Prayudi Widjojo - Over the Storm
- 1 jam yang lalu
- 12 menit membaca
Catatan Khotbah: āOver the Storm.ā
Ditulis ulang dariĀ sharingĀ Ps. Prayudi Widjojo di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 10 Mei 2026.
Tuhan rindu agar setiap dari kita dapat bertumbuh serta dipakai untuk menjadi Tubuh Kristus yang dapat berfungsi dan menjadi berkat bagi sesama. Selain itu, Dia juga mau menaikkan tingkat iman dan kepercayaan kita kepada-Nya.
Melalui judul pemberitaan firman Tuhan pada hari ini yakni āOver the Stormā, Dia rindu agar setiap dari kita tidak hanya dapat melalui badai saja, tetapi juga diberi hikmat dan kekuatan untuk mengatasinya. Setiap dari kita dimampukan untuk menjadi seorang pemenang bahkan lebih darinya (Roma 8:37), dan mengalami kemenangan demi kemenangan bersama dengan Dia yang selalu memberikan kita kekuatan.
Karena itu bukalah hati kita, bacalah perenungan firman Tuhan tidak hanya dengan telinga tetapi juga dengan hati yang terbuka terhadap-Nya.
Latar Belakang Kisah Elia.
Kemudian berkatalah Elia kepada Ahab: āPergilah, makanlah dan minumlah, sebab bunyi derau hujan sudah kedengaran.ā (1 Raja-raja 18:41).
Latar belakang dari ayat ini adalah Tuhan telah memberhentikan embun dan hujan selama 3,5 tahun lamanya, Izebel telah membunuh banyak nabi Tuhan, Elia duel bersama dengan 450 nabi baal, altar dengan lembu yang dipotong, Elia membangun mazbah dan membuat parit, serta 4 buyung air yang dituang di atas korban serta api Tuhan yang menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya (ayat 38).
Di tengah musim kekeringan tersebut, Tuhan tetap setia menyatakan mukjizat pemeliharaan-Nya di dalam hidup Elia. Tuhan mengajar dan mempertajam pendengaran Elia untuk mendengar firman-Nya tidak hanya dengan telinga saja, tetapi juga dengan Roh Tuhan yang berkata di hatinya.
Kita telah mengenal bagaimana terjadinya peristiwa alam, kalau mau terjadi hujan selalu diawali dengan adanya awan gelap disertai dengan bunyi petir. Tetapi sudah 3,5 tahun tidak pernah turun hujan di seluruh dataran Israel, dan Dia kini malah mengirimkan api yang menyambar habis korban bakaran beserta air di dalam parit.
Memang hal ini adalah mukjizat luar biasa, tetapi sesungguhnya yang bangsa Israel butuhkan adalah air, bukannya api yang turun dari langit.
Kalau kita sedang mengalami masa kekeringan, dari kisah Elia di atas kita dapat belajar akan datang saatnya.. hujan akan turun membasahi bumi.
Kata ābunyi derau hujanā di dalam versi New International Version / NIV memakai kata the sound of a heavy rain / suara badai. Pastinya badai ini bukan yang bertujuan untuk menghancurkan hidup kita, tetapi yang sudah lama kita nanti, karena akan mengangkat iman dan hidup kita.
Kalau kita dapat melihatnya dengan mata rohani, maka ambil dan imanilah buat hidup kita.
Pemeliharaan Tuhan di Masa Kekeringan.
Selain itu kita telah belajar bahwa pekerjaan pencuri / Iblis di dalam firman Tuhan,
āPencuri (Iblis) datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku (Yesus) datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.ā (Yohanes 10:10).
Iblis datang untuk mencuri, membunuh, serta membinasakan iman dan damai sejahtera yang ada di dalam hidup kita. Tetapi Tuhan datang untuk memberi kita hidup di dalam kelimpahan / overflow. Sekalipun keadaan di sekitar bisa jadi diizinkan mengalami musim kekeringan, tetapi Tuhan itu setia dan Dia pasti memelihara hidup kita.
Kita dapat melihatnya di dalam hidup Elia. Sekalipun dirinya tetap diizinkan hidup di dalam musim kekeringan, Tuhan berfirman:
āPergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana.ā (1 Raja 17:3-4).
Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu. Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia: āBersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan.ā (ayat 7-9).
Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: āCobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum.ā Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: āCobalah ambil juga bagiku sepotong roti.ā (ayat 10-11).
Elia berpikir bahwa selama ini Tuhan sudah setia memeliharanya melalui sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan, serta memerintahkan burung gagak untuk memberinya makan. Kali ini Elia berpikir bahwa pemeliharaan Tuhan sekali lagi pasti akan terjadi, melalui janda di Sarfat yang memberinya makan dan memeliharanya.
Tetapi janda tersebut menjawabnya,
āDemi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati.ā (ayat 12).
Tetapi Elia berkata kepadanya: āJanganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi.ā (ayat 13-14).
Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya. Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia. (ayat 15-16).
Elia sama sekali tidak meragukan dan mempertanyakan perintah Tuhan yang menyuruhnya untuk pergi ke janda tersebut. Sekalipun di depan matanya diperlihatkan bahwa janda tersebut keadaannya juga sedang terjepit, Elia tetap menyampaikan perintah Tuhan yang telah didengarnya. Melalui kisah ini kita belajar,
āElia tidak melihat masalah yang menghadang langkah di depannya sebagai sebuah halangan, karena dia percaya bahwa Tuhan yang disembahnya, tidak terbatas kuasa-Nya.ā
Elia melihat ketidakcukupan yang dimilikinya, dan dia mau menyerahkan pada Tuhan, maka Dia yang akan mencukupkannya. Bagi kita mungkin tampak kecil dan remeh, tetapi Tuhan sanggup untuk memberkati dan melipatgandakan agar dapat memberkati dan memelihara hidup kita.
Contoh aplikasinya di dalam Alkitab adalah kisah 5 roti dan 2 ikan dengan sisa 12 bakul (Matius 14:13-21) dan 7 roti serta beberapa ikan kecil dengan sisa 7 bakul penuh (15:32-38). Apa yang terlihat manusia tampak kecil dan remeh, Tuhan masih bisa memakai untuk memelihara kehidupan anak-anakNya, hingga berkelimpahan.
Tuhan mau agar setiap dari kita itu menyerahkan seluruh hidup kita kepada-Nya. Sekalipun latar belakang kehidupan kita kurang baik, Tuhan tidak mencari yang sempurna dan mau menerima setiap kita. Bahkan Dia dapat memulihkannya.
Pada suatu hari di ruang pengadilan, Ps. Prayudi bertemu dengan seseorang yang hidupnya hancur dan sering keluar masuk penjara. Di dalam hatinya, Ps. Prayudi menyesalkan mengapa harus bertemu dengan seorang hopeless / sudah tidak lagi memiliki harapan. Tetapi saat mata mereka berdua bertemu, Tuhan berbisik di dalam hatinya,
āI love this guy. Aku mengasihi pria ini.ā
Setelah hakim menjatuhkan vonis untuk mendekam di dalam penjara selama 3 tahun, di pintu belakang Ps. Prayudi meminta izin untuk berbicara sejenak. Setelah berkenalan, dirinya berkata:
āAku tidak mengenalmu, tetapi ada Satu orang yang mengenalmu. Nama-Nya adalah Yesus. Dia berkata bahwa Dia sayang dan peduli sama kamu. Aku sama sekali tidak tahu bagaimana caranya untuk menolongmu.. tetapi saat menatap matamu, aku tahu masih ada harapan. Ada kasih Tuhan dan Dia berkata bahwa Dia peduli padamu..ā
Mendengarnya, orang ini menangis dan berkata bahwa selama ini tidak ada seorangpun yang pernah mengatakan hal tersebut kepadanya.
Setelah menyelesaikan masa tahanannya, hatinya diubah Tuhan menjadi lembut. Seseorang yang memiliki hati yang sangat keras, masih bisa diubah-Nya. Padahal di mata keluarganya sendiri, orang ini terkenal pembuat masalah / troublemaker.
Ada kisah lainnya saat Ps. Prayudi berlibur di Magelang, dan saat itu mengunjungi Gereja Ayam. Saat itu dirinya hendak mencari di mana letak dari kamar kecil pada seseorang, dan Tuhan berbisik di dalam hati untuk berkata pada orang tersebut,
āAku menyayangi orang ini.ā
Orang tersebut sempat bertanya tentang hobi dari Ps. Prayudi, yakni berlari, melihat dari sepatu yang dikenakannya. Singkat cerita saat Ps. Prayudi meminta izin untuk mendoakan, orang ini kemudian menangis dan bercerita kalau hidupnya sudah hancur karena terlibat judi dan obat-obatan terlarang. Bahkan saat itu, dia sudah memiliki rencana untuk mengakhiri hidupnya.
Tuhan sangat menyayangi setiap kita, apa pun masalah yang sedang dihadapi. Sekalipun kita mungkin berada di dalam musim āpadang gurunā dan merasa Tuhan sangat jauh dengan kita..
āBe still. Tetaplah tenang..ā
Mintalah Tuhan untuk berbicara dan dengarkan apa yang ingin Dia sampaikan melalui hidup kita. Dia juga rindu untuk dapat memakai hidup kita untuk dapat menjadi penyambung lidah, mengatakan bahwa Tuhan masih peduli dan sayang pada diri kita dan juga orang-orang di sekitar.
Hidup kita sangatlah berharga di mata-Nya.
Janji Berkelimpahan dimulai dari Hubungan Pribadi yang kita Bangun di dalam Doa.
āLalu Ahab pergi untuk makan dan minum. Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya.ā (1 Raja-raja 18:42).
Tuhan memiliki janji hidup yang berkelimpahan, dan hal ini dimulai dari keputusan kita untuk membangun hubungan karib bersama dengan-Nya di dalam doa dan pembacaan firman-Nya.
Kita dapat belajar dari Elia. Setelah momen kemenangannya bersama dengan Tuhan di gunung Karmel, dirinya tidak merayakan dan bersenang-senang. Bisa jadi seluruh bangsa Israel pada saat itu memuji dirinya, bahkan raja Ahab sendiri pergi untuk makan dan minum. Tetapi Elia,
ā..naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya.ā
Mengapa di ayat di atas diperlihatkan bahwa Elia memutuskan untuk menyembah Tuhan? Karena Elia menyadari sangatlah penting hubungan yang terus kita bangun secara karib bersama dengan Tuhan di dalam doa dan pembacaan firman-Nya di dalam Alkitab. Tidak ada cara lainnya untuk kita dapat mendengar firman Tuhan sebab,
āJadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.ā (Roma 10:17).
Elia membungkuk ke tanah karena mengucap syukur pada Tuhan. Semua kedahsyatan yang terjadi di dalam hidupnya bukan karena kuat dan hebatnya Elia sebagai manusia biasa, tetapi semua karena ada Pribadi Tuhan yang telah menyatakan kuasa dan mukjizat-Nya.
Karena itu gantungkanlah pengalaman pribadi kita di dalam doa dan pembacaan firman-Nya secara karib di dalam Alkitab. Jangan hanya menggantungkan diri melalui khotbah yang sudah disampaikan orang lain, ataupun berbagai pelayanan yang sudah kita lakukan.
āTetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.ā (Matius 6:6).
Janji Berkelimpahan dimulai dari Iman yang terus kita Bangun dengan Konsisten.
Setelah itu ia berkata kepada bujangnya: āNaiklah ke atas, lihatlah ke arah laut.ā Bujang itu naik ke atas, ia melihat dan berkata: āTidak ada apa-apa.ā Kata Elia: āPergilah sekali lagi.ā Demikianlah sampai tujuh kali. Pada ketujuh kalinya berkatalah bujang itu: āWah, awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut.ā Lalu kata Elia: āPergilah, katakan kepada Ahab: Pasang keretamu dan turunlah, jangan sampai engkau terhalang oleh hujan.ā (1 Raja-raja 18:43-44).
Yang Elia dengar pada saat itu bukanlah pendengaran dari telinga jasmani, tetapi dari imannya. Saat kita mengucapkan firman Tuhan pada masalah yang sedang kita hadapi, akan terjadi perubahan. Karena itu setelah Tuhan berperkara besar dan menjawab berbagai permohonan doa, jangan pernah berpikir kalau kita mencari Tuhan hanya saat ada masalah mendesak saja.
Investasi terbesar di dalam hidup kita adalah iman yang terus kita bangun secara konsisten bersama dengan Tuhan, bukan pada isi dunia ini.
Karena itu, teruslah konsisten dan memperdalam doa pribadi dan pembacaan firman kita.
Kita dapat belajar tentang membangun iman harus tetap konsisten dari kisah Elia yang menyuruh bujangnya untuk melihat ke arah laut, sampai 7 kali. Tetaplah konsisten berdoa, sampai kita melihat dan menerima jawaban terbaik dari Dia.
āMintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.ā (Matius 7:7-8).
Belajar dan perdalam terus wawasan kita tentang firman Tuhan, jangan hanya bergantung dari khotbah / hasil perenungan orang lain saja.
Janji Berkelimpahan selalu dimulai dengan sebuah badai yang diizinkan terjadi di dalam hidup kita.
āMaka dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat. Ahab naik kereta lalu pergi ke Yizreel.ā (1 Raja-raja 18:45).
Setiap orang pasti memiliki pergumulan masalah. Di Amerika sendiri pada tahun 2007 telah terjadi kejatuhan ekonomi dan pada saat itu, Ps. Prayudi harus menjual rumahnya demi mempertahankan keberlangsungan hidup keluarganya.
Sebelum menjual rumah, istrinya berkonsultasi dengan sebuah agen properti dan bertanya berapa komisi yang didapat saat menjual sebuah rumah. Karena mengetahui komisinya cukup besar, akhirnya istrinya diberi hikmat untuk mencoba menekuni profesi agensi properti ini. Tuhan memberkati pekerjaan agensi ini, dan akhirnya tidak jadi menjual rumah yang dimiliki.
Karena rumah sebelumnya agak kecil, Ps. Prayudi berencana untuk mencari dan membeli rumah agak besar, sesuai dengan budget / anggaran dana yang dimilikinya. Dan Tuhan memberikan mukjizat-Nya serta mencukupkan dananya. Saat istrinya mengurus di notaris, sekali lagi istrinya banyak bertanya dan belajar mengenai profesi ini. Tuhan memberinya hikmat, dan kini istrinya bertambah profesi menjadi seorang notaris.
Awal-awal menjadi notaris, butuh banyak belajar dan sering dimarahi banyak orang. Tetapi saat pandemi COVID-19 datang, istrinya Ps. Prayudi berkeliling di banyak tempat karena pada saat itu tidak ada seorangpun yang berani keluar dari rumah. Tuhan memberkati dan memelihara keluarga Ps. Prayudi, di zaman pandemi.
Pada saat putrinya hendak berkuliah, putrinya ini belajar tentang finansial / keuangan. Tuhan memberkati dan memberinya hikmat, sehingga kini putrinya menjadi seorang financial agent yang sudah membantu dirinya sendiri dan juga banyak orang yang dilanda masalah finansial.
Masalah yang dihadapi bisa jadi tetap sama, tetapi Tuhan memberi kita hikmat untuk dapat melihatnya dari sudut pandang berbeda.
Bagi banyak orang, masalah bisa menjadi āmasya Allahā dan melahirkan banyak keluhan lainnya. Tetapi masalah juga bisa menjadi āmasa Allahā tidak sanggup untuk memberi jalan terbaik bagi anak-anakNya? Masa Allah tidak sanggup untuk memberkati dan memelihara hidup anak-anakNya, apa pun musim yang sedang mereka hadapi?
Elemen Badai = Elemen Kuasa Roh Kudus.
Ketiga elemen badai di atas yakni lidah-lidah api, tiupan angin keras sebelum lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran, hinggap, dan memenuhi orang percaya dengan Roh Kudus di hari Pentakosta (Kisah Rasul 2:1-4) 1āberbicara tentang breath of life / hembusan kehidupan, serta hujan badai yang berbicara tentang air yang menghidupkan setiap orang yang percaya pada Kristus.
āAku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.ā (Yohanes 14:16-17).
Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang demikian kata-Nya ātelah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.ā (Kisah Rasul 1:4-5).
Karena itu sangatlah penting bagi kita untuk membangun hubungan karib dengan Dia di dalam doa pribadi dan juga pembacaan firman Tuhan di dalam Alkitab. Dia memberikan seorang Penolong, tetaplah menanti-nantikan waktu-Nya untuk menjawab permohonan doa kita sesuai dengan waktu dan kehendak-Nya yang terbaik.
Setiap orang yang percaya pada Kristus pasti memiliki Roh Kudus, tetapi kuasa Roh Kudus baru dapat bekerja dengan maksimal melalui kehidupan kita sebagai hasil dari kita tetap bertekun menantikan Dia di masa kekeringan dan yang tidak mengenakkan hidup kita. Setelah Roh Kudus menyertai kita dengan kuasa-Nya, barulah kita dapat pergi dan menjadi saksi-Nya..
āTetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.ā (Kisah Rasul 1:8).
Kita tidak perlu harus menunggu sampai memiliki segala sesuatu yang ada di dalam dunia ini, ataupun mengalami mukjizat-Nya. Sebab seseorang yang percaya 100 persen pada Tuhan jauh lebih hebat dari seseorang yang sering mengalami mukjizat.
Mengapa?
Sebab mukjizat selalu diawali dari masalah, dan melalui masalah kita dapat belajar mengenal Tuhan lebih dalam serta mendewasakan karakter kita.
Terrific Storm Vs. Terrible Storm.
āAnd soon the sky was black with clouds. A heavy wind brought a terrific rainstorm..ā (1 Kings 18:45, New Living Translation / NLT).
Ada perbedaan utama antara kata terrific dan terrible, yang memiliki makna berlawanan.
Kata terrific memiliki konotasi positif dan diigunakan untuk mendeskripsikan sesuatu yang luar biasa, hebat, atau sangat menyenangkan. Sedangkan kata terrible, digunakan untuk mendeskripsikan sesuatu yang sangat buruk, mengerikan, atau tidak menyenangkan.
Karena itu hujan yang lebat / badai membawa berkat dan bukan masalah. Badai / a heavy wind memang kuat dan memiliki kuasa untuk menghancurkan. Tetapi di sisi lainnya, badai juga memiliki kuasa untuk memulihkan.
Tuhan akan mengirimkan terrific storm / badai untuk mengangkat hidup kita, bukan terrible storm / badai yang menghancurkan hidup kita.. sama seperti momen terrific rainstorm yang dialami Elia untuk memproses dan membangkitkan imannya, sampai akhirnya turunlah hujan yang lebat.
Belajar Melihat Kebaikan Tuhan.
āEngkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.ā (Mazmur 23:5).
Dari ayat di atas kita dapat belajar sekalipun kita harus melalui masa kekeringan dan berada ādi hadapan lawanā, hidup kita tetap dapat mengalami kelimpahan. Hal ini dapat terjadi karena kita lapar dan haus akan kebenaran firman Tuhan, bukan hanya lapar akan roti saja.
Seseorang yang dimampukan Tuhan untuk mengatasi badai / over the storm, akan seperti rajawali yang mengatasi badai dengan cara menghadapi dan memanfaatkannya untuk terbang lebih tinggi, bukan bersembunyi atau menghindar. Saat badai datang, rajawali merentangkan sayapnya, menggunakan kekuatan angin kencang untuk membumbung tinggi di atas awan, sehingga berada di atas badai tersebut.
Saat kita memiliki hubungan karib dengan Tuhan, maka saat ada masalah, kita akan terus memperdalam hubugan karib kita dengan Dia. Tuhanlah yang akan berperang menggantikan kita, tugas kita hanyalah melebarkan sayap dan terbang tinggi, jangan lari dari masalah yang ada.
Dan semuanya bukan tentang usaha dan kekuatan kita pribadi, tetapi tentang Pribadi Tuhan yang pasti akan membela hidup kita. Tentang Nama-Nya yang harus dipermuliakan melalui hidup kita.
Di tahun 2022, Ps. Prayudi menghadapi masalah. Gereja yang dirintisnya di Amerika mengalami masalah hebat, sehingga banyak jemaat pada akhirnya memutuskan untuk meninggalkan gereja yang digembalakannya. Fokusnya memang melayani Tuhan, tetapi melihat jemaat yang tinggal beberapa orang.. telah menciutkan imannya.
Lalu dirinya mulai mengeluh pada Tuhan dan merasa sudah berkorban banyak, tapi kok diizinkan mengalami kejadian seperti ini. Tak lama kemudian, dirinya segera menyadari bahwa dia tidak berhak untuk menuntut Tuhan sebab Dia sendiri sudah melakukan banyak hal di dalam hidup kita.
Kematian-Nya di atas kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita dan kebangkitan-Nya dari kematian jasmani untuk mengalahkan kuasa maut.. seharusnya menyadarkan setiap kita untuk tidak melakukan breakdown dan mengadakan banyak perhitungan bersama dengan Tuhan.
Di dalam perenungannya, Ps. Prayudi meminta pada Tuhan agar Dia membukakan matanya untuk dapat belajar melihat kebaikan-Nya, melebihi segala permasalahan yang sedang dihadapinya.
Sering kali kita merasa sudah kasih satu hal pada Tuhan, dan Dia harus memberi banyak hal buat kita. Tetapi saat kita diizinkan harus melalui badai, sebenarnya itu baik dan kita membutuhkannya untuk dapat membuat kita lebih dalam mengenal Tuhan dan mendewasakan karakter kita.
Pada suatu hari Ps. Prayudi hiking / mendaki naik ke atas gunung. Di atas puncak, dirinya dapat melihat ke bawah dan kejauhan betapa indah pemandangannya. Padahal yang dia lihat saat itu hanyalah lembah, yang dilihat dari puncak.
Apa maksudnya?
Di atas puncak gunung kita bisa melihat banyak lembah, karena kita memutuskan untuk naik bersama Tuhan, masuk dan memperdalam hubungan kita secara pribadi di dalam doa dan pembacaan firman-Nya di dalam Alkitab.
Karena kita memilih untuk menghadapinya bersama dengan Tuhan, maka Dia yang akan memberikan pada kita hikmat dan kekuatan untuk mengubah sudut pandang yang kita miliki selama ini, dan hal ini nantinya juga akan memperdalam cara kita percaya pada Tuhan selama ini.
Amin. Tuhan Yesus memberkati..




Komentar