Andreas Rahardjo - Loving Difficult People
- 5 hari yang lalu
- 11 menit membaca
Catatan Khotbah: āLoving Difficult People.ā
Ditulis ulang dari sharing Bp. Pdt. Andreas Rahardjo di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 22 Februari 2026.
Bagaimana caranya kita dapat mengasihi orang-orang yang di dalam bahasa Perancisnya memiliki kata lain, mbencekno ini? Realitanya memang tidaklah mudah, tetapi Tuhan memanggil setiap kita untuk tetap mengasihi mereka. Firman Tuhan juga mengajar bahwa hukum yang terutama adalah kasih, baik kasih pada Allah maupun sesama.
āJawab Yesus: āHukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.āā (Markus 22:29-31).
Hukum yang paling tinggi adalah hukum kasih. Tetapi saat jatuh di dalam dosa, manusia tidak lagi dapat mengasihi sesamanya karena sudah terputus dari Allah sebagai Sang Sumber. Kalau relasi kita bersama dengan-Nya itu sudah terputus, maka kita tidak lagi memiliki persediaan kasih untuk dapat dibagikan pada sesama. Hukum yang terutama memang adalah kasih, bukan prestasi atau apa pun yang bisa diraih dari dalam dunia ini.
Ada kisah dari seorang suami / istri yang merasa selama ini sudah bekerja dengan begitu keras dan menyediakan banyak hal di dalam keluarganya. Tetapi bila tidak memiliki kasih dan relasi yang terus terjalin di dalamnya, maka semuanya itu akan terasa hampa dan tidak ada gunanya lagi.
Mengapa Kasih itu penting?
Topik ini sangat sering dikhotbahkan di dalam gereja, tetapi belum tentu kita dapat menghidupi dan mempraktikkannya dalam keseharian.
Erich Pinchas Fromm yang merupakan seorang psikologi sosial, psikoanalis, sosiologi, humanisme, sosialis demokrat dan filsuf berkebangsaan Jerman pernah membagikan pendapatnya,
āLove in the only sane and satisfactory answer to the problem of human existence. Kasih adalah satu-satunya jawaban yang sehat dan memuaskan, terhadap masalah keberadaan manusia.ā
Selain itu, apa yang dilakukan seseorang di masa kini bisa saja terbentuk dari apa yang pernah diterima di masa lalunya. Trauma yang pernah diterima di masa yang lampau dapat membentuk karakter seseorang di masa kini. Sehingga, masalah yang dihadapi tentang bagaimana perilaku manusia sering kali ada kaitannya dengan kasih. Bahkan kalau kita mau memperhatikan, dunia sedang merindukan kasih sejati yang dapat memuaskan jiwa mereka yang dahaga. Lagu-lagu yang sering kita dengar di sepanjang zaman mayoritasnya juga memiliki tema tentang kasih.
Karakter yang Buruk.
Pertama. Seorang yang berkata, āSaya tidak butuh siapa-siapa.ā
Mengapa sampai muncul pernyataan ini? Bisa jadi karena dirinya pernah dikecewakan dan disakiti perasaannya, sehingga memilih untuk menutup diri dan menjauh dari sekitarnya. Dirinya takut kalau perasaannya dilukai kembali oleh sekitar.
Kedua. Orang yang keras dan mudah marah.
Memiliki ciri: Cepat tersinggung, suka marah, dan terlihat dingin. Kemarahan sering menjadi topeng yang menutupi akar permasalahan dari sikap yang tidak disayangi / kurang mendapat kasih sayang.
Ketiga. Orang yang terlalu mengejar uang dan prestasi.
Memiliki ciri: Workaholic / gila bekerja, mengukur diri sendiri dengan pengakuan yang diperoleh, membuktikan bahwa dirinya layak dicintai dengan mencapai berbagai prestasi yang dilakukan.
Keempat. Orang yang suka merendahkan lainnya.
Memiliki ciri: Merasa diri paling benar sehingga suka menjatuhkan orang lain. Seharusnya bila seseorang itu banyak menerima kasih, dirinya tidak suka menjatuhkan orang lain. Tetapi kalau memang suka melakukannya, berarti dirinya memang kurang mendapat kasih sayang sehingga ingin menunjukkan bahwa dirinya bisa melakukan banyak hal yang jauh lebih dari sesamanya.
Kelima. Orang yang berkata, āKasih itu lemah.ā
Akar permasalahannya adalah pernah disakiti dan terluka dengan orang-orang di sekitarnya, sehingga membangun benteng dan menutup diri.
Keenam. Orang yang terlalu posesif atau cemburu.
Kenyataannya, orang-orang yang terlalu cemburu ini sebenarnya takut kehilangan kasih yang selama ini diterima dari pasangan / orang-orang sekitar.
Keenam karakter buruk di atas memiliki hubungan dengan kasih, dan inilah yang harus disadari. Akar permasalahannya berasal dari dosa yang masuk ke dalam hidup manusia, sehingga kita kehilangan kemampuan untuk mengasihi dan kini memiliki sikap untuk blame / menyalahkan sesama.
Ketika kita kehilangan kasih, maka kita akan kehilangan kemampuan untuk mengasihi sesama, sehingga kita menjadi orang-orang yang trouble maker / suka membuat masalah. Tetapi ketika hidup kita dipenuhi dengan kasih, maka kita akan memiliki kemampuan untuk dapat mengasihi sesama dan menjadi problem solver / orang-orang yang dapat menyelesaikan permasalahan.
Orang-orang yang selama ini menjadi trouble maker bisa juga karena dirinya dibesarkan dari keluarga yang tidak bisa menyediakan kasih yang cukup. Tetapi Tuhan memanggil umat-Nya untuk menjadi problem solver. Firman-Nya berkata,
āKamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.ā (Matius 5:13-16).
Karena itu pilihannya kembali pada kita,
āApakah kita mau menjadi trouble maker? Atau kita mau menjadi problem solver? Apakah kita akan menjadi orang-orang yang sulit untuk dipuaskan dan terus menuntut perhatian dari sekitar? Atau kita mau menjadi orang-orang yang memberi simpati dan juga empati bagi sekitar?ā
Hal ini jelas akan membawa dampak di dalam keluarga, dan di manapun kita berada. Tuhan ingin agar kita dapat menjadi berkat dan terang Kristus, dan bisa memberikan kasih kita pada sesama.
Masalah dalam gereja (Efesus): Hilangnya Kasih.
āNamun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.ā (Wahyu 2:4-5).
Gereja Tuhan dapat kehilangan kasih, dan Alkitab menyamakan kehilangan ini dengan perkataan,
ābetapa dalamnya engkau telah jatuh!ā
Tidak hanya untuk perbuatan dosa yang seram saja, tetapi juga karena kita telah meninggalkan dan tidak lagi mau mengasihi sesama kita. Bagaimana cara untuk memulihkannya? Tidak ada cara lainnya selain dengan..
āBertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan.ā
Sebab bila tidak dilakukan,
āAku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.ā
Kata ākaki dianā merupakan wujud kehadiran Tuhan di dalam hidup umat-Nya. Kalau Tuhan sudah mengangkat kaki dian berarti Dia mengangkat hadirat-Nya dalam hidup umat-Nya. Gereja akan kehilangan spirit / semangatnya, sama seperti garam yang kehilangan rasa asinnya.
Gereja bisa saja tetap dihadiri banyak jemaat dan menghadirkan pertunjukan yang spektakuler, tetapi semuanya itu terasa kosong dan tidak ada artinya lagi. Gereja sudah tidak bisa lagi membawa dampak bagi dunia yang membutuhkan kasih-Nya.
Karena itu Gereja MDC Surabaya merupakan kesatuan dari keluarga Allah, dan kemampuan kita untuk dapat mengasihi sesama merupakan hal yang sangat penting dari apa pun juga. Kalau kasih di dalam gereja sudah hilang, maka kita juga akan kehilangan segala sesuatu di dalam perjalanan kita pada saat mengiring Tuhan.
Komunitas tanpa Kasih.
āKetahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.ā (2 Timotius 3:1-4).
Ayat di atas telah memberitahu kita bahwa pada hari terakhir akan datang masa yang sukar, situasi menjadi lebih susah, termasuk kita juga akan bertemu dengan āorang-orang yang sulitā.
Ayat di atas dilanjutkan dengan,
āSecara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!ā (ayat 5).
Keberadaan āorang-orang sulitā tidak di luar, tetapi justru di dalam gereja Tuhan. Kalau komunitas gereja sudah kehilangan kasih, bagaimana caranya kita dapat menjadi terang Kristus dan menarik orang lain untuk dapat datang pada Dia?
Pelajaran Kasih.
āKarena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.ā (Yohanes 3:16).
Pertama. Kasih Allah itu besar (begitu besar kasih Allah).
Kedua. Kasih Allah itu universal, berlaku bagi semua orang (akan dunia ini).
Ketiga. Kasih Allah itu mau memberi / berkorban (sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal).
Keempat. Kasih Allah itu menyelamatkan (supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa).
Kelima. Kasih Allah itu memberi hidup kekal (melainkan beroleh hidup yang kekal).
Yesus adalah perwujudan dari kepenuhan Bapa, dan di dalam Dia, kasih-Nya itu penuh. Kalau kita ingin melihat betapa besarnya kasih Allah maka kita dapat membaca dari apa yang sudah diperbuat Yesus dari keempat kitab Injil. Selain itu, dari Yohanes 3:16 kita juga dapat belajar apakah kita ini memiliki kasih yang besar atau kecil?
Kalau kasih-Nya memenuhi hati dan hidup kita, maka kita akan dimampukan untuk dapat menjadi pengayom dan juga pelindung bagi sesama yang membutuhkan kasih-Nya.
Contoh praktisnya kita dapat belajar dari kehidupan para misionaris. Sekalipun finansial mereka pas-pasan, tetapi mereka dapat mengadopsi 5-6 orang anak. Saat melihat anak-anak yang kurang mendapat kasih sayang, sering kali mereka merasa bersalah bila tidak mengangkatnya menjadi anak angkat. Hati mereka dipenuhi kasih Allah dan mau menjadi pengayom bagi sesama.
Kasih Allah begitu besar dan universal, tidak pilih-pilih. Tuhan mengasihi 100 persen pada semua orang. Semakin kita menyadari bahwa kita ini disayang Tuhan, maka kehidupan kita dapat berubah menjadi semakin lebih baik.
Karena itulah tidak ada cara lain kalau kita mau menjadi berkat bagi sesama, maka hati dan hidup kita harus dipenuhi dengan kasih Tuhan terlebih dahulu. Jangan pernah berpikir bahwa seseorang yang hidupnya dipenuhi dengan kasih itu adalah seorang yang lemah, tetapi mereka adalah orang-orang yang memiliki kekuatan iman.
Loving Difficult People.
Di antara kita pasti banyak orang yang menjengkelkan dan mereka sulit untuk menerima kasih. Bagaimana caranya kita dapat mengasihi orang-orang yang dirasa sulit tersebut?
Pertama. Berdoalah untuk diri sendiri terlebih dahulu, supaya kita dapat memiliki sikap yang benar sebelum berdoa untuk perubahan mereka.
āUjilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu!ā (2 Korintus 13:5).
Self evaluation / evaluasi diri sendiri itu sangatlah penting. Sebelum kita melihat kekurangan yang dimiliki oleh orang lain, apakah kita sudah melihat kekurangan / kejelekan diri kita sendiri?
Di awal pelayanan Pdt. Andreas Rahardjo, ada kisah seorang jemaat pria yang cintanya ditolak oleh seorang perempuan. Karena sakit hati, dompet dari perempuan tersebut diambil paksa. Jemaat perempuan mengancam kalau tidak mau mengembalikan, akan dilaporkan di Pdt. Andreas. Mendengarnya, jemaat pria malah menantang balik dan berkata tidak takut menghadapinya.
Karena tersulut emosi, Pdt. Andreas yang mendengar kisah dari jemaat perempuan tersebut langsung mendatangi tempat kos dari jemaat pria. 100 meter sebelum tempat kos, Roh Kudus berbisik lembut di dalam hati Pdt. Andreas:
āApa yang mau kamu lakukan pada saat ini? Apakah dengan amarahmu, bisa menyelesaikan masalah? Apakah seorang trouble maker dapat diselesaikan dengan cara trouble maker juga?ā
Lalu Pdt. Andreas berbalik pulang, dan menunggu amarahnya mereda. Setelah itu baru ke rumah kos dari jemaat pria tersebut. Sesampainya di rumah kos, Pdt. Andreas bertanya baik-baik:
āKenapa kamu melakukan semua hal iniā
Lalu jemaat pria menangis dan menceritakan semuanya. Tak lupa juga dirinya mengembalikan dompet yang sudah diambilnya.
Kita harus melihat terlebih dahulu, apakah sikap kita selama ini sudah baik / tidak sebelum kita berdoa untuk perubahan hidup orang lain.
Kedua. Berdoalah supaya kita dapat mengetahui kesalahan diri sendiri terlebih dahulu, sehingga kita dapat menjadi lebih sabar terhadap kelemahan yang dimiliki sesama.
āMengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?ā (Matius 7:3).
Kalau kita dapat melihat kesalahan yang dilakukan diri sendiri terlebih dahulu, maka kita dapat menjadi lebih sabar menghadapi orang lain.
Pada suatu hari Pdt. Andreas dipertemukan dengan jemaat yang memiliki kegemaran merokok. Ketika bertemu, jemaat ini bingung karena Pdt. Andreas sama sekali tidak menegur dan memberi ayat:
āAtau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?ā (1 Korintus 6:19).
Menjawab kebingungannya, Pdt. Andreas mau mengevaluasi dirinya terlebih dahulu. Sebelum menegur, apakah dirinya sudah berbuat lebih baik? Merokok memang merusak kesehatan, kegemarannya yang suka makan juga merusak kesehatan. Karena itu berdoalah terlebih dahulu agar kita ini tahu masih ada keburukan di dalam hidup kita yang masih harus diperbaiki.
Ketiga. Berdoalah untuk orang yang menjengkelkan, tetapi jangan berdoa hanya supaya mereka tidak lagi mempersulit hidup kita. Berdoalah supaya mereka dapat diubah menjadi pribadi yang Tuhan inginkan.
āBerdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.ā (Roma 12:3).
Sering kali doa kita bersifat egois, kita hanya ingin agar orang yang menjengkelkan itu hidupnya dapat dipersulit Tuhan. Tetapi marilah kita berdoa supaya Tuhan dapat mengubah orang tersebut menjadi apa yang Dia ingin dan kehendaki.
Selain itu, dengan kita memikirkan hal yang lebih tinggi, kita merasa hidup kita jauh lebih benar, lebih kudus, dan lebih banyak pengalaman. Justru dengan semua āperasaan lebihā ini dapat menjadi akar dari segala permasalahan di hidup kita.
Marilah belajar untuk tidak merendahkan dan mau bersabar terhadap pertumbuhan iman saudara dan saudari seiman kita yang lain, agar mereka juga dapat bertumbuh dewasa secara rohani. Doakanlah selalu agar orang yang sering menjengkelkan itu dapat diubah menjadi orang yang cinta Tuhan.
Keempat. Berdoa dan mintalah pada Tuhan, discerning of spirits / karunia untuk membedakan bermacam-macam roh.
āKepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh.ā (1 Korintus 12:10a).
Pada suatu hari Pdt. Andreas mendengarkan Youtube rekaman khotbah dari Francis Chan, seorang penulis berkebangsaan Amerika dan juga pengajar Kristiani. Francis bercerita bahwa di dalam gerejanya ada seorang jemaat yang sangat keras dan tidak pernah mau menerima nasihat. Selain itu, jemaat ini juga suka mendamprat dan merendahkan orang lain. Lalu Francis berusaha mencari waktu agar dapat berbicara dari hati ke hati, pada jemaat yang keras hati ini.
Saat diajak berbicara, ternyata jemaat ini di masa lalunya sering di-abuse / mengalami tindakan sengaja yang menimbulkan rasa sakit fisik, penderitaan mental / emosional, atau perlakuan tidak pantas / tidak adil terhadap seseorang atau sesuatu. Melalui kisah jemaat ini kita juga dapat belajar bahwa kita bisa saja mendisiplin anak-anak, tetapi jangan sampai kita meng-abuse dan tidak memahami bagaimana perasaan mereka.
Saat didoakan, jemaat ini disentuhkan dengan kasih Kristus dan hidupnya diubahkan.
Jangan marah pada sikapnya, tetapi berdoalah meminta hikmat Tuhan dan mencari apa akar dari permasalahannya supaya kita bisa mendoakan lebih jauh. Rindukan bahwa seseorang yang kita doakan itu hidupnya dapat dipenuhi dengan kasih Tuhan, dan mengalami pemulihan dari Dia.
Kelima. Berdoalah supaya kita dimampukan Tuhan untuk dapat mengampuni sesama, berkali-kali.
āKemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: āTuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?ā Yesus berkata kepadanya: āBukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.āā (Matius 18:21-22).
Teruslah mengampuni sesama. Kalau anak-anak kita yang berbuat kesalahan, kita bisa mengampuni kesalahan mereka. Tetapi bagaimana bila sesama kita yang sering berbuat kesalahan?
Corrie ten Boom. Pada zaman Perang Dunia II, dirinya sering menyembunyikan dan menyelamatkan banyak orang Yahudi di dalam rumahnya. Singkat cerita, pada suatu hari dirinya ketahuan dan lalu bersama dengan saudarinya dimasukkan ke dalam kamp kematian. Dirinya harus menahan penderitaan selama kurang lebih setahun, hidupnya dihancurkan, dan saudari perempuannya meninggal dunia. Pastinya hal ini menimbulkan trauma yang luar biasa.
Setelah Perang Dunia II selesai, perlahan dirinya dipulihkan dan pergi berkhotbah di mana-mana tentang kasih Kristus yang mau mengampuni dosa yang sudah diperbuat manusia. Dirinya juga banyak belajar untuk bisa move on, untuk bisa mengasihi dan mengampuni orang-orang yang selama ini telah menyakiti dan menghancurkan hidupnya.
Sampai pada suatu hari setelah Corrie ten Boom selesai berkhotbah, ada seseorang yang mengangkat tangan untuk mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Orang ini juga mau mengalami hidup baru dengan meminta pengampunan dari seseorang yang pernah disakitinya. Ternyata dia adalah mantan kepala penjara dari kamp kematian, yang kini berdiri tepat di depan matanya sendiri.
Corrie ten Boom sudah berkhotbah di mana-mana tentang kasih Kristus dan pengampunan, kini berdiri terhenyak di depan pria tersebut. Tetapi ketika dirinya memutuskan untuk mau melangkah dan merangkul pria ini.. kasih Tuhan mengalir menyembuhkan dirinya terlebih dahulu, baru mengalir keluar menyembuhkan pria tersebut. Keduanya dijamah dengan kasih Kristus, menangis, dan sama-sama disembuhkan.
Sebenarnya kita tidak akan pernah bisa mengampuni orang lain dengan kekuatan kita yang terbatas, kalau bukan Tuhan yang memampukan. Peristiwa yang dialami bisa saja traumatis, tetapi forgive & forgive. Teruslah mengampuni, dengan kuasa Tuhan yang memampukan setiap kita.
Marilah menjadi seorang problem solver, yang terus dimampukan Tuhan untuk dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada, dan juga dapat mengalirkan kasih-Nya pada sesama yang membutuhkan kasih dan pertolongan-Nya. Mereka tidak membutuhkan fasihnya lidah perkataan kita, tetapi membutuhkan tulusnya kasih kita.
Amin. Tuhan Yesus memberkati..





Komentar