Markus Simanjuntak - Kristus, Pusat yang Menopang Segalanya
- mdcsbysystem
- 24 Jan
- 12 menit membaca
Catatan Khotbah: āKristus, Pusat yang Menopang Segalanya.ā Ditulis ulang dari sharing Bp. Pdt. Markus Simanjuntak, di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan pada Tgl. 18 Januari 2026.

Bila di dalam Ibadah Minggu yang lalu kita telah belajar tentang topik āAllah yang Perkasa / Keperkasaan-Nya dalam kita,ā maka di minggu ini kita akan belajar tentang āBapa yang Kekalā yang menunjuk pada Pribadi Kristus sebagai Pusat dan juga Sumber yang menopang segala sesuatu, dari awal mulanya sampai pada kekekalan.
Hari-hari ini kita hidup di zaman Artificial Intelligence (AI) yang semakin hebat, bisa menjawab, dan juga mengarahkan apa yang menjadi maunya kita. Bahkan ada kisah seorang anak yang karena kelamaan menunggu Ayahnya pulang dari pekerjaannya, dia meminta doa dari AI karena besok ada tes di sekolahnya.
Di tengah hebatnya kemajuan AI, di sisi lainnya ada kecemasan yang sedang menunggu Generasi Emas, yang kini terancam berubah menjadi Generasi Cemas. Mengapa? Karena survei menunjukkan bahwa 1 dari 3 orang Generasi Z sampai berusia Milenial Muda (25-30th) telah mengalami depresi mental dan mudah cemas / anxiety. Hal ini diakibatkan karena mereka terisolir dari realitas dunia nyata, sekalipun ada komunitas mayaāyang sebenarnya tidak mendukung hidup mereka.
Mereka menjadi orang-orang yang tidak mudah bertahan dalam dunia pekerjaan serta memilih untuk tidak terikat dengan organisasi manapun, termasuk dengan gereja. Mereka tidak mau menjadi seseorang yang terlalu religious, karena tidak mau hidup dalam dogma aliran tertentu. Padahal dengan sikap mereka yang menolak untuk menjadi seorang yang religious, mereka sama saja sedang menolak kebenaran firman Tuhan yang teguh berbicara dan menjagai kehidupan anak-anakNya.
Mereka memang menjadi orang-orang yang open-minded / berpikiran terbuka, tetapi hal ini sama saja dengan membuka pikiran pada segala racun dunia yang dapat memengaruhi alam pikiran kita.
Menertibkan Pikiran.
āSebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.ā (1 Petrus 1:13-16).
Melalui ayat di atas kita belajar untuk mempersiapkan dan menertibkan akal budi kita, termasuk apa yang berada di dalam pikiran.
Di zaman dahulu, banyak orang Israel terbiasa memakai jubah panjang dan bila mereka hendak melakukan tindakan yang lebih ringkas, maka kain di bagian bawah jubah akan ditarik ke atas dan lalu diikat menggunakan tali ikat pinggang. Nah. Kata tali ikat pinggang ini sering digunakan di dalam Alkitab sebagai kata pengganti untuk menertibkan apa yang ada di dalam pikiran kita.
Karena itulah kalau kita terus menolak untuk mengikat dan menertibkan apa yang berada di dalam pikiran, maka nilai-nilai dunia nantinya yang akan merusak dan menghancurkan hidup kita. Dunia menawarkan pada kita bagaimana caranya merefleksi diri melalui permainan kartu Tarot, berbagai pelatihan spiritual, dan memakai istilah yang mungkin kita sering mendengarnya,
āBiarkan alam semesta yang bekerja..ā
Hal ini di zaman dahulu sama saja berhubungan dengan okultisme / kepercayaan mengenai kuasa gelap yaitu kekuatan gaib, di luar kekuatan Tuhan.. yang dibungkus dengan lebih modern.
Sehingga yang menjadi pertanyaannya,
āBagaimana mungkin kita menyerahkan diri pada alam semesta / ciptaan, tetapi tidak pada Tuhan sebagai Pencipta dari alam semesta ini?ā
Karena itulah firman Tuhan mengingatkan,
āHiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,ā (1 Petrus 1:14).
Manusia cenderung lebih menghargai dan menghormati ciptaan, daripada Penciptanya sendiri.
Tidak salah dengan menjadi open-minded, tetapi kita harus berhati-hati karena ada kalanya kita dapat mengizinkan berbagai pikiran yang jahat masuk, sehingga kita menjadi kebal terhadap dosa dan berbagai nilai cemarākita menjadi oke dengan semua kecemaran tersebut. Padahal ini semua adalah kejijikan di hadapan Tuhan.
Bagaimana caranya pornografi dan juga segala macam pikiran serta nilai dunia membuat kita merasa aman, dan tidak lagi menjadi peka terhadap tuntunan Suara dan juga firman-Nya?
Ketika suku Indian berusaha untuk membunuh serigala di musim dingin, maka mereka akan membuat pisau tajam yang dilapisi dengan es tebal. Saat menjilati pisau tajam yang dilapisi es tersebut, pada suatu saat es tersebut akan menipis dan hanya menyisakan pisaunya saja. Ketika lidah serigala mulai mengeluarkan darah akibat terkena tajamnya goresan pisau tersebut, mereka menganggap bahwa darah itu adalah darah dari mangsa mereka. Tetapi mereka terus menjilati pisau tersebut, sampai mati karena kehabisan darah yang ironisnya, mengalir dari dalam tubuh mereka sendiri.
Aku cuma mau merasa Aman..
Semua orang menginginkan rasa aman, kita ingin untuk memegang kendali atas semua hal yang ada di dalam hidup ini. Di tengah ketidakpastian zaman, hati kita berteriak untuk mencari perlindungan yang sejati sehingga tak jarang hal ini pada akhirnya akan menuntun setiap kita pada apa yang namanya kecemasan dan ketakutan.
Di manakah pusat rasa aman kita?
Ini adalah jeritan orang berdosa, yang hatinya cenderung terarah dan bergantung hanya pada ciptaan yang rapuh, bukan pada Sang Pencipta.
Memang, yang namanya uang, jabatan, membangun relasi yang baik dengan sesama itu diperlukan di dalam kehidupan ini. Tetapi kita harus berhati-hati karena yang namanya berhala itu ketika kita memiliki sesuatu yang baik, tetapi terus ditingkatkan untuk menjadi yang terbaik. Segala berkat dari Tuhan memang baik, tetapi Tuhan harus menjadi yang terbaik di dalam hidup kita.
Dalam karyanya, John Calvin menyatakan bahwa hati manusia adalah ātempat pembuatan berhala yang abadiā atau āpabrik berhala,ā yang terus menerus menghasilkan hal-hal untuk disembah selain Tuhan, sebuah konsep yang sering dibahas dalam teologi Reformed yang juga dianut oleh Jonathan Edwards. Hal ini memiliki arti bahwa, manusia secara alami cenderung menciptakan objek atau ilah buatan untuk disembah.
Keutamaan Kristus.
āIa adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.ā (Kolose 1:15-20).
Paulus menulis surat Kolose ini pada jemaat yang tidak dirintisnya secara langsung. Diceritakan bahwa ada orang-orang dari Kolose yang mendengar khotbah Paulus di Efesus, lalu jemaat ini pulang ke Kolose dan kembali memberitakan Injil Kristus. Di penjara, Paulus menulis surat pada jemaat untuk tetap teguh pada Yesus Kristus.
Pada saat itu di Kolose sedang berkembang sebuah pengajaran yang menyatakan bahwa percaya pada Kristus itu masih belum cukup. Masih perlu diberi tambahan pengetahuan rohani tertentu, praktik tertentu, atau perantara rohani lainnya. Pengajaran tersebut bukan meninggalkan Yesus, tetapi menambahkan sesuatu di luar Dia.
Paulus menekankan bahwa Kristus itu cukup, dan tidak perlu tambahan apa pun di luar Dia.
Banyak orang berusaha mencari hari baik untuk mencari keberuntungan di dalam hidupnya. Lalu mereka mulai tunduk pada berbagai aturan dan nasihat leluhur nenek moyang, serta berkanjang pada berbagai penglihatan. Dalam surat Kolose, Paulus mengingatkan jemaat Tuhan..
āJanganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi, sedang ia tidak berpegang teguh kepada Kepala, dari mana seluruh tubuh, yang ditunjang dan diikat menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi, menerima pertumbuhan ilahinya.ā (Kolose 2:18-19).
Di Kolose 1:15-20, Paulus menekankan bahwa Yesus lebih tinggi posisinya dari semua malaikat, dan juga para filsuf serta berbagai ajaran mereka.
Tantangan Iman: Kalau Tuhan Yesus menyuruh kita pulang kembali pada-Nya detik ini juga.. apakah semua uang, investasi, dan pengetahuan yang kita dapat selama hidup di dunia ini cukup untuk menahan agar kematian tidak datang di hidup kita? Jawabnya, tidak cukup.
Mengapa Yesus Kristus disebut sebagai yang Utama dari semuanya?
Kristus: Sumber, Penopang, dan Tujuan.
Melalui Kolose 1:15-20, kita belajar bahwa Kristus adalah Sumber (Pencipta), Penopang (Pemelihara), dan juga Tujuan (Penebus) dari seluruh realitas alam semesta. Karena itu apa saja yang berada di luar Kristus, termasuk rasa aman manusia, adalah sebuah bentuk penyembahan berhala bila diletakkan di luar Dia.
Pertama. Yesus adalah Arsitek Agung.
ākarena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.ā (Kolose 1:16).
Yesus bukanlah ciptaan. Dia ada terlebih dahulu sebelum dunia diciptakan. Dia menciptakan alam semesta. Keberadaan-Nya adil, benar, dan kekal setara dengan Bapa dan Roh Kudus.
Di ayat 15 dikatakan bahwa Dia adalah yang sulung, hal ini memiliki arti bukan sebagai yang lahir pertama tetapi konteksnya pada saat itu dilihat dari sisi budaya dan juga pola berpikir: Yesus adalah Pemegang otoritas yang tertinggi, Pewaris utama, dan dunia ini sesungguhnya diciptakan bagi Dia. Dan Dia tidak akan menerima kita bila keadaan kita masih belum siap sebagai mempelai-Nya.
C.S. Lewis pernah membagikan kisah ini,
Ada seseorang yang bertobat dan lalu menyerahkan hidupnya seutuhnya pada Tuhan Yesus. Lalu orang ini berpikir bahwa Dia akan melakukan di dalam hidupnya.. sedikit renovasi dan melakukan bedah rumah hanya di beberapa bagian tertentu, diberi cat, dan juga tambahan beberapa perabotan.
Tetapi yang terjadi justru sebaliknya.
Tuhan Yesus datang membawa ekskavator dan menghancurkan bagian rumah yang dianggap paling berharga. Bisa jadi, Dia akan menghancurkan semua bagian yang menghalangi rencana-Nya yang sempurna, yang dapat diwujudkan di hidup kita.
Saat kita berteriak kepada-Nya mengapa Dia melakukan semuanya itu, Dia berkata..
āSebab Aku akan tinggal di rumahmu. Aku tidak layak tinggal di rumah reyot / yang mau roboh, sebab Aku sendiri memiliki Surga. Itulah sebabnya Aku mau membuat baru hidupmu..ā
Kekristenan bukan hanya sekadar memiliki kehidupan yang dapat menjadi lebih baik, karena sesungguhnya kita tidak memerlukan Yesus untuk hidup kita dapat berubah menjadi lebih baik. Dengan rajin dan bekerja keras, kita bisa mencapai kehidupan yang lebih baik.
Kekristenan sejati berbicara tentang,
āDulu hidup saya hancur dan mati, tetapi Tuhan Yesus mau datang, Dia menyelamatkan dan menebus dosa, menghidupkan, dan memulihkan saya dan semua relasi yang saya miliki.ā
Ketika seseorang yang hidupnya rusak dan hancur datang kepada Yesus, dipulihkan dan diubah menjadi seorang penyembah yang bersedia membayar harganya untuk tetap setia mengiring Yesus.. ini adalah mukjizat yang sejati.
Karena itu jangan pernah menurunkan derajat Sang Pencipta, Dia masih sanggup mengubah kehidupan seseorang yang kita anggap tidak dapat berubah, tetapi diubah untuk memuliakan nama-Nya.
Sering kali kita menyadari bahwa hidup kita ini berantakan, dan berusaha dengan hikmat dan kekuatan sendiri untuk menata ulang kehidupan kita. Ibarat kita adalah tukang batu, tetapi kita berusaha untuk menjadi arsitek / ahli dalam merancang dan menggambar bangunan.
Datanglah pada Yesus, Sang Arsitek Agung yang dapat memulihkan dan membangun ulang kehidupan kita.. agar nantinya hidup kita ini dapat memuliakan nama-Nya. Amin.
Kedua. Penopang tiap detik.
āIa ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.ā (Kolose 1:17).
Dari ayat di atas terdapat kata to hold together / menahan sesuatu agar dapat tetap bersama-sama. Hal ini memiliki arti bahwa Yesus adalah Penopang hidup kita, Dia memegang dan menopang segala sesuatu agar tetap berada di dalam Dia.
Gaya nuklir kuat.
Dari berbagai sumber menuliskan,
Nuklir adalah istilah yang merujuk pada inti atom (nukleus), dan energi nuklir adalah energi masif yang dilepaskan dari reaksi di dalam inti atom ini, seperti fisi (pembelahan) atau fusi (penggabungan) inti, yang dapat dimanfaatkan atau sebagai dasar senjata. Intinya, nuklir adalah tentang apa yang terjadi di pusat atom (nukleus) dan energi luar biasa yang dihasilkannya.
Sebenarnya ada banyak muatan atom di sekitar kita, muatan dan kekuatan sama yang terdapat di dalam nuklir, tetapi mengapa semua atom tersebut tidak menekan dan meledakkan tubuh kita?
Ketika para ilmuwan menyelidiki mengapa hal ini bisa terjadi, mereka menemukan hanya ada satu faktor yang disebut dengan Godās Factor / Faktor Tuhan yang mengacu pada keputusan manusia yang mau mengakui dan mengandalkan bantuan Ilahi untuk mencapai apa yang mustahil, mewakili adanya intervensi dan pengaruh kuasa supranatural Tuhan dalam hidup manusia.
Kristus-lah yang menahan dan menopang setiap atom di dalam tubuh kita, agar tidak meledak dan terjadi kekacauan. Dia mengikat dan menyatukan segala sesuatu di atas muka bumi ini sehingga tidak terjadi kehancuran. Ada Tuhan yang masih terus bekerja di dalam hidup kita masing-masing.
Lalu muncul sebuah pertanyaan,
āKalau memang Tuhan yang memegang dan menopang segala sesuatu, mengapa hidup kita masih terlihat berantakan?ā
Hal ini diizinkan-Nya terjadi agar kita manusia selalu mengizinkan Kristus menjadi Penopang di setiap detik, di dalam kehidupan kita.
Pdt. Markus berbagi kesaksian pada masa pandemi COVID-19, putrinya baru saja memasuki dunia perkuliahan. Pemerintah pada saat itu menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan mengharuskan setiap warganya untuk bekerja dan beraktivitas dari rumah, untuk mencegah kemungkinan terjadinya penyebaran virus.
Di tengah keadaan yang serba tidak pasti, Tuhan menunjukkan pada Pdt. Markus bahwa Dia setia, tidak pernah gagal, dan masih sanggup untuk memberkati dan memelihara kehidupan pribadi dan keluarganya. Selang waktu berjalan, putrinya sudah lulus dari perkuliahan. Semua hanya karena anugerah Tuhan yang menyertai.
Bahkan ada sebuah kisah di mana pada saat itu asisten rumah tangga (ART) dari pak Markus sangat ingin untuk makan lontong sayur bersama keluarganya, pada saat momen Hari Raya Lebaran. Karena ada PSBB, dirinya tidak bisa ke mana-mana. Lalu Pdt. Markus mengajaknya berdoa pada Tuhan Yesus. Tak lama kemudian Pdt. Markus ditelepon jemaat, yang memberkati dan membawakannya tiga porsi lontong sayur yang siap dimakan.
āDahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat. Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan tetap tinggal untuk selama-lamanya; sebab TUHAN mencintai hukum, dan Ia tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya. Sampai selama-lamanya mereka akan terpelihara, tetapi anak cucu orang-orang fasik akan dilenyapkan.ā (Mazmur 37:25-28).
Tuhan masih sanggup untuk menopang, memelihara, dan memakai setiap kita untuk menjadi berkat yang memuliakan nama-Nya.
Tuhan Yesus itu Penopang kehidupan kita, di setiap detiknya. Ini adalah kuncinya.
Dia rela hancur di atas kayu salib, agar hidup kita yang berantakan oleh dosa dapat disatukan dan relasi kita bersama Bapa di Surga dapat dipulihkan kembali. Firman Tuhan menulis,
āTetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggung-Nya, dan kesengsaraan kita yang dipikul-Nya, padahal kita mengira Dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, Dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepada-Nya, dan oleh bilur-bilurNya kita menjadi sembuh.ā (Yesaya 53:4-5).
Tuhan masih sanggup untuk memulihkan setiap relasi yang hancur, Dia rindu untuk dapat menjadi Penopang di dalam hidup kita. Dia mau menata ulang dan memulihkan hidup kita. Amin.
Ketiga. Yesus sebagai Jaminan Kekal (Sang Penebus).
ādan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.ā (Kolose 1:20).
Tuhan Yesus adalah Pencipta, Pemelihara, dan juga Penebus di dalam hidup kita. Hanya melalui Dia, tidak ada yang lainnya. Di atas kayu salib Dia sudah mati menebus dosa umat manusia, bangkit dari kematian mengalahkan kuasa maut, dan kembali pada Bapa-Nya yang ada di Surga. Karena itu jangan berdoa dan berharap pada yang lain, selain berdoa kepada Tuhan Yesus. Dia sudah mendamaikan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini, termasuk kehidupan manusia, kesehatan, keluarga, dan setiap relasi yang dipulihkan.
Firman Tuhan menulis,
āLalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.ā (Wahyu 21:1).
Tuhan menciptakan kembali untuk kemuliaan nama-Nya. Dia rela mati agar hidup kita dapat dipulihkan-Nya. Firman Tuhan menulis,
āKarena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.ā (Ibrani 12:1-3).
Di dalam bukunya āCounterfeit Gods: The Empty Promises of Money, Sex, and Power (atau dalam terjemahan: Dewa-Dewa Palsu)ā, Timothy J. Keller menegaskan beberapa hal..
Banyak hal baik di dalam hidup (termasuk uang, kekayaan, investasi, popularitas, hubungan) bisa menjadi idola jika kita menjadikannya lebih penting daripada Tuhan di dalam hati kita. Sebab idola adalah apa pun yang kita cari untuk memberi kita keamanan, makna, atau harapan hidupāsesuatu yang kita percayai bisa menyelamatkan kita, memberi rasa aman atau kontrol.
Tim Keller menggarisbawahi yang membuat sesuatu menjadi idola bukanlah nilainya secara intrinsik, tetapi peran yang kita berikan padanya dalam hidup kitaākita mengandalkannya secara rohani lebih daripada kepada Tuhan.
Dalam konteks ini, uang sering disebutnya sebagai salah satu ādewa palsuā yang paling umum karena banyak orang berharap uang dapat memberikan manfaat dalam hidup mereka berupa keamanan, kebahagiaan, atau rasa kontrol atas hidup.
āMoney cannot save you from tragedy, or give you control in a chaotic world. Only God can do that.ā (Uang tidak dapat menyelamatkan kita dari tragedi, atau memberi kontrol di dunia yang kacau. Hanya Tuhan yang dapat melakukannya.)
Agama berkata jagalah hidup kita supaya Tuhan tetap sayang sama kita. Taatilah Dia supaya hidup kita selalu diberkati. Tetapi Injil Kristus mengatakan bahwa Yesus sudah berkorban dan mati menebus dosa setiap kita dan bangkit dari kematian untuk mengalahkan kuasa maut. Dia sudah memulihkan dan memberi kita kemerdekaan untuk,
āBebas hidup di dalam kebenaran.ā
Hal ini adalah kenyataan yang paling logis, merupakan ibadah yang sejati dan masuk di dalam akal manusia. Izinkan Dia yang sudah menebus hidup kita dari segala kuasa dosa dan maut, untuk menjadi Sumber (Pencipta), Penopang (Pemelihara), dan Tujuan (Penebus) di dalam hidup. Hanya Tuhan Yesus yang mampu melakukannya. Bukan sesuatu yang lain, yang berasal dari dalam dunia ini.
Karena itu katakanlah,
āTuhan, aku mau percaya dan menyerahkan hidupku seutuhnya kepada-Mu.ā
Dia harus menjadi yang utama dan segala-galanya di hidup kita. Beri dan taruhlah hidup kita di bawah Ketuhanan Kristus. Mungkin selama ini kita merasa bahwa kita bisa hidup tanpa Kristus dan tanpa firman-Nya, padahal selama ini kita sudah berada di titik yang paling buruk di dalam kehidupan.
Jadikanlah Kristus sebagai Sumber, Penopang, dan Tujuan di dalam hidup kita sampai..
āsupaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: āYesus Kristus adalah Tuhan,ā bagi kemuliaan Allah, Bapa!ā (Filipi 2:10-11).
Amin. Tuhan Yesus memberkati..




Komentar