Soetjipto Koesno - Kelahiran Baru
- 44 menit yang lalu
- 12 menit membaca
Catatan Khotbah: āWhat Happened to Nicodemus?ā
Ditulis ulang dari sharing Bp. Soetjipto Koesno di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 5 Juli 2026.
Kita semua memang memiliki tubuh jasmani, tetapi kita sendiri adalah makhluk rohani. Kita bisa menjadi kuat dan menjalani kehidupan ini bila kita dapat menyeimbangkan antara tubuh jasmani dan rohani tetap sehat di antara keduanya.
Di dalam tema bulanan āStrong in the Spiritā, hari ini kita akan belajar bersama dari kehidupan seorang Nikodemus, pada saat dirinya bercakap-cakap dengan Tuhan Yesus di malam hari.
Apa yang terjadi pada Nikodemus?
Dirinya adalah seseorang yang pada zamannya sangat terpandang dan terhormat. Seorang Farisi, anggota Sanhedrin (mahkamah agama Yahudi), dan dikenal sebagai cendekiawan kaya yang sangat dihormati. Pengetahuannya sangat terpelajar di dalam hukum Taurat, saat berbicara dengan Yesus, dia sendiri merupakan pengajar di Israel.
Alkitab mencatat bahwa dirinya memiliki moral dan pengetahuan yang sangat baik..
āAdalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi.ā (Yohanes 3:1).
Kedudukannya sangat penting dan keputusannya memiliki pengaruh signifikan di dalam bangsa Israel, mengingat posisinya sebagai anggota Sanhedrin menjadikannya salah satu dari 70 tokoh paling berkuasa yang memimpin urusan agama dan politik bangsa Yahudi pada masa itu.
Tetapi Nikodemus merasa tidak cukup dan ada yang kurang di dalam hidupnya. Alkitab mencatat,
Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: āRabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.ā (ayat 2).
Melalui pertemuan tersebut, bisa jadi dirinya berharap bahwa Yesus akan memberinya tips mengenai cara untuk lebih memaksimalkan hidupnya, atau memberi validasi serta pujian atas apa yang sudah dilakukan Nikodemus.
Tetapi alih-alih merespon apa yang dikatakan Nikodemus, Yesus malah menjawabnya..
āAku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.ā (ayat 3).
Melalui jawaban Yesus, seolah latar belakang Nikodemus yang merupakan ahli agama dan pengajar hukum Taurat, serta segala yang sudah dilakukan dan dicapainya.. di hadapan Dia, semua itu tidak ada artinya. Ibarat sedang berapi-api dan bersemangat, tetapi malah disiram dan dipadamkan dengan air yang sangat dingin oleh-Nya.
Nikodemus belum menyerah, dan tetap berharap bahwa Yesus akan memberi pujian tentang apa saja yang sudah dilakukannya. Dia menjawab,
āBagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?ā (ayat 4).
Dan Yesus kembali menjawabnya,
āAku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.ā (ayat 5-7).
Setiap dari kita manusia memiliki natur dosa dan tidak bisa mengeluarkan apa yang baik, menurut standar-Nya Tuhan. Mungkin kita merasa bahwa apa yang sudah kita perbuat selama ini adalah hal yang sangat baik, tetapi belum tentu semuanya itu memenuhi standar-Nya. Alkitab mencatat,
āKarena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,ā (Roma 3:23).
Dan karena semua orang telah berbuat dosa, maka tidak ada satupun yang dapat masuk ke dalam Kerajaan Surga dan memenuhi standar-Nya. Tetapi ayat di atas dilanjutkan dengan perkataan,
ādan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya.ā (ayat 24-25a).
Itulah sebabnya Yesus mengatakan bahwa Nikodemus harus dilahirkan kembali dan menjelaskan,
āApa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.ā
Hanya Yesus yang lahir dari Roh, yang dapat hidup menurut standar kebenaran Allah. Hanya Dia yang dapat membenarkan hidup kita.
Manusia hanya bisa memperbarui dirinya sendiri dari luar, tetapi dari dalam, hanya Tuhan sendiri yang dapat mengerjakannya. Hanya Dia yang mampu mengubah hidup kita untuk menjadi ciptaan yang baru, memiliki kerinduan untuk membangun relasi yang baru, serta memanggil-Nya Bapa dan kita sebagai anak-anakNya.
āJadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya..ā (2 Korintus 5:17-18).
Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: āya Abba, ya Bapa!ā (Roma 8:15).
Pertama. Lahir Baru adalah Pintu Masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Kita dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah bukan karena kita sudah bergabung di sebuah gereja, ataupun mengikuti berbagai kelas pelajaran Alkitab. Semuanya itu memang baik, tetapi pintu masuk ke dalam Kerajaan Allah hanya melalui kelahiran baru. Dan mengapa kita harus masuk melaluinya? Karena bukan kita yang mempunyai Kerajaan ini.
Kita tidak bisa datang dan asal masuk ke dalam Kerajaan Allah hanya karena kita pikir kita sudah melakukan banyak perbuatan baik dan bijaksana, serta banyak melakukan aktivitas sosial.
Bagaimana caranya mengalami Lahir Baru?
a. Mendengar dan Menerima benih firman Allah.
āKarena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.ā (1 Petrus 1:23).
Benih tanaman itu bermacam-macam dan memiliki cara dan keinginannya tersendiri agar dia dapat bertumbuh. Selain itu, benih mangga hanya bisa berbuah mangga, bukan durian.
Kalau kita ingin bertumbuh sebagai manusia Ilahi, maka benihnya harus berasal dari Allah sendiriākita tidak bisa mengusahakan benih tersebut dengan hikmat dan kekuatan kita sendiri.
Di dalam acara āShine Women Conference: Fruitfulā beberapa waktu yang lalu, banyak pesertanya yang menerima bibit tanaman beserta dengan pot kecil. Kalau kita ingin melihat bibit ini bertumbuh, maka tidak ada cara lainnya selain dari benih tersebut harus ditanam agar dapat bertumbuh.
āJadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.ā (Roma 10:17).
Saat kita membaca, merenungkan, dan mau melakukan kebenaran firman Tuhan.. maka benih tersebut akan mulai bertumbuh dan berbuah. Setiap kita dilahirkan baru dan diberi kerinduan serta keinginan untuk berubah.
Kalau kita tidak dilahirkan baru, maka kita tidak akan memiliki kerinduan untuk membaca Alkitab. Kita tetap jatuh bangun di dalam dosa, dan tidak ada kerinduan untuk meninggalkannya.
Perubahan itu datangnya dari hati. Ketika kita dilahirkan baru, maka kita akan mendapatkan hati yang baru. Karena itulah kalau kita belum dilahirkan baru, maka hati kita juga masih belum memiliki kerinduan untuk berubah.
Tetapi yang menjadi pertanyaannya adalah,
āApakah kita sudah lahir baru?ā
Lahir Baru sendiri adalah sebuah momen di mana kita membuat keputusan untuk meninggalkan cara kehidupan kita yang lama, kita memutuskan untuk hidup dan percaya pada Yesus Kristus yang sudah mati menebus dosa dan bangkit dari kematian untuk mengalahkan kuasa maut.
Berilah kesempatan pada Tuhan dan juga diri kita untuk dapat dilahirkan baru. Bangunlah relasi yang karib bersama dengan Bapa, karena hal ini jauh lebih penting dari semua yang kita miliki di dunia ini. Melalui penebusan karya Salib Kristus, setiap kita manusia berdosa diberi kesempatan untuk menjadi anak-anak Allah. Kalau hanya sekadar agama, tidak dapat menghasilkan relasi yang karib bersama dengan Bapa di Surga.
Saat awal mula kita mengalami kelahiran baru, maka kita mengalami kasih yang mula-mula. Semua yang kita lakukan terasa seperti bentuk pelayanan yang tulus kepada Dia. Tetapi sekarang, semua terasa menjadi beban dan membuat lelah.
Marilah kembali pada kasih yang mula-mula.
Setiap kita telah ditebus dan diampuni dari segala dosa, dan kita dapat memanggil-Nya Bapa. Marilah membangun hubungan karib bersama-Nya.
b. Percaya pada Yesus Kristus.
āsupaya setiap orang yang percaya kepada-Nya (Yesus) beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.ā (Yohanes 3:15-16).
Pada suatu hari tangan dari istri Bp. Tjipto merasa sakit dan diputuskan untuk diterapi. Lalu Ibu terapisnya bercerita kalau anaknya pernah memiliki masalah dengan pernapasan. Saat asmanya kambuh, dibawa ke dokter dan diberi obat. Lalu pada malam harinya saat mengalami sesak napas, anaknya ini segera meminum obat dari dokter dan bisa bernapas lega. Tetapi pada saat mau tidur, napasnya kembali terasa sesak lagi.
Sempat dibawa ke beberapa dokter, tetapi hasilnya sama: Napas terasa sesak dan tidak bisa tidur.
Lalu pada akhirnya anak ini diputuskan untuk dirawat di sebuah rumah sakit, yang di setiap kamarnya memiliki foto Tuhan Yesus.
Hingga pada suatu hari, anak ini melihat bahwa Tuhan Yesus keluar dari foto tersebut, memanggilnya, menjamah, dan menyembuhkan penyakitnya. Lalu anak ini tertidur pulas tanpa merasa sesak, untuk pertama kalinya. Selama dua hari penuh, yang dilakukan anak ini hanyalah makan dan tertidur dengan pulas.
Hingga suatu hari, anak ini memberanikan dirinya untuk bercerita pada orang tuanya tentang Tuhan Yesus yang sudah menjamah dan menyembuhkan dirinya. Sejak saat itu anak ini memiliki kerinduan untuk mengenal Tuhan Yesus lebih dalam dan membaca firman-Nya di dalam Alkitab.
Lebih lanjut Ibu ini bercerita kalau di dalam keluarganya memiliki permasalahan. Istrinya Bp. Tjipto mengingatkan kalau anaknya sudah disembuhkan Tuhan Yesus, mengapa dirinya tidak berseru dan meminta pertolongan-Nya? Karena Tuhan Yesus masih sanggup untuk menolongnya.
1-2 minggu kemudian setelah terapi tersebut, saat berada di dalam kamar mandi mendengar ada suara yang memanggil Ibu ini..
āIkutlah Aku..ā
Lalu Ibu ini mencari gereja terdekat, dan karena belum pernah ke gereja sebelumnya, Ibu ini memutuskan untuk duduk di bagian luar gereja di dekat tempat parkir. Ketika duduk dan mengikuti jalannya ibadah, Ibu tersebut dijamah oleh kasih Tuhan dan merasakan lawatan-Nya.
Dengan percaya pada Yesus Kristus, maka dari anaknya berlanjut ke kedua orang tuanya.. dan mereka dapat mengalami lawatan Tuhan serta hidup keluarga ini diubahkan oleh-Nya.
c. Bertobat dari Dosa.
āKarena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan,ā (Kisah Rasul 3:19).
Dari kisah Ibu terapis di atas kita dapat belajar bahwa Tuhan itu mau mencari setiap kita, apa pun keadaannya, kenal Dia atau tidak.. kasih-Nya selalu mengejar hidup kita. Firman-Nya berkata,
āTuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.ā (2 Petrus 3:9).
Kalau kita sudah lahir baru, marilah bersukacita dan mengucap syukur atas keselamatan yang sudah Dia berikan. Jangan menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang sudah Dia beri, hanya untuk menjalani kehidupan yang tidak memuliakan nama-Nya. Tetapi kalau kita belum mengalami-Nya, maka hari ini adalah waktu-Nya yang terbaik untuk kita bertobat dari segala dosa dan mengikuti-Nya.
Tuhan tidak pernah meremehkan dan merendahkan seseorang. Dia mau agar setiap dari kita dapat membangun hubungan yang karib dengan Dia, dan memanggil-Nya Bapa.
Kedua. Lahir Baru adalah Kasih Karunia Allah, bukan hasil usaha manusia.
āSebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.ā (Efesus 2:8-9).
Kalau kita berpikir bahwa kita berharga karena kita dapat melakukan banyak hal yang jauh lebih baik dari orang lain, bisa melayani dan memberi lebih dari yang lain.. maka kita harus mengingat kembali bahwa keselamatan datangnya hanya karena anugerah-Nya, supaya kita orang berdosa dapat diselamatkan. Tidak peduli apa latar belakang atau apa yang sudah kita perbuat sebelumnya.
Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: āBukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!ā Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: āTidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.ā Lalu ia berkata: āYesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.ā Kata Yesus kepadanya: āAku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.ā (Lukas 23:39-43).
Mungkin saja saat seseorang yang disalib di sebelah Yesus sampai ke Surga, dirinya ditanya oleh malaikat mengapa dia datang ke Surga mengingat apa yang sudah diperbuat selama hidup di dunia begitu jahat dan mendapat hukuman setimpal, yakni hukuman salib. Pastinya dirinya juga tidak menyangka dan hanya bisa berkata,
āKarena Yesus yang punya Surga, menyuruh aku untuk datang di Surga sini..ā
Keselamatan bukan apa yang sudah kita lakukan, tetapi apa yang sudah Yesus lakukan bagi setiap kita. Keselamatan juga bukanlah hadiah bagi orang baik dan sempurna, tetapi anugerah bagi orang berdosa yang mau percaya kepada Kristus.
Semua Dia lakukan karena Dia sangat menyayangi setiap kita. Keselamatan adalah satu hal yang tidak bisa dibeli dan diperjuangkan, semua murni hanyalah karena anugerah-Nya semata.
Karena itu ketika Tuhan melembutkan hati kita untuk menyerahkan hidup seutuhnya pada Dia dan memuliakan nama-Nya, jangan pernah meremehkan anugerah yang Dia beri bagi kita.
Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: āBukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.ā (Lukas 5:31-32).
Tuhan Yesus tahu, tanpa Dia hidup kita dapat hancur karena dosa. Untuk itulah Dia datang.
Pada suatu hari Bp. Tjipto diberi kesempatan untuk mengajar kelas yang diisi oleh pemimpin anak-anak muda. Lalu Bp. Tjipto memberi mereka waktu 5 menit untuk berdoa dan menulis apa yang Tuhan mau untuk mereka lakukan, di dalam hidupnya.
Waktu 5 menit tersebut menjadi bertambah lama ketika satu per satu anak muda tersebut menangis karena dijamah kasih dan kebaikan Tuhan. Mereka diingatkan kembali betapa besar kasih anugerah Tuhan di dalam hidupnya, dan betapa besar rencana-Nya di dalam hidup mereka.
Pertanyaannya,
āKapan terakhir kalinya Tuhan melawat kita dengan kasih dan kebaikan-Nya, yang membuat kita sampai menangis dan terharu karena-Nya?ā
Apakah kita masih mengingat kasih kita yang mula-mula, saat kita dekat dengan Dia, dan kasih karunia-Nya melembutkan hati kita? Tetapi kini dengan berjalannya waktu, kita disibukkan dengan banyak hal di dalam kehidupan dan hati kita mengeras.
Berhentilah sejenak, ingatlah kembali kasih kita yang mula-mula kepada-Nya, dan biarlah Dia kembali melembutkan hati kita.
Pada suatu hari besan / orang tua dari menantu Bp. Tjipto harus dioperasi besar. Sudah 2x operasi besar, tetapi dokter meminta izin untuk dilakukan ketiga kalinya dengan alasan dapat terjadi serangan jantung yang jauh lebih parah di satu minggu ke depan. Tetapi pada malam harinya, betapa terkejutnya Bp. Tjipto karena mendengar kabar bahwa besannya meninggal dunia.
Lebih lanjut pihak keluarga besar juga tidak bisa menerima karena ada dugaan malapraktik / praktik kedokteran yang salah, tidak tepat, menyalahi undang-undang atau kode etik.
Padahal di hari Minggunya, ada acara engagement / pertunangan putra kedua dari Bp. Tjipto. Dan⦠acara tutup peti besannya, diputuskan di hari Minggu. Karena itu di paginya Bp. Tjipto dan istri ke Grand Heaven Surabaya / rumah duka, lalu pulang ke rumah untuk dirias, dan baru berangkat untuk menghadiri acara engagement.
Di hari Kamis siang besan pertama dimakamkan, Kamis malamnya besannya yang kedua masuk rumah sakit dan harus dioperasi.
Sabtu pagi harus datang di pemberkatan nikah putra keduanya, dan besannya duduk di kursi roda ditemani dokter dan perawat profesional.
Melaluinya Bp. Tjipto diingatkan bahwa Tuhan tidak mencari orang-orang yang tidak memiliki masalah, ataupun yang sempurna. Tetapi Dia mencari yang terhilang, hancur, dan ditolak. Dia mencari orang-orang yang sudah tidak lagi memiliki pengharapan. Untuk inilah Dia datang dan mau menyatakan kasih dan kuasa-Nya.
Di tengah permasalahan yang sedang dihadapi hari-hari ini, Tuhan mau dekat dengan kita. Dia tidak pernah jauh dan meninggalkan setiap kita. Dia mau memberikan kasih karunia-Nya agar setiap kita dimampukan untuk dapat menjalani berbagai musim kehidupan bersama dengan Dia.
Ketiga. Lahir Baru menghasilkan pengikut Kristus yang berani.
āSesudah itu Yusuf dari Arimatea ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu. Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya. Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat.ā (Yohanes 19:38-40).
Bila di dalam Yohanes 3:1-2 kita membaca bahwa Nikodemus takut dan bertemu Yesus di malam hari, setelah mengalami kelahiran baru, hidupnya diubahkan. Nikodemus menyadari bahwa tanpa momen Salib Kristus, dosa-dosanya tidak dapat diampuni. Dirinya menyadari bahwa keselamatan hanyalah anugerah yang diberikan Kristus.
Semua orang mengetahui sekarang siapa Nikodemus, tetapi dirinya menyatakan..
āDia (Yesus) yang ditolak semua orang, sekarang kuakui sebagai Rajaku..ā
Mungkin kita merasa malu karena dianggap terlalu fanatik, tetapi kita dapat belajar dari keteladanan Nikodemus yang tidak lagi memusingkan apa kata orang-orang di sekitarnya dan hanya berfokus pada Tuhan Yesus sebagai Rajanya.
Saat kita mengalami kelahiran baru dan menyadari bahwa kita adalah orang-orang yang sudah ditebus, maka kita menjadi berani untuk menyaksikan kasih dan kebaikan Kristus, yang sudah kita terima.
Pada Tgl. 18 Desember 1989, Ayah dari Bp. Tjipto tidak bisa menelan dan dimasukkan ke rumah sakit. Banyak dokter spesialis berusaha mencari apa penyebabnya, tetapi tidak menemukannya. Beberapa teman merujuk untuk diperiksa lebih lanjut ke rumah sakit di Singapura. Singkat cerita, dapat tiket pesawat pada Tgl. 30 Desember.
Selama di Surabaya, banyak teman mendoakan kesembuhan beliau, termasuk Pdt. Jerimia Rim. Tetapi keadaannya semakin menurun.
Lalu pada suatu hari, Ayah dari Bp. Tjipto meminta untuk dibacakan Alkitab. Bahkan di hari esoknya, Ayahnya bercerita kalau dirinya sudah tidak sabar untuk masuk di taman yang indah. Padahal Ayahnya selama ini jarang membaca Alkitab, dan tak sedikit orang yang takut menghadapi kematian.
Tidak sampai 3 minggu, beliau berpulang ke rumah Bapa di Surga. Setelah acara pemakaman selesai, Ibu Bp. Tjipto bercerita kalau kini dirinya memutuskan untuk mengikut Yesus dan meninggalkan tradisi sembahyangan. Beliau juga mengikuti Kelas Dasar Kekristenan dan Hidup Berjemaat di Gereja MDC Surabaya. Tuhan juga memberi keberanian pada beliau untuk memberitakan Injil dan mendoakan orang sakit.
Ketika kita mengizinkan Yesus untuk masuk dan memimpin hidup kita, maka Dia akan mengubah setiap kita. Dari kebiasaan berbuat dosa, kita sekarang diberi kerinduan untuk menyenangkan hati-Nya. Karena itu pertanyaannya,
āApakah nama Yesus masih menggetarkan hati kita? Setiap dari kita mungkin masih rajin dalam melayani dan memberi, tetapi apakah Yesus itu masih berarti di hidup kita? Apakah kita juga memiliki kerinduan agar orang lain dapat mengenal Yesus, merasakan kasih dan kebaikan-Nya?ā
Mungkin posisi kita hari-hari ini melihat bahwa keinginan dunia jauh lebih menarik, dan tak jarang mengizinkan dosa dan kepahitan menguasai sehingga membuat kita semakin menjauh dari Dia. Hari ini adalah hari yang terbaik, Tuhan mau memperbarui dan mengubah hidup kita.
Perubahan yang paling penting di dalam kehidupan tidak hanya perubahan perilaku saja, tetapi juga perubahan hati / yang ada di dalam. Datanglah pada-Nya. Tuhan Yesus sayang sama kita..
āMarilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.ā (Matius 11:28-30).
Amin. Tuhan Yesus memberkati..



Komentar