakni Kerajaan Allah yang tidak dapat diintimidasi oleh apa pun di alam semesta ini.
Di versi ayat di atas, ada beberapa kata yang dapat kita pelajari bersama.
Pertama. A Kingdom / Kerajaan, yang merujuk pada Kingdom of God / Kerajaan Allah.
Di Amerika sendiri, banyak orang Kristen sudah tidak dapat lagi mendefinisikan dengan spesifik tentang apa itu arti dari Kerajaan Allah. Sebagai anak-anak Tuhan, kita perlu berdoa untuk meminta hikmat dan pewahyuan tentang apa itu Kerajaan Allah, karena Dia sendiri ingin agar kita dapat memahami dan hidup di dalam kerajaan-Nya.
Kedua. Grace / Kasih Karunia.
Kita tidak akan bisa dapat untuk memahami Kerajaan Allah kalau kita tidak āmemakai jubahā dari kasih karunia-Nya.
āHal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.ā (Matius 13:44-46).
Kalau kita mengerti sedikit saja tentang Kerajaan Allah yang diwahyukan dan dirhemakan oleh Roh Kudus, maka kita akan menangkap kerajaan-Nya sebagai kerajaan yang tak tergoncangkan.
Ketiga. Serve God / Melayani Allah.
Ketika kita mendapat pewahyuan tentang Kerajaan Allah yang tak tergoncangkan, maka cara kita dalam menyembah dan melayani Tuhan pasti akan berbeda. Kita tidak akan melakukannya dengan sembarangan dan pasti memiliki kualitas.
Keempat. Reverence and Godly Fear / Sikap Hormat dan Takut akan Tuhan.
Familiarity Breeds Contempt / Familiaritas Melahirkan Sikap Meremehkan.
Familiaritas terhadap Tuhan dapat melahirkan sikap meremehkan, serta dapat membuat kita kehilangan kekaguman dan rasa hormat dalam menyembah Dia. Karena kita sudah menjadi terlalu terbiasa dengan Tuhan sehingga pada akhirnya kita kehilangan rasa hormat dan kagum terhadap Dia, serta mengarahkan hidup kita pada sikap mati rasa (desentisisasi).
LÄqah / Receiving / Menerima.
āJadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.ā (Ibrani 12:28).
Di dalam bahasa aslinya yakni bahasa Ibrani, kata āmenerimaā di ayat di atas berasal dari kata lÄqah yang ketika ditelusuri terdapat 96 kata yang keluar. Pastinya kata ini tidak hanya memiliki makna berdiam diri secara pasif, tetapi aktif dan agresif. Ada sesuatu yang membara di dalam hati karena telah melihat sesuatu yang luar biasa.
Pada suatu hari Ibunda dari Ps. Oscar meminta dirinya untuk melakukan pemberkatan pernikahan keponakannya. Ternyata setelah ditanya lebih jauh, keponakannya ini sudah lama tidak bergereja. Singkat cerita sebelum melakukan pemberkatan, Ps. Oscar lalu meminta keponakannya ini untuk mencari sebuah gereja agar dirinya dan pasangan dapat mengikuti bimbingan pranikah.
Pada saat hari-H, Ps. Oscar melakukan banyak peran di acara pemberkatan ini. Saat Ayah dari mempelai perempuan memasuki tempat pemberkatan tersebut.. dirinya melihat mempelai pria dengan aktif mendatangi Ayah dari mempelai perempuan. Dirinya mendatangi secara aktif, dengan percaya diri, dan tegas. Inilah lÄqah.
Saat menerima mempelai perempuan yang tak lama lagi akan menjadi istrinya yang sah, mempelai pria tersebut bisa jadi berkata di dalam hatinya..
āAku akan melindungi, membiayai semua kebutuhannya, dan mengasihi dia..ā
Jadi, lÄqah bukan hanya kita menerima secara pasif dan setelah itu tidak berbuat apa-apa.
Demikian pula hal yang sama pada saat Kerajaan Allah datang dan membakar hati kita. Respon kita tidak hanya berdiam diri secara pasif tetapi juga kita mau meresponinya dengan penuh tanggung jawab, memiliki visi atasnya, dan agresif.
Kata lÄqah sendiri bisa memiliki arti to receive / menerima, to own / memiliki, to catch / menangkap, to acquire / memperoleh, total surrender / penyerahan diri total, to be revealed / untuk diungkapkan, dan masih banyak arti lainnya..
Pada saat kita lÄqah, ada arti satu kata lagi yang keluar yakni kita mau memberi dengan sebuah kebanggaan. Waktu kita menerima laqah, ada pengorbanan yang digerakkan dari dalam hati, di mana kita merasa harus memberi sesuatu.
Pada suatu hari, putra dari Ps. Oscar hatinya tergerak untuk mengundang tim pujian dan penyembahan dari Elevation Church sebagai pengisi acara di Ibadah Jumat Agung di gereja Ps. Oscar. Karena biaya yang dibutuhkan cukup besar, Ps. Oscar sempat menolak pendapat putranya ini serta mengarahkan bahwa dana yang dikeluarkan sebenarnya bisa digunakan sebagai renovasi gedung gereja dan juga pendanaan misi.
Tetapi Roh Kudus berbisik di dalam hati Ps. Oscar dan memberi kesempatan buat putranya agar dapat belajar mendengar suara Tuhan serta menaatinya dengan iman. Ketika Ps. Oscar memberi kesempatan bagi putranya, Tuhan membuat mukjizat dengan mengurangi biaya yang dibutuhkan untuk mengundang tim Elevation Church tersebut, dan waktunya bisa pas diadakan di Ibadah Jumat Agung. Ibadah tersebut dihadiri sekitar 450 orang, yang di mana mereka semua mengalami jamahan Tuhan. Nama-Nya dipermuliakan.
Karya keselamatan yang dikerjakan Yesus di atas kayu salib terlalu mahal untuk disimpan bagi diri sendiri. Karena itu, kita tidak bisa berdiam diri saja. Yesus hidup. Dia bangkit dari kematian dan mengalahkan kuasa maut. Hal ini luar biasa.
Pada suatu hari Ps. Oscar memutuskan untuk pergi melayani dan memberitakan Injil Kristus di sebuah negara. Di kesempatan kali ini, Beliau pergi sendirian karena rekannya tidak dapat menemani diakibatkan tidak mendapat visa masuk.
Sesampainya di negara tersebut, jam sudah menunjukkan pukul 11.00 malam. Karena sebelumnya mengalami demam, di pesawat Beliau sempat meminum obat, yang di mana obat tersebut membuat tubuhnya berjalan agak gontai.
Lalu datanglah beberapa oknum petugas dari bandara yang mendatangi dan meminta paspornya. Lebih lanjut mereka bertanya apa maksud kedatangan Ps. Oscar, dirinya tinggal di mana, dan setelah itu meminta sejumlah uang yang cukup besar.. yang jumlahnya sangatlah tidak masuk di akal. Ps. Oscar sempat menjelaskan bahwa dirinya sudah beberapa kali mengunjungi negara tersebut, tetapi oknum petugas tetap kukuh memegang paspor dari Ps. Oscar dan meminta uang.
Di tengah keadaan yang serba tidak pasti, tiba-tiba ada warga lokal yang datang dan mengaku sebagai teman dari Ps. Oscar. Lebih lanjut warga lokal tersebut mengatakan bahwa kedatangan Ps. Oscar memang sudah lama dinanti. Padahal Ps. Oscar dan warga lokal tersebut sama-sama tidak mengenal, antara satu dengan lainnya.
Sesampainya di hotel, Ps. Oscar segera beristirahat. Besok paginya Ps. Oscar menelepon istrinya dan menceritakan bagaimana dirinya telah mendapat mukjizat pertolongan dari Tuhan secara ajaib.
Ketika kita berada di dalam Kerajaan Allah dan melakukan apa yang menjadi misi dan kehendak-Nya, maka pasti ada sesuatu yang terjadi. Apa yang menjadi kebutuhan kita, adalah tanggung jawab-Nya dan Dia pasti memelihara serta menyediakan sesuai dengan waktu-Nya yang terbaik. Kasih karunia-Nya selalu menyertai anak-anakNya.
Karena itulah kalau kita memahami makna lÄqah di dalam hidup, maka kita akan mengalami bagaimana Imanuel itu menyertai hidup kita dengan luar biasa. Kalau kita selalu terhubung dengan Kerajaan Allah, maka kita tidak akan mudah terguncang karena hati kita melekat pada-Nya.
Kalau kita menerima Kerajaan Allah di dalam hidup, maka kita akan memberi waktu, talenta, dan semua yang terbaik di dalam hidup kita untuk mendatangkan kemuliaan hanya bagi nama-Nya. Kita tidak hanya berdiam diri saja, dan membiarkan waktu berlalu tanpa kita berbuat apa-apa.
Biarlah lÄqah itu ada di dalam hidup kita dan membakar hati kita dari dalam. Kita akan selalu dimampukan untuk memberi dan melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan sebelumnya.
Karya kebangkitan Kristus telah memberikan lÄqah. Responilah kuasa kebangkitan-Nya.
Amin. Tuhan Yesus memberkati..





Komentar