Agus Lianto - Keperkasaan-Nya dalam Kita
- mdcsbysystem
- 20 Jan
- 14 menit membaca
Catatan Khotbah: āKeperkasaan-Nya dalam Kita.ā
Ditulis ulang dari sharing Bp. Pdt. Agus Lianto di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 11 Januari 2026.
Gereja MDC Surabaya di tahun 2026 ini memiliki tema āHigher & Strongerā, di mana rekan Penatua dan juga tim Pastoral merindukan adanya peningkatan dalam hidup kerohanian. Setiap dari kita dapat mengalami Pribadi Tuhan, bertambah dalam pengenalan kita akan Dia, menjadi lebih kuat dan dewasa dalam hidup kerohanian, serta lebih luas di dalam mendapat pengertian rohani.
Memang kita tidak dapat mengendalikan apa yang akan terjadi di masa depan, akan menjadi seperti apa, segala hal bisa saja terjadi. Tetapi kita masih memiliki pilihan, bahwa kita tidak akan pasrah begitu saja. Kita masih bisa bertumbuh menjadi lebih kuat melaluinya, bahkan bertumbuh melampaui setiap tantangan yang ada, dan menjadi lebih berkembang bersama dengan Dia.
Persoalannya di sini bukanlah tantangan sebesar apa yang akan kita hadapi nantinya, tetapi lebih kepada sebesar apa kekuatan yang kita miliki.
Keperkasaan-Nya dalam Kita.
āSebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.ā (Yesaya 9:5-6).
Yesus sebagai Tuhan di dalam hidup kita, sifat-Nya bukanlah seperti slave master / yang memaksa dan mengancam orang lain untuk mengikuti apa yang menjadi mau serta kehendak-Nya. KeTuhanan Dia bukanlah bersifat superior, tetapi lebih ke arah memberi nasihat. Firman-Nya tidak bersifat hardikan dan ancaman, tetapi lemah lembut dan mengajak berpikir, kita mau menaati-Nya karena kita mengasihi-Nya, bukan karena ketakutan.
Kita dapat membaca banyak keperkasaan yang Allah perbuat di dalam Perjanjian Lama (PL), tetapi pada saat Yesus Kristus berada di atas muka bumi.. mukjizat spektakuler yang Dia perbuat hanyalah menenangkan badai dan memberi makan lebih dari lima ribu orang. Semua mukjizat yang Yesus perbuat bukanlah untuk mengalahkan dan menghancurkan lawan, terutama Kekaisaran Romawi pada saat itu. Tetapi lebih pada sisi kemanusiaan dan menunjukkan kelembutan-Nya.
Selama ini kita berpikir bahwa seorang powerful / yang berkuasa adalah seorang superior, selalu di posisi atas, dan memiliki jabatan serta pengaruh tinggi. Tetapi keperkasaan yang dimiliki Yesus bukan dengan mengalahkan orang, melainkan dengan ajakan dan undangan. Dia memberikan hikmat dan nasihat-Nya pada sesama. Dia tidak pernah menciptakan agama baru di dunia.
Karena itulah di dalam Kekristenan, kita tidak mengenal yang namanya superior, karena Yesus sendiri meneladankan kerendahan hati pada saat Dia melayani di atas muka bumi ini.
Setiap dari kita telah diberi kuasa dan keperkasaan oleh Tuhan, tetapi seberapa besar kuasa tersebut diukur dari seberapa banyak yang sudah kita gunakan untuk membuat dunia ini menjadi lebih baik lagi dan diwarnai kasih Kristus, melalui hidup kita. Setiap dari kita sudah diberikan dan memiliki kuasa, tetapi bukan kuasa yang kita bayangkan sebelumnya. Marilah kita belajar bersama..
Bagian Pertama. Keperkasaan Allah dalam Kemanusiaan Kristus.
āDan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: āYesus Kristus adalah Tuhan,ā bagi kemuliaan Allah, Bapa!ā (Filipi 2:8-11).
Seseorang yang memutuskan untuk menerima dan menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya bukan karena Dia sudah berbuat banyak mukjizat atau Dia bahkan berkuasa memasukkan seseorang ke dalam Surga atau Neraka. Tetapi karena dirinya sudah dijamah dan dilembutkan oleh kasih-Nya. Semua karena kesetiaan, kelemahlembutan, pengampunan, dan kesabaran-Nya yang terus bekerja di dalam hidup kita.
Karena itulah sangat disayangkan bila kita menerima dan menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat hanya karena kita mau masuk Surga dan takut masuk Neraka. Yang membuat kita masuk Neraka hanyalah dosa-dosa kita, tetapi Tuhan Yesus sudah mati menebus dosa, bangkit dari kematian mengalahkan kuasa maut, dan Dia sudah mengangkat hidup kita dari segala dosa.
Sebutan āAllah yang Perkasaā (El Gibbor) ditujukan pada Yesus di dalam status-Nya sebagai manusia. Keperkasaan-Nya di dalam Kristus tidak dinyatakan melalui unjuk kekuatan yang menundukkan atau mengalahkan orang lain, tetapi melalui kasih, ketaatan, dan juga kelemahlembutan.
Karena itulah seseorang yang memimpin dengan menyebar ketakutan bukanlah seorang yang kuat. Tetapi bila ada seseorang yang bersikap lemah lembut, berkata dengan sopan santun, tidak ada bentakan, ancaman, dan kemarahan.. tetapi semua dapat taat di dalam kasih, inilah kekuatan.
āBerbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.ā (Matius 5:5).
Kata āmemiliki bumiā berbicara soal memiliki otoritas, dan hal ini tidak harus dilakukan dengan marah-marah pada sesama untuk menunjukkan otoritas yang kita miliki.
āSebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah, dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar,ā (Kolose 1:9-11).
Melalui ayat di atas kita dapat belajar bahwa Tuhan ingin agar kita dapat terus bertumbuh semakin higher / lebih tinggi & stronger / semakin kuat. Dia juga ingin agar setiap kita dapat berbuah di dalam segala hal dan juga mencapai keberhasilan.
Keperkasaan Allah dalam hidup diwujudkan dalam kekuatan untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan dengan sabar. Kita dapat menjalani kehidupan dengan taat pada firman-Nya, hidup dalam kelembutan, dan juga kerendahan hati.
Karena itulah seseorang yang dapat mengampuni sesamanya jauh lebih kuat dari seseorang yang memiliki kuasa untuk bisa membuat susah dan menghancurkan hidup semua musuhnya.
Kita dapat melihat dari keteladanan yang sudah diberikan oleh Yesus Kristus di mana,
āyang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.ā (Filipi 2:6-8).
Bila Yesus hidup di zaman now, bisa jadi Dia akan mengambil profesi pekerjaan yang biasa-biasa saja. Dia tidak kaya, tidak memiliki rumah, tidak memiliki basis politik, bahkan tidak membangun kekuatan tentara. Semua kekuatan yang Dia berikan memiliki tujuan untuk belas kasih pada manusia.
Kita juga dapat membaca di Alkitab, setiap kali Dia selesai membuat mukjizat, Dia selalu menyingkir. Kita dapat membacanya setelah Dia memberi makan kira-kira lima ribu lelaki banyaknya,
āKetika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: āDia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia.ā Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.ā (Yohanes 6:14-15).
āSebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran, dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa; dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik; dalam pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun untuk membelaā (2 Korintus 6:4-7).
Kata āsenjata-senjata keadilanā adalah sebuah pemikiran di mana kita siap untuk menanggung segala sesuatu dengan sabar dan bertekun.
Karena itulah kekuatan kita bukanlah dengan kekuatan jasmani / fisik. Kita memang adalah orang-orang yang perkasa di dalam Tuhan, tetapi tidak ditunjukkan melalui sisi banyaknya materi dan politik, ataupun banyaknya karyawan yang kita bisa miliki. Bisa jadi kita adalah seorang pengerja biasa, tetapi memiliki iman setia pada Kristus dan orang-orang di sekitar dapat merasakannya. Sekalipun kita bisa mengambil keuntungan yang tidak benar, dan tidak ada seorangpun yang mengetahuinya.. kita tetap memutuskan untuk hidup di dalam integritas, dan juga di dalam kejujuran.
Selama kita masih diberi waktu dan kepercayaan untuk hidup di dalam dunia ini, kita mau menunjukkan bahwa kita memiliki karakter Kristus, dan tidak dapat digoyahkan oleh apa pun juga.
Bagian Kedua. Keperkasaan Allah Menghancurkan Kuasa Dosa dan Maut.
āKarena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.ā (Ibrani 2:14-15).
Yesus mengalami keadaan direndahkan dan disepelekan, Dia dianggap tidak layak.. tujuan-Nya adalah agar melalui kematian-Nya, Dia dapat membinasakan Iblis dan semua pekerjaannya.
Kita dinilai hebat bukan dari apa yang dapat diraih, kasih Tuhan yang sudah dialami dalam kehidupan, dan juga banyaknya favor / perkenanan Tuhan di dalam hidup kita. Kita dapat belajar dari keteladanan yang diberikan Tuhan Yesus,
āyang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.ā (Filipi 2:6-8).
Sehingga kita dapat membaca di ayat selanjutnya,
āItulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: āYesus Kristus adalah Tuhan,ā bagi kemuliaan Allah, Bapa!ā (ayat 9-11).
Karena itulah di dalam kehidupan, jangan menang-menangan / kita berusaha mengalahkan orang di sekitar kita dengan segala macam cara. Musuh kita bukanlah sesama manusia. Firman Tuhan sudah mengatakannya pada kita,
ākarena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.ā (Efesus 6:12).
Lebih lanjut Tuhan Yesus juga berkata,
āPencuri (Iblis) datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.ā (Yohanes 10:10).
Sepanjang sejarah, tidak ada satu kuasa manusia manapun yang sanggup mengalahkan kuasa dosa dan maut. Keperkasaan Allah dinyatakan dengan hancurnya kuasa dosa dan maut oleh kematian Kristus, sebagai seorang manusia.
āIa telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.ā (Kolose 2:15).
Puji Tujan bila hidup kita diberkati dengan kekayaan, keberhasilan, memiliki jabatan tinggi, kita dapat memamerkan berbagai pencapaian kesuksesan kita di akun media sosial (medsos) kita. Tetapi bila kita masih berada di dalam keadaan yang berjuang, masih belum mencapai keberhasilan, bekerja sebagai staf / buruh.. berapa pun upah yang kita terima, hidup kita masih bisa menjadi berkat bagi sesama yang membutuhkan.
Kita masih bisa melayani, mendoakan, berkata dengan lemah lembut dan melayani anggota keluarga kita.. lalu mereka merasa diberkati melalui keberadaan kita yang mau mengasihi, mengampuni, dan menjalani hidup tanpa dendam.
Ini adalah kekuatan.
Ketika kita melakukannya dengan baik dan benar, maka orang-orang di sekitar nantinya akan menghormati dan menghargai apa yang sudah kita lakukan. Sekali lagi bukan karena kita hebat dan kuat, tetapi mereka dapat merasakan kehangatan kasih Kristus yang bersinar melalui hidup kita.
Karena itu setelah hancurnya kuasa dari perbudakan dosa dan maut, jangan menyerahkan kembali tubuh kita pada perhambaan dosa tetapi gunakanlah untuk senjata kebenaran Allah.
Firman Tuhan di dalam Roma 6:10-18 versi Terjemahan Sederhana Indonesia / TSI,
āWaktu Kristus mati satu kali, itu sudah cukup untuk mengalahkan kuasa dosa untuk selamanya. Sekarang Dia mempunyai hidup yang baru, dan karena Kristus bersatu dengan Allah, Dia tidak mungkin bisa mati lagi. Demikian jugalah kita menganggap diri kita masing-masing sudah mati terhadap dosa dan bersatu dengan Kristus Yesus, supaya kita hidup hanya bagi Allah.
Jadi, jangan lagi membiarkan dosa menguasai tubuhmu, supaya dalam hidup yang sementara ini kamu tidak menuruti berbagai keinginan yang berasal dari tubuhmu. Jangan menyerahkan anggota tubuhmu menjadi alat untuk melakukan yang jahat, tetapi hendaklah kamu menyerahkan seluruh hidupmu kepada Allah! Sebab dulu kamu mati secara rohani, tetapi sekarang rohanimu sudah dihidupkan kembali. Maka hendaklah seluruh anggota tubuhmu digunakan sebagai alat untuk melakukan kehendak Allah!
Dosa tidak berkuasa lagi atas hidupmu karena kamu sudah mati terhadap semua kewajiban lama, termasuk segala peraturan hukum Taurat. Sekarang kamu selayaknya hidup dengan penuh syukur karena kebaikan hati Allah yang sudah diberikan kepadamu! Nah, pasti akan ada orang yang berkata, āKalau Allah berbaik hati kepada kita, dan kalau kita tidak lagi wajib menuruti hukum Taurat, apakah berarti kita boleh terus berbuat dosa?ā Tentu tidak!
Kamu semua pasti tahu, bila kamu menyerahkan diri untuk melakukan kemauan orang lain, berarti kamu sudah menjadi budak orang itu. Hal yang sama pun berlaku secara rohani: Bila kamu menuruti kemauan dosa, berarti kamu sudah menjadi budak dosa yang menjeratmu pada kematian. Tetapi bila kamu menaati Allah, kamu adalah milik-Nya dan menjadi orang benar di mata-Nya. Puji TUHAN, kita bukan lagi budak dosa! Sebaliknya, dengan segenap hati kita sudah menaati ajaran dari Allah, sehingga kita dibebaskan dari kuasa dosa dan sekarang hidup sebagai hamba Allah yang dengan sepenuh hati mau hidup benar di mata-Nya.ā
Kalau kita mau menaati segala tipu rayuan Iblis, maka kita sudah menjadi hamba darinya. Karena itu kalau ada seseorang yang masih sering jatuh bangun di dalam dosa, ambillah posisi yang sama seperti Yesus. Kosongkan diri kita dan jadikanlah hidup kita untuk dapat menjadi berkat bagi sesama. Hiduplah dalam kelemahlembutan, mengalah dan mengampuni, serta dahulukanlah sesama.
Kita masih memiliki dua sikap saat ada seseorang yang tidak mau membayar utang.
Pertama. Kita bisa memakai cara dunia, dengan menyewa preman dan meminta bantuan polisi untuk menekan dirinya. Kita bisa merusak namanya, dan menghancurkan hidupnya.
Kedua. Kita bisa memakai cara Tuhan. Doakanlah, minta pimpinan dari Tuhan untuk kita bersikap, agar yang punya utang tersebut hidupnya dapat dipulihkan dan bisa membayar utangnya.
Kalau kita mengutukinya, utangnya bisa-bisa tidak dapat terbayarkan. Masa pada awalnya hubungan kita dengannya berjalan baik, kita meminjaminya uang karena dia adalah teman kita.. sekarang masa harus berakhir dengan berbuat jahat, karena dia tidak bisa membayar semua utangnya?
Melakukan yang terbaik bukan hanya berdiam diri dan pasif. Kalau kita mau mengambil bagian ini, maka kita berbuat sama seperti Yesus,
āyang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.ā (Filipi 2:6-8).
Dosa hanya mengikat orang-orang yang masih mempertahankan ego dan meninggikan dirinya. Tetapi bagi mereka yang mau merendahkan dirinya sama seperti yang sudah diperbuat Yesus di ayat di atas.. mungkin kita kehilangan uang dan dianggap bodoh oleh dunia dan orang di sekitar. Tetapi keperkasaan sejati itu mau untuk menanggung segala sesuatu, dengan tekun dan sabar.
Bagian Ketiga. Kuasa-Nya Sempurna dalam Kelemahan Kita.
āTetapi jawab Tuhan kepadaku: āCukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.ā Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.ā (2 Korintus 12:9).
Kuasa Allah yang besar akan dinyatakan lewat kelemahan manusiawi, agar tidak ada seorangpun yang dapat membanggakan diri.
Kata ākelemahanā di ayat di atas bisa juga memiliki arti tentang berbagai keterbatasan di dalam hidup. Bisa jadi hal ini berbicara tentang tidak memiliki uang, seorang biasa yang tidak memiliki pengaruh, tidak ada jabatan tinggi dan politik.. tetapi,
Setiap kelemahan / keterbatasan secara manusiawi adalah sarana bagi kita untuk dapat menerima anugerah dan kuasa dari Allah.
āTetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.ā (1 Korintus 1:27-29).
Kita tidak hidup dan pasrah di dalam semua kelemahan begitu saja. Bisa jadi sekolah kita tidak tinggi, tetapi kita bisa berdoa meminta favor dari Tuhan dan terus bekerja keras. Dia bisa memberkati dan memelihara hidup kita dengan banyak cara.
Nggandol Gusti, nggandol Gusti, nggandol Gusti..
Saben dino, rino wengi nggandol Gusti.
Kulo amung pracoyo ora bakal ciloko.
Nanging uripku mulyo selaminyo.
Atiku ayem tentrem, atiku roso seneng.
Saben dino kulo nggih nggandol Gusti..
Tidaklah salah bila kita menyanyikan lagu di atas, dan kita mau Nggandol Gusti, tetapi bukan berarti kita hanya berdiam diri saja dan tidak berbuat apa-apa. Bisa jadi di titik lemah kita, saat kita merasa sakit dan sedih, Tuhan dapat memunculkan dan mengajar kita hikmat-Nya. Dia mengajak kita untuk berpikir pada saat kita bergumul dan mencoba untuk mengelola emosi. Dia mau agar kita terus menyelidiki dan menaati firman-Nya, dan tidak lagi memiliki dosa yang tersembunyi / yang masih belum kita bereskan di hadapan-Nya.
Seorang yang perkasa di dalam iman akan dikenal karena kerapuhan dan kelembutannya, bukan dari superioritas atau sikap menguasai orang lain.
Karena itu apa pun yang terjadi, pada saat seseorang bersinggungan dengan diri kita.. pastikan mereka dapat melihat, mengenal, dan merasakan hangatnya kasih Yesus melalui diri kita. Ada kelemahlembutan dan kesabaran yang dirasakan. Melakukan semuanya sendiri, dan memiliki waktu untuk dapat diajak berdiskusi dengan sesama. Menjadi seorang biasa, rapuh, lembut, dan rendah hati. Tidak mudah bertengkar dan tidak suka berdebat, saat nasihatnya tidak diterima sesama.
Banyak anak Tuhan tidak lagi menyadari bahwa dirinya memiliki kuasa karena merasa tidak memiliki kekayaan berlebih, tidak menonjol, dan tidak populer. Hari-hari ini dunia menjunjung tinggi ketiga hal ini: Uang, Seks, dan Kekuasaan.
Inilah yang dunia cari dan kejar, tak sedikit yang ingin menjadi orang paling kaya dan nomor satu. Kita ingin menjadi seorang penakluk, gambaran penguasa di mana banyak orang yang tunduk dan menjilat. Bagi dunia, ini semua dikejar. Tetapi tidak bagi Allah. Firman-Nya mengatakan,
āLalu Ia berkata kepada mereka: āKamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.āā (Lukas 16:15).
Selama ini pikiran kita terbalik. Allah justru melihat di dalam kematian Yesus,
āyang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: āYesus Kristus adalah Tuhan,ā bagi kemuliaan Allah, Bapa!ā (Filipi 2:6-11).
Bagaimana kita menjadi saluran untuk dapat menyatakan kuasa Allah bagi sesama?
āLalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: āSetiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.āā (Matius 16:24).
Jangan menghakimi sesama. Jangan juga beragama hanya untuk dilihat dan dikagumi oleh sesama. Semua nasihat yang pernah diajarkan Yesus membawa kita pada kelemahlembutan.
Bersyukurlah bila kita diberkati secara materi dan memiliki kekuasaan, tetapi gunakanlah untuk hal-hal yang baik. Jangan digunakan untuk hal buruk, yakni untuk mengancam dan mencelakakan orang.. tetapi gunakanlah untuk menerangi dunia, mengangkat kehidupan seseorang.. bukan untuk āmelindungi diriā agar kita dapat menjadi lebih superior dan kaya. Pakailah untuk memberkati, bantulah pekerjaan misi, dukunglah dengan memberikan beasiswa bagi anak-anak yang tidak dapat lagi melanjutkan sekolah.
Kalaupun kondisi kita pas-pasan, jangan menjadi minder dan menganggap diri kita bukanlah siapa-siapa. Datanglah pada Tuhan, dan mintalah pada Dia keperkasaan. Wujudnya bisa berupa kesabaran, ketekunan, dan kelemahlembutan. Walau kita mungkin masih mengalami kekurangan di dalam hal finansial, orang-orang di sekitar akan menghormati dan menghargai.
Bisa jadi pada suatu hari kelak mereka meminta nasihat dari kita. Melalui hidup kita, kita dapat menjamah hidup mereka dengan kasih Kristus. Sikap seperti inilah yang membuat Yesus bangga. Karena itu yang jadi pertanyaannya,
āLebih kuat mana, seseorang yang memiliki kekayaan Triliunan dan bisa mengancam serta menghancurkan hidup orang lain? Atau seseorang yang penuh dengan kasih dan setia, dihargai dan disayangi oleh anggota keluarganya?ā
āDiamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!ā (Mazmur 46:11).
Kalau kita mengalami berbagai momen ketakutan dan juga tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan di tahun 2026 ini, firman Tuhan di ayat di atas dapat menjadi kekuatan di dalam hidup kita. Berdiam diri dan menjadi tenanglah. Mungkin kita dapat mengalami kecapaian, tetapi marilah kita belajar untuk melihat dan mengenal Pribadi Tuhan, yang masih memegang kendali penuh hidup kita.
Kita telah mendengar berbagai prediksi,
Tahun 2026 bisa menjadi tahun yang lebih buruk, analisa bisnis semua serba tidak pasti, diagnosa kesehatan masih belum membaik, dan juga banyak hal yang memunculkan ketakutan..
Belajarlah di dalam segala kelemahan dan keterbatasan, Tuhan dapat menyatakan diri-Nya lebih lagi di dalam hidup kita. Ini adalah prinsip dan hukum-Nya. Gunakanlah setiap kelemahan dan keterbatasan bukan untuk disyukuri dan kita menyerah tidak berbuat apa-apa.. tetapi jadikan sebagai sarana untuk membuat diri kita menjadi lebih rendah hati, dan juga lemah lembut.
Bahkan ketika pemulihan finansial yang kita doa dan harapkan masih belum datang, tetaplah rendah hati. Jangan suka marah-marah, sehingga pada akhirnya kita dapat kehilangan teman.
Akuilah bahwa semua yang ada di dalam hidup kita adalah milik Tuhan. Dia masih sanggup untuk memberkati dan memelihara hidup kita. Jangan pernah lupakan apa yang Yesus katakan pada Iblis saat pencobaan di padang gurun,
āMaka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: āJika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.ā Tetapi Yesus menjawab: āAda tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.āā (Matius 4:1-4).
Saat kita mau mengakui bahwa semua yang ada di dalam hidup kita adalah milik Tuhan, kita tetap tekun dan setia mengiring-Nya, saat itulah kita akan melihat kuasa Tuhan dinyatakan di dalam hidup kita. Dia masih sanggup untuk memberkati dan memelihara kehidupan kita.
Amin. Tuhan Yesus memberkati..




Komentar