top of page

Andreas Rahardjo - Mendengar Suara Tuhan

  • 1 jam yang lalu
  • 11 menit membaca

Catatan Khotbah: ā€œMendengar Suara Tuhan.ā€



Ditulis ulang dari sharing Bp. Pdt. Andreas Rahardjo di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 17 Mei 2026.


Mendengar suara Tuhan bukan monopoli dari hamba Tuhan tertentu saja, tetapi setiap dari kita anak-anakNya bisa mendengarkan suara-Nya.


Steven Furtick berkata,


ā€œThe voice you believe will determine the future you experience. Suara yang Saudara percayai akan menentukan bagaimana masa depan yang nantinya Saudara akan alami.ā€


Di zaman dahulu kita hidup di dalam dunia yang hening dan tidak banyak berita, tetapi kini kita hidup di dalam dunia yang bising, yang dipenuhi dengan banyak berita di setiap media sosial / medsos yang ada. Kita harus berbijaksana untuk memilih suara mana yang harus kita dengar, karena tidak semua suara harus didengar dan dimasukkan di dalam hati. Tetapi kita juga tidak boleh menutup kemungkinan kalau Tuhan juga masih dapat berbicara melalui berbagai medsos tersebut.


Ada pasangan suami dan istri yang minta didoakan oleh Pdt. Andreas Rahardjo karena bisnis yang dikerjakan selama ini mengalami kolaps. Lalu Tuhan memberikan ide dan hikmat, istrinya ingin mencoba dunia kuliner dan lebih lanjut dia melihat berbagai tayangan Youtube masakan. Setelah mencoba banyak kali, istrinya memberi contoh masakan yang sudah dibuatnya pada teman-temannya, dan banyak yang menyukainya.


Lalu semua temannya ini membantu memasarkannya, sehingga dari usaha awal yang hanya berwujud online kini Tuhan memberkati dengan adanya depot berwujud tetap.


Tuhan dapat berbicara dan menyampaikan kehendak-Nya melalui apa pun. Kini usaha dari pasangan suami dan istri tersebut semakin diberkati, dan keduanya juga bertumbuh di dalam Tuhan serta menjadi berkat bagi sesama.


Joyce Meyer mengatakan,


ā€œWhen you take time with God and listen to His voice, He renews your strength and enables you to handle life.


Ketika Saudara meluangkan waktu bersama Tuhan dan mendengarkan suara-Nya, maka Dia akan memperbarui kekuatan Saudara dan memampukan untuk menghadapi kehidupan.ā€


Kita hidup bukan di dalam dunia yang tidak memiliki masalah. Selama 5-6 tahun terakhir, banyak yang melakukan konseling pada Pdt. Andreas dan hal ini tidak ada hentinya.


Kalau kita mau tenang, berdoalah untuk mendengar suara Tuhan dan berusaha untuk mengerti apa yang menjadi kehendak-Nya, maka kita akan mendapat jawaban terbaik dari Dia dan hati kita akan dibuat berkobar-kobar kembali.


Pengalaman dua orang yang pergi ke Emaus.


ā€œKata mereka seorang kepada yang lain: ā€œBukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?ā€ Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka.ā€ (Lukas 24:32-33).


Diceritakan di dalam Lukas 24, ada dua orang dari murid-murid Yesus yang hendak pergi ke sebuah kampung bernama Emaus. Lebih lanjut firman Tuhan mengatakan pada kita,


ā€œKetika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.ā€ (ayat 15-16).


Lalu Yesus bertanya pada 2 orang murid ini, apa yang sedang mereka percakapkan. Lalu mereka berhenti dan menjawab Yesus,


ā€œAdakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?ā€ Kata-Nya kepada mereka: ā€œApakah itu?ā€ Jawab mereka: ā€œApa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya. Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.ā€ (ayat 18-21).


Padahal bisa jadi dua orang murid ini berada di tempat kejadian yang sama saat Yesus melakukan banyak mukjizat. Pada saat Yesus masih berada di dalam dunia dan berkarya, para murid merasa aman dan masa depan mereka cerah. Tetapi ketika Yesus disalib dan mati, mereka menjadi sakit dan pedih hati. Mereka merasa bahwa masa depan mereka sudah hancur, dan tidak menyadari ada Yesus yang hidup dan sudah bangkit dari kematian, yang berdiri di samping mereka.


Tak sedikit pula yang karena beban hidup berkepanjangan, kita tidak lagi bisa menyadari Yesus yang sama itu masih tetap setia hadir dan menyertai setiap kita. Dia tidak pernah meninggalkan hidup kita sendirian.


Di tengah kedukaan mendalam, Yesus hadir di dalam hidup murid-muridNya. Di ayat 32 dikatakan pada kita, saat Yesus hadir dan bercakap-cakap.. hati mereka menjadi berkobar-kobar.


Selaput mata mereka terbuka ketika,


ā€œWaktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.ā€ (ayat 30).


Di titik terendah dan penuh keputusasaan, suara Tuhan membangkitkan iman mereka. Kedua murid juga menceritakan apa yang sudah terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti, kepada kesebelas murid dan teman-teman mereka.


Secara manusia, kita bisa saja mengalami keadaan stres dan tertekan. Tetapi saat kita bersekutu karib dan mendengar suara Tuhan berbicara, kita tetap setia menanti-nantikan Dia, firman Tuhan mengatakan pada setiap kita..


ā€œtetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.ā€ (Yesaya 40:31).


Mendengar suara Tuhan, bukanlah hal sulit.


Kerinduan Tuhan untuk dapat berbicara dan didengar anak-anakNya, jauh lebih besar dari kerinduan kita untuk mendengar suara-Nya.


Firman Tuhan berkata,


ā€œDomba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,ā€ (Yohanes 10:27).


Domba-domba itu mengenal suara dari gembalanya, anak-anak pun juga mengenal suara dari Ayah mereka. Saat kita sudah lahir baru di dalam Kristus, setiap kita dimampukan untuk dapat mendengar suara dan mendapat tuntunan dari Tuhan.


Dia rindu untuk dapat memimpin hidup kita sesuai dengan arahan terbaik-Nya. Hal besar dapat terjadi di dalam hidup, ketika kita menaati arahan-Nya.


Bagaimana Tuhan berbicara pada kita?


Pertama. Melalui kebenaran firman Tuhan yang tertulis di dalam Alkitab.


Kalau kita mendengar suara yang di-klaim sesama dan dikatakan bahwa dirinya mendapatkan pesan dari Tuhan.. maka hal itu harus diuji dan disaring melalui kebenaran firman Tuhan yang ada di dalam Alkitab. Di dalam Alkitab terdapat banyak ayat firman Tuhan yang menguatkan iman.


Salah satu ayat yang menguatkan iman dari Pdt. Andreas adalah,


ā€œSegala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.ā€ (Filipi 4:13).

Karena itu baca dan cintailah firman Tuhan, ada ayat-ayat tertentu pada saat dibaca dapat ā€œlompat dan hidupā€, dan menguatkan iman kita untuk menghadapi berbagai musim di dalam hidup ini. Momen itulah yang disebut dengan rhema.


Kedua. Melalui suara Roh Kudus yang berbicara di dalam hati kita.


Di bawah ini ada 3 kisah di mana Pdt. Andreas mendapat tuntunan suara Roh Kudus untuk dibagikan pada orang-orang di sekitarnya, dan Beliau taat menyampaikan suara-Nya.


Kisah Pertama.


Saat berada di sebuah toko buku, dan saat dirinya mau membayar di kasir. Tuhan memberi kesan di dalam hati Pdt. Andreas untuk menyampaikan pesan-Nya pada kasir tersebut. Setelah meminta izin terlebih dahulu untuk menyampaikan apa yang Tuhan taruh di dalam hatinya, Pdt. Andreas berkata pada kasir yang berdiri di depannya..


ā€œTuhan itu tahu apa yang sudah kamu doakan, sekalipun hari-hari ini kamu merasa sudah patah semangat karena apa yang kamu doakan seolah tidak terjadi. Tetapi tetaplah bersabar, karena sebentar lagi doamu diwujudkan Tuhan.ā€


Kisah Kedua.


Saat berada di kasir di toko lainnya, Tuhan menggerakkan hati Pdt. Andreas untuk menyampaikan pesan-Nya pada kasir..


ā€œJangan terlalu banyak kuatir. Tuhan itu tahu dan Dia masih sanggup untuk mencukupkan segala sesuatu yang menjadi kebutuhanmu..ā€


Mendengar hal ini, kasir di kisah kedua ini lalu menangis karena sebenarnya dia sedang hamil dan kuatir atas segala biaya yang nantinya diperlukan..


Kisah Ketiga.


Saat Pdt. Andreas berada di griya refleksi, Tuhan menyampaikan pesan-Nya..


ā€œKamu ini adalah anak terakhir dari keluargamu. Saat masih kecil, kamu ini sering diabaikan, tidak dihiraukan, dan tidak pernah didengar. Tetapi Tuhan berkata akan datang saatnya, suaramu akan didengar. Kamu diberkati Tuhan dengan apa yang kamu sudah setia lakukan, dan kamu tidak akan selamanya bekerja di griya refleksi ini.ā€


Dan ternyata, hari itu adalah hari terakhir di mana terapis tersebut ingin mengundurkan diri dari pekerjaannya di griya refleksi itu.


Roh Kudus bisa berbicara dan memberikan kesan di dalam hati, serta Dia dapat mendorong setiap kita untuk menyampaikan pesan-Nya bagi sesama yang membutuhkan tuntunan pertolongan-Nya.


Ketiga. Melalui khotbah, nasihat rohani, atau nasihat dari orang lain.


Tuhan dapat berbicara menyampaikan pesan dan kehendak-Nya melalui orang-orang yang ada di sekitar kita, termasuk dari orang-orang yang tidak kita sukai karena mungkin saja perkataan mereka selama ini tidak mengenakkan telinga kita.


Contohnya. Saat berada di meja makan, Pdt. Andreas membuka Alkitabnya. Tiba-tiba ada Karina, anak bungsunya yang datang dan berkata kalau Ayahnya pasti sedang mau mempersiapkan khotbah, karena dilihatnya sedang membuka dan membaca Alkitab. Melalui momen ini, Roh Kudus berbisik di dalam hati Pdt. Andreas..


ā€œAnakmu saja tahu kalau kamu membuka Alkitab hanya pada saat mau berkhotbah. Tetapi Aku ingin kamu sering membuka Alkitabmu karena kamu menyayangi Aku, dan rindu untuk selalu bersekutu dengan karib kepada diri-Ku.ā€


Melaluinya Pdt. Andreas belajar bahwa Roh Kudus bisa menyelidiki hatinya sampai sedalam itu, dan bisa memakai putrinya yang masih berusia anak-anak untuk menyampaikan pesan-Nya.


Di lain kesempatan, Pdt. Andreas pernah mengalami sakit pada jantungnya dan anak sulungnya, Kevin, mendoakan dirinya dengan kata-kata yang sangat menyentuh. Tetapi Karina datang dan berkata,


ā€œSudah dibilang jangan makan banyak-banyak,ā€ dan pergi berlalu meninggalkan Ayahnya.


Bisa jadi kita tidak menyukai seseorang karena sikap dan perkataannya, tetapi Tuhan masih bisa memakai dirinya untuk menyampaikan isi hati-Nya, dan memberi arahan di dalam hidup kita.


Tuhan dapat berbicara melalui banyak hal. Dia bisa memakai pasangan kita, anak-anak, siapa pun juga. Jangan pernah membatasi cara-Nya bekerja dan menyampaikan pesan-Nya pada kita.


Keempat. Melalui damai sejahtera dari Tuhan.


Terkadang saat ada tawaran pekerjaan dan kita menghitung semuanya dengan cermat, semua masuk akal dan dapat diterima. Tetapi hati kita, pasangan, atau bisa jadi anak-anak tidak mendapatkan damai sejahtera. Berhenti dan berdoalah sejenak. Kalau memang hal tersebut adalah rencana terbaik dari Tuhan, mintalah damai sejahtera dan tuntunan terbaik-Nya. Karena Dia pasti memberikan yang terbaik bagi anak-anakNya, bukan memberi asal-asalan saja.


Kelima. Melalui mimpi dan penglihatan.


Pada suatu hari Pdt. Andreas bermimpi kalau dia memanggil temannya yang lama tidak pernah ditemuinya, lalu temannya ini berlari menjauh. Dia memanggil dan terus mengejarnya, malah temannya ini tambah lari lebih jauh lagi.


Esoknya Pdt. Andreas menelepon temannya ini bertanya apa kabarnya, dan menceritakan mimpinya semalam. Lalu temannya ini bercerita kalau dirinya sudah dibuat sakit hati di dunia pelayanan, memutuskan untuk mengundurkan diri, serta tidak mau melayani Tuhan lagi.


Melalui kisah di atas kita dapat belajar kalau Tuhan itu masih bisa berbicara bagi hidup seseorang, melalui mimpi yang kita dapatkan.


Keenam. Melalui keadaan yang terjadi di dalam kehidupan ini.


Tuhan masih sanggup untuk berbicara melalui berbagai keadaan yang terjadi di sekitar hidup kita. Hanya saja sering kali kita ini tidak mau menyadari, memperhatikan, dan dengar-dengaran. Padahal kita masih bisa belajar banyak dari apa yang terjadi di sekitar. Firman Tuhan mengatakan,


ā€œHikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya, di atas tembok-tembok ia berseru-seru, di depan pintu-pintu gerbang kota ia mengucapkan kata-katanya.ā€ (Amsal 1:20-21).


Mau jadi berhikmat? Belajarlah dari apa yang terjadi di dalam kehidupan. Bahkan melalui semua pengalaman yang sudah kita lalui, kalau kita mau memperhatikannya.. Tuhan itu mau berbicara di dalam hidup kita. Bahkan firman Tuhan sendiri sudah memberitahukan pada kita,


ā€œAku memandangnya, aku memperhatikannya, aku melihatnya dan menarik suatu pelajaran.ā€ (Amsal 24:32).

Saat kita mau melihat dan memperhatikan apa yang terjadi pada keadaan sekitar, kita bisa menarik banyak pelajaran luar biasa dari hidup ini. Karena itulah kita tidak akan pernah sampai kekurangan hikmat. Kita bisa belajar ada pimpinan Tuhan di dalam kehidupan, mengapa seseorang bisa mendapat kesuksesan dan juga kegagalan.


ā€œKalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka.ā€ (Amsal 22:3).

Ayat di atas memperingatkan kita dengan penuh kasih. Contoh praktisnya. Sudah tahu kalau Gunung Merapi hendak meletus, kita malah ngotot hendak cari kuliner di Yogyakarta. Akhirnya bisa ditebak, kita harus menambah waktu stay lebih lama sampai dampak dari letusan tersebut benar-benar sudah selesai dan aman bagi kita untuk kembali.


Belajarlah dari apa yang terjadi di dalam kehidupan ini. Dari sekolah kita bisa belajar dan mendapatkan gelar akademis, tetapi kalau kita tidak mau belajar dari apa yang terjadi di dalam kehidupan, maka kita tidak akan pernah bisa sukses.


Watchman Nee mengatakan,


ā€œTuhan dapat berbicara melalui keadaan yang terjadi di dalam hidup kita, dan di waktu yang sama, keadaan tersebut juga membentuk dan mendewasakan karakter di hidup kita agar dapat menjadi serupa seperti Kristus.ā€


Karena itu yakinilah,


Pertama. Tuhan tidak pernah salah menempatkan hidup kita di sebuah tempat.


Mungkin kita berpikir kalau kita lahir di keluarga lainnya, keadaan kita pasti akan jauh lebih baik. Tetapi Tuhan tidak pernah salah. Di mana kita berada adalah sesuai kehendak-Nya, dan di tempat tersebut, Dia dapat membentuk diri kita.


Saat kita dibentuk dan kita tetap setia untuk berada di tempat tersebut—pastinya bersama dengan kasih karunia Tuhan yang setia menuntun hidup kita—maka kita akan dimampukan untuk dapat menjadi sesuai dengan kehendak-Nya. Ini adalah rahasia pertumbuhan dari hidup kerohanian.


Kedua. Sadarilah kalau Tuhan mau berbicara dan membentuk hidup kita.


Kalau kita memiliki respon hati yang benar, maka kita dapat mendengar dan memahami apa yang menjadi mau dan kehendak Tuhan, dan kita dapat bertumbuh. Kita menjadi peka akan suara-Nya, di mana firman Tuhan di dalam Alkitab yang akan menjadi standar bagi setiap kita untuk meresponi segala sesuatu yang terjadi di hidup ini.


Tetaplah setia di mana Tuhan menempatkan setiap kita, karena pasti ada tujuan-Nya. Milikilah sikap saat kita mau diselaraskan sesuai kehendak-Nya,


ā€œIa (Yesus) harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.ā€ (Yohanes 3:30).

Kita tidak akan pernah bisa menjadi dewasa secara kerohanian kalau hidup kita tidak pernah mau dibentuk. Milikilah kerelaan hati untuk terus diproses seperti Kristus, merespon segala sesuatu seperti Kristus, dan di sana kita akan mengalami mukjizat terbaik yang sudah disediakan-Nya.



Sikap untuk mendengar suara Tuhan.


Pertama. Sikap siap mendengar.


Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel: ā€œPergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah: Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar.ā€ Maka pergilah Samuel dan tidurlah ia di tempat tidurnya. (1 Samuel 3:9).


Segala sesuatu membutuhkan persiapan. Kalau kita mau konseling sama seseorang, maka yang pertama kali harus dipersiapkan adalah kita harus belajar untuk siap mendengar kisah yang dibagikannya.


Mengapa? Karena,


Good speaker is a good listener.

Pembicara yang baik selalu dimulai dari menjadi seorang pendengar yang baik terlebih dahulu. Kalau kita dapat mendengar dengan baik keluhan seseorang, maka Tuhan dapat memberi hikmat untuk menyampaikan jawaban terbaik dari-Nya.


Kedua. Sikap menyiapkan hidup.


Kata Maria: ā€œSesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.ā€ (Lukas 1:38).

Dari ayat di atas kita dapat belajar dari keteladanan hidup yang sudah diberikan Maria yakni, kita belajar untuk menyelaraskan setiap apa yang menjadi mau dan kehendak kita dengan apa yang menjadi mau dan kehendak-Nya Tuhan.


Milikilah sikap seperti Maria yang mau berserah dan percaya, apa pun yang terjadi.. biarlah hal itu terjadi sesuai dengan kehendak Tuhan yang terbaik bagi hidup kita anak-anakNya. Amin.


Ketiga. Sikap mau menaati suara Tuhan.


ā€œTelah kucondongkan hatiku untuk melakukan ketetapan-ketetapan-Mu, untuk selama-lamanya, sampai saat terakhir.ā€ (Mazmur 119:112).

Adalah hal yang tidak mudah saat kita mau membuat komitmen untuk kita ini mau mencari kehendak Tuhan, mendengar Dia berbicara, dan kita mau melakukan kehendak-Nya.


Mengapa?


Karena kebanyakan hal itu bertentangan dengan apa yang menjadi mau dan kehendak kita.


Contoh praktisnya Tuhan menyuruh kita untuk mengampuni seseorang, tetapi kita tidak mau melakukannya. Tetapi kalau kita mau taat, maka Tuhan akan berbicara dan menyampaikan apa yang menjadi kehendak-Nya bagi diri kita.


Kalau kita memiliki 3 sikap di atas, maka Tuhan dapat memimpin hidup kita setahap demi setahap untuk mengalami segala sesuatu yang baik di dalam hidup kita, sesuai dengan kehendak-Nya.


Tujuan dari mendengar suara Tuhan adalah agar kita dapat mengenal-Nya lebih karib. Dan ada,


Berkat jika kita mengenal Tuhan.


Pertama. Ada sukacita dan kepastian di hati.


ā€œEngkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.ā€ (Mazmur 16:11).


Kedua. Merasa dikasihi dan diterima.


ā€œDari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.ā€ (Yeremia 31:3).


Ketiga. Mengalami penyertaan Tuhan.


ā€œjanganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.ā€ (Yesaya 41:10).


Keempat. Memiliki tujuan hidup.


ā€œPercayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.ā€ (Amsal 3:5-6).


Hari-hari ini kita mungkin diizinkan mengalami keadaan susah, penuh pergumulan, dan melewati musim yang tidak mengenakkan diri kita.


Tetapi jangan pernah jauhkan diri kita dari membangun hubungan yang karib bersama Dia di dalam doa dan membaca firman-Nya di dalam Alkitab. Kita perlu untuk mendengarkan suara dan tuntunan dari Tuhan di setiap harinya.


Dia dapat memberi penghiburan dan juga memerdekakan hidup kita dari segala kekuatiran. Bahkan Dia menuntun hidup kita..


ā€œTUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.


Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.ā€ (Mazmur 23).


Berdoalah agar Tuhan berbicara dan memberi tuntunan pada setiap kita, memimpin hidup kita untuk dapat menyelesaikan seluruh rencana dan kehendak-Nya di atas muka bumi ini.


Berbahagialah orang-orang yang mendengar firman Tuhan, mau merenungkannya, dan juga melakukan di dalam kehidupannya.


Amin. Tuhan Yesus memberkati..

Komentar


bottom of page