Masa pandemi sebelumnya telah cukup mengajar kita bahwa segala sesuatu dapat berubah dengan singkat, bahkan termasuk apa yang sudah kita bangun selama ini. Melaluinya kita juga dapat belajar, apakah selama ini kita sudah membangun dasar kehidupan dengan baik dan benar? Karena bisa jadi hari ini kita merasa baik-baik saja, tetapi untuk hari esok, tidak ada seorangpun yang mengetahuinya.
Karena itu marilah kita kembali membangun kehidupan di atas dasar yang benar, yakni keben
Kalau kita tahu bahwa kita ini memiliki “harta yang luar biasa” yakni Tuhan Yesus yang selalu menyertai hidup kita, dan kita sendiri adalah umat dan harta kesayangan-Nya.. maka, marilah menjalani kehidupan ini dengan melakukan apa yang berkenan dan memuliakan nama Tuhan.
Jangan biarkan anugerah Tuhan berlalu sia-sia, jadikan diri kita menjadi hamba yang setia, tidak mendukakan hati Tuhan, dan tetap setia mengiring Tuhan sampai kita tiba di garis akhir kehidupan.
“Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu.” (Daniel 9:3).
Daniel menyadari bahwa waktu-Nya hampir genap, tetapi kita dapat belajar alih-alih Daniel hanya berdiam diri dan menunggu pasif, dirinya mengambil langkah untuk mengarahkan wajahnya dan terus mencari Tuhan, berdoa dan berpuasa, serta melakukan pertobatan dengan sungguh (mengenakan kain kabung serta abu).