Padahal Tuhan ingin kita terus berdoa dan berjaga-jaga karena kita tidak tahu masalah ini datangnya kapan. Hari ini mungkin masih oke, tetapi kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi di hari esok, bisa jadi ada berbagai masalah yang harus dihadapi.
Banyak orang membenturkan, apakah lebih baik menurut Tuhan? Atau menurut suami / istri? Tetapi Tuhan masih bisa menyampaikan isi hati-Nya, melalui kehadiran pasangan kita.
Marilah belajar mempraktikkan untuk berdoa bersama setiap hari, mendengar dengan kasih, memaafkan lebih cepat, membuat waktu sabat keluarga, mengucapkan kata-kata membangun, dan menyatukan keputusan penting dalam doa.
Pada dasarnya setiap kita mudah terpengaruh keadaan sekitar, kita takut menjadi berbeda sendirian, dan sangat mudah terbawa arus. Tetapi firman Tuhan mengatakan,
“Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.” (Yeremia 29:7).