Lydia CSES - Doa Puasa “Higher & Stronger” (Hari Kedua)
- 7 Jan
- 6 menit membaca
Renungan Doa Puasa “Higher & Stronger.” Hari Kedua. Ditulis ulang dari sharing Ibu Pdt. Lydia CSES melalui Zoom Meeting, pada Tgl. 7 Januari 2026.
Ada seorang jemaat di MDC Kuta Bali yang menulis dan menceritakan masalahnya, di grup whatsapp Contact di Bali. Jemaat ini bercerita kalau dirinya sekarang sedang bekerja sebagai accounting / bagian pembukuan yang mengurusi semua hal di dalam perusahaannya, dan telah dipilih menjadi orang kepercayaan dari majikannya.
Singkat cerita ada salah satu customer di tempat dia bekerja memiliki utang dan sudah macet pembayarannya selama 5 bulan, serta tidak ada tanda-tanda akan membayar utangnya dalam waktu dekat. Dari berbagai sumber, customer ini juga memiliki tunggakan utang ke beberapa supplier. Sehingga yang dikuatirkan kalau sampai customer ini tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk membayar utang, maka atasannya pasti akan mengejar dirinya dan meminta pertanggungjawaban. Karena merasa takut dan kuatir akan hal ini, dirinya lalu memutuskan untuk mengambil waktu untuk berdoa dan berpuasa.
Dirinya tidak meminta apa-apa dari Tuhan, hanya meminta agar customer ini diberkati supaya dapat membayar semua utangnya. Untuk hal ini dirinya sudah tidak mampu dan sudah tidak tahu apa lagi yang harus dilakukannya. Hanya Tuhan yang sanggup untuk menolong dirinya.
Lalu dia mengatakan pada suaminya untuk tidak mengganggu karena dia mau masuk ke dalam kamar, berdoa, menangis, dan berseru pada Tuhan.
Hari pertama dia memutuskan untuk berdoa dan berpuasa, dan tak lama waktu berselang, customer yang menunggak utang itu menelepon serta memberi kabar kalau semua utangnya sudah ditransfer lunas. Dirinya sangat mengucap syukur karena mendapat pertolongan dari Tuhan.
Melalui apa yang dialami jemaat tersebut kita dapat belajar pada saat kita benar-benar mau berbalik pada Tuhan, mengambil waktu untuk berdoa dan berpuasa, maka Dia dapat memberkati customer tersebut dengan cara dan waktu-Nya, sehingga customer tersebut mampu melunasi semua utangnya. Kita diajar bahwa Tuhan juga masih sanggup memberikan jalan keluar terbaik, bahkan termasuk pada masalah yang kita anggap sulit dan sudah tidak memiliki jalan keluarnya lagi.
Bagaimana Puasa Membuka Jawaban dari Tuhan?
“Pada waktu itu engkau akan berseru dan TUHAN akan menjawab,” (Yesaya 58:9).
“You shall cry and He will say, Here I am.“
Kata “pada waktu itu” adalah hal yang dijanjikan-Nya. Tetapi kita menemukan banyak orang yang mengambil waktu untuk berdoa dan berpuasa, tetapi sepertinya Tuhan tidak menjawab apa-apa.
Firman Tuhan mengatakan pada kita,
“Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?” (Yesaya 58:3a).
Puasa seperti apakah yang membuat Tuhan menjawab setiap pergumulan doa kita?
Di ayat 9 dikatakan “pada waktu itu” yang merupakan pertanda adanya kondisi rohani tertentu yang dipenuhi / diselesaikan, barulah setelah itu Tuhan menjawab doa kita.
Puasa bukan hanya sekadar menahan rasa lapar dan haus saja, tetapi supaya hati kita dapat kembali inline / selaras dan sejajar dengan apa yang menjadi mau dan kehendak-Nya Tuhan. Kita “mencari Tuhan” bukan dengan pemahaman bahwa Tuhan sudah hilang, melainkan kitalah yang sesungguhnya sudah terhilang dan menjauh dari Dia.
Pertama. Puasa yang Menghancurkan Penghalang Doa.
“Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah,” (Yesaya 58:9b)
Yesaya 58 berbicara tentang bagaimana doa puasa dan ibadah yang Tuhan kehendaki. Di ayat di atas juga mengatakan pada kita bahwa Tuhan sedang menegur umat-Nya karena pada saat berpuasa, mereka juga menindas sesamanya dan lebih mementingkan kepentingannya sendiri.
Dari hal ini kita dapat belajar kalau yang menjadi penghalang dari kuasa Tuhan dinyatakan tidak hanya dari Iblis saja, tetapi bisa jadi ada sikap hati kita yang harus dibereskan terlebih dahulu.
Tidak salah bila kita memutuskan untuk mengambil waktu di dalam berdoa dan berpuasa, kita dapat memohon pertolongan dan tuntunan dari Tuhan. Sama seperti raja Yosafat dan Yehuda yang dikepung oleh beberapa bangsa yang besar, dirinya mengumandangkan puasa, dan Tuhan melakukan penghadangan dan mukjizat terbaik-Nya.
Dengan berdoa dan berpuasa tidak hanya kita meminta pertolongan dari Tuhan saja, tetapi juga membuat kita dapat mendengar apa yang Tuhan mau kita lakukan di dalam hidup ini.
Karena itulah, sebelum Tuhan mengubah kondisi yang ada di luar, izinkanlah Dia mengubah sikap hati kita terlebih dahulu.
Doa dan Puasa yang berkuasa selalu dimulai dengan doa yang jujur, karena itu perbaiki terlebih dahulu relasi kita bersama dengan Tuhan. Doa dan Puasa bukanlah panic button / tombol panik yang ditekan hanya pada saat kita terdesak masalah, tetapi merupakan kesempatan bagi kita untuk dapat menyelaraskan hati agar dapat menjadi sama dengan apa yang menjadi maunya Tuhan.
Kalau hati dan hidup kita sudah inline dengan Dia, maka segala sesuatu akan dibuat-Nya berada di dalam waktu dan tempat yang tepat.
“Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar.” (Mazmur 66:18).
“If I regard iniquity in my heart, the Lord will not hear me.” (King James Version).
Betapa pentingnya untuk kita selalu membersihkan dan menyelaraskan hati dengan kebenaran firman Tuhan yang ada di dalam Alkitab. Jadikan firman Tuhan tersebut sebagai tuntunan sehingga hati dan hidup kita dapat diterangi olehnya.
Kedua. Puasa yang Mengalir dari Hati yang Mengasihi.
“Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!” (Yesaya 58:6-7).
Doa dan Puasa bukanlah kesempatan bagi kita untuk melarikan diri dari berbagai tanggung jawab yang ada, tetapi mendapat kekuatan untuk menyelaraskan hidup kita agar dapat berjalan sesuai dengan kebenaran firman Tuhan.
Kecenderungan kita pada saat menghadapi masalah, kita bertindak selfish / hanya mementingkan diri sendiri. Tetapi Tuhan pasti akan menolong kita dalam menghadapi berbagai pergumulan, sembari Dia ingin agar hati kita terus diperbaiki dan diselaraskan sesuai dengan kebenaran firman Tuhan—setiap kita juga dijauhkan dari hati yang keras, dan menjadi lebih peka terhadap tuntunan Roh Kudus.
Ketika apa yang berada di dalam hati sudah diselaraskan dengan kebenaran firman-Nya, hidup kita nantinya akan dimampukan untuk menjadi alat, kasih, dan juga berkat bagi sesama yang membutuhkan. Sehingga hasilnya bukan hanya sekadar dipulihkan saja, tetapi juga mengalami terobosan hidup yang nyata.
Karena itu tetaplah berseru dan nantikanlah Dia menjawab doa-doa kita. Inline-kan hidup kita agar dapat berjalan sesuai dengan kehendak-Nya.
Ketiga. Doa dan Puasa yang Dijawab, Menghasilkan Terobosan yang Nyata.
“Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu.” (Yesaya 58:8).
Izinkan dalam masa doa puasa ini mengajar kita untuk memiliki kerendahan hati, dan juga izinkan Roh Allah menyelidiki hati kita, agar apa yang berada di dalam hati ini dapat diubah dan dipulihkan terlebih dahulu.. sebelum Dia mengubah keadaan yang ada di luar kita.
“apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari.” (ayat 10).
Ketika Tuhan memulihkan hati dan hidup kita, maka kita akan dimampukan untuk dapat menjadi terang Kristus yang bercahaya dan kehangatannya dapat dirasakan orang-orang di sekitar, ada pembenaran dari firman Tuhan serta pemulihan.
“TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memenuhi kebutuhanmu di tanah yang gersang.” (ayat 11).
Kita rindu hal ini dapat terjadi di dalam hidup. Karena itu, percayalah tahun 2026 bukan hanya sekadar tahun pergantian biasa tetapi ada tuntunan Tuhan yang mengarahkan hidup kita. Banyak orang memprediksi tahun ini sebagai masa yang sulit, tetapi Tuhan masih sanggup untuk memelihara dan mencukupkan setiap kebutuhan kita, bahkan ketika kita sedang berada “di tanah yang gersang.”
Karena itu biarlah setiap kita didorong kembali melalui doa puasa ini, agar hati dan hidup kita kembali dikalibrasi dan diubah oleh-Nya, tidak hanya keadaan sekitar saja yang diubah. Milikilah hati dan hidup yang inline dan sejalan dengan apa yang menjadi mau dan kehendak-Nya Tuhan.
Ketika kita berada di pusat kehendak-Nya Tuhan, maka favor / perkenanan-Nya ada di dalam hidup kita. Ada restorasi / pemulihan setiap hubungan yang rusak, dan pada akhirnya akan menghasilkan divine direction / arahan Ilahi dari Dia.
Selidikilah hati kita dengan kebenaran firman-Nya, dan izinkan firman-Nya bekerja mengubah hati kita, sehingga apa yang kita lakukan nantinya dapat berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan.
Bila seandainya di masa doa dan puasa ini kita kembali diingatkan masih ada relasi yang rusak dan yang masih belum diperbaiki, taat dan ambillah inisiatif untuk mendoakan dan melepaskan berkat. Arahkan hati kita agar berjalan selaras dengan kebenaran firman-Nya di dalam Alkitab.
Tetaplah tunduk pada tuntunan-Nya yang berbicara dengan jelas, dalam masa kita merenungkan kebenaran firman-Nya di dalam Alkitab.
Amin. Tuhan Yesus memberkati..




Komentar