Budi Setiawan - Doa Puasa “Higher & Stronger (Hari Keempat)
- mdcsbysystem
- 6 hari yang lalu
- 4 menit membaca
Renungan Doa Puasa “Higher & Stronger.” Hari Keempat (Selesai). Ditulis ulang dari sharing Bp. Pdt. Budi Setiawan melalui Zoom Meeting pada Tgl. 9 Januari 2026.
Disadari atau tidak, ada sebuah hukum yang berlaku di dalam dunia ini yakni Hukum Kemerosotan. Contohnya kita dapat melihat kalau ada sebuah rumah yang megah, bila tidak pernah ditempati dan dibiarkan saja maka rumah tersebut pada suatu hari kelak dapat menjadi rusak. Taman yang indah bila tidak dirawat dengan baik, maka akan timbul semak belukar. Ketika usia bertambah, misal 50 tahun ke atas, maka kekuatan tubuh fisik kita juga akan menurun dan mudah lupa.
Pada suatu hari Bp. Pdt. Budi membeli sepatu, dan karena sepatu tersebut terlihat bagus dan sangat sayang untuk langsung dipakai, sepatu ini disimpan di dalam lemari. Setelah beberapa bulan berlalu, Pdt. Budi ingin memakainya. Pada saat mau dipakai, ternyata sepatu ini sudah terlihat rusak. Sol / alas sepatu tersebut terlepas. Melalui kisah ini, telah terjadi hukum kemerosotan barang.
Menanti-nantikan Tuhan.
Bagaimana caranya agar sukacita dan damai sejahtera di dalam hidup kita tidak merosot? Hal apakah yang harus dilakukan agar Tuhan dapat membawa hidup kita untuk menggenapi visi yang sudah Dia berikan, yakni semakin higher / tinggi dan juga semakin stronger / lebih kuat?
“Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” (Yesaya 40:30-31).
Kata “orang-orang muda dan teruna” identik dengan komunitas yang energik, terus bersemangat, dan tidak mudah lelah. Tetapi bila kita membaca di ayat di atas, ditulis bahwa mereka mengalami lelah, lesu, dan juga tersandung. Melaluinya kita dapat belajar ada kemerosotan dan kemunduran yang telah terjadi. Tetapi bukan berarti hidup kerohanian kita juga ikut mengalami kemerosotan.
Bagaimana caranya agar kita tetap dibawa Tuhan mengalami keadaan higher & stronger? Kuncinya ada di ayat selanjutnya,
“tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN..”
Kalau kita ingin agar hidup ini semakin dibawa Tuhan higher & stronger, maka kita harus belajar untuk tetap setia menanti-nantikan Tuhan. Ini adalah kata kuncinya. Saat kita mau menantikan Dia, maka kita akan mendapat kekuatan yang baru. Kita akan dibawa terbang tinggi mengatasi berbagai badai kehidupan. Dia memberi kekuatan yang baru, walau dunia sedang mengalami kemerosotan.
Apa arti dari menanti-nantikan Tuhan?
Adalah tindakan membangun relasi yang semakin akrab bersama dengan Tuhan.
Mungkin selama ini kita sudah memiliiki dan membangunnya, tetapi yang menjadi pertanyaannya adalah..
“Apakah semakin intens dan karib? Atau justru mengalami kemerosotan?”
Di tahun yang baru ini kita harus belajar untuk lebih dalam lagi meningkatkan hubungan karib kita bersama dengan-Nya. Selain itu, kita juga tetap setia menanti-nantikan Tuhan di dalam hidup kita yang di mana hal ini berbicara tentang,
Sebuah proses hari demi hari, yang terjadi di sepanjang hidup kita. Ketika kita berdoa dan berpuasa maka hal ini dilakukan tidak hanya di awal tahun saja karena ini barulah langkah awal. Kita terus membangun relasi bersama dengan Dia baik di dalam doa maupun pembacaan firman-Nya di dalam Alkitab. Semakin bersungguh hati untuk tetap mencari Tuhan, di setiap harinya.
Ambillah komitmen untuk mengadakan rutin berdoa dan berpuasa. Intinya bukan soal kita tidak makan dan tidak minum, tetapi kita mengkalibrasi kembali hubungan kita bersama dengan-Nya agar dapat semakin karib, melepas hal-hal yang membuat kita tidak fokus dalam membangun relasi, dan yang juga mendukakan hati-Nya.
Hal apakah yang kita lakukan, pada saat kita menanti-nantikan Tuhan?
“Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.” (Yesaya 40:28-29).
Kita perlu bersandar pada: Kuasa Tuhan, Hikmat Tuhan, Kasih Tuhan, dan Kesetiaan Tuhan.
“Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar?”
Tuhan ingin agar kita memperhatikan kalimat selanjutnya yang mengatakan pada kita,
“TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung;”
Lalu ayat selanjutnya mengatakan
“Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu,”
Yang berbicara tentang Kuasa Tuhan yang selalu menguatkan dan menopang hidup kita.
“tidak terduga pengertian-Nya.”
Yang berbicara tentang Hikmat Tuhan yang tak terbatas di dalam hidup manusia.
“Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.”
Yang berbicara tentang Kasih dan Kesetiaan Tuhan di dalam hidup anak-anakNya.
Karena itu, pastikan kita hidup di dalam kuasa Tuhan yang tidak terbatas, sedangkan hikmat dan kemampuan yang kita miliki sangatlah terbatas.. maka setiap kita akan dibawa Tuhan semakin higher & stronger. Tuhan akan memberi kita hikmat dan kekuatan untuk dapat mengatasi setiap musim yang terjadi di dalam hidup kita.
Memasuki tahun yang baru, carilah selalu wajah dan kehendak Tuhan, andalkan selalu hikmat-Nya. Kita dapat belajar dari sikap yang diambil Daud, apa pun yang hendak dirinya lakukan, dia selalu bertanya terlebih dahulu pada Tuhan.
Kalau kita mau dibawa Tuhan higher & stronger, maka dalam segala hal bertanyalah pada Tuhan terlebih dahulu. Mengapa? Agar apa yang kita lakukan selaras dengan apa yang menjadi mau dan kehendak-Nya yang terbaik bagi diri kita.
Izinkan kasih Tuhan selalu memenuhi hidup kita. Allah yang kita sembah adalah Allah yang setia, yang tidak akan membiarkan hidup kita goyah dan sampai tergeletak. Selama kita hidup, yang namanya masalah pasti tetap ada. Tetapi percayalah bahwa kuasa Tuhan akan dinyatakan di dalam hidup kita, sesuai dengan waktu dan kehendak-Nya yang terbaik dalam hidup anak-anakNya.
Amin. Tuhan Yesus memberkati..




Komentar