top of page

Gunawan Iskandar - Bukan Sekadar Sibuk, tetapi Berbuah

  • mdcsbysystem
  • 5 jam yang lalu
  • 11 menit membaca

Ditulis ulang dari sharing Bp. Pdt. Gunawan Iskandar di Shine Women Conference 2025 ā€œFRUITFULā€ pada Tgl. 30 Agustus 2025, yang diadakan di MDC Graha Pemulihan.


Tidak ada yang salah dengan apa yang namanya kesibukan, dan memang di dalam kehidupan yang sudah dipercayakan Tuhan ini kita tidak boleh hanya berdiam diri saja. Di dalam kesibukan, ada berbagai tanggung jawab yang harus diselesaikan dan melalui kesempatan kali ini, kita juga akan belajar bagaimana caranya kita tidak hanya sekadar menjadi sibuk saja tetapi juga berbuah.


Tetapi buah apa yang harus kita hasilkan di dalam hidup ini? Firman Tuhan berkata,


ā€œTetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,ā€ (Galatia 5:22-25).


Dari bangun pagi sampai menjelang tidur malam, kita pasti memiliki berbagai kesibukan yang harus diselesaikan. Selain itu, seorang perempuan juga diciptakan Tuhan multitasking / bisa melakukan lebih dari satu tugas atau aktivitas, pada waktu yang bersamaan. Tetapi ada sebuah pernyataan yang perlu untuk direnungkan bersama,


ā€œKesibukan yang bermakna akan menghasilkan sesuatu yang lebih bernilai.ā€

Arti kata ā€œbermaknaā€ adalah aktivitas yang kita lakukan itu memiliki maksud dan tujuan penting, serta memiliki nilai. Dengan kata lain, bermakna berarti aktivitas tersebut memiliki kegunaan bagi diri kita pribadi, anggota keluarga, dan juga bagi banyak orang.. dan hal ini sangat penting untuk dikerjakan dan diselesaikan.


Karena itulah kita tidak hanya sekadar menjadi sibuk dengan berbagai aktivitas, tetapi apakah kesibukan tersebut benar-benar dapat memberi makna bagi kita dan juga orang-orang sekitar?


Semua aktivitas dan kesibukan yang dikerjakan, Tuhan itu menghargainya, tidak ada kesibukan yang Tuhan tidak hargai. Tetapi di antara semua kesibukan dan aktivitas kita, hal apakah yang paling penting dan tidak boleh kita lewati?


Prioritas yang kita pilih di dalam hidup, akan menentukan aktivitas yang berkualitas.

Dari semua kesibukan yang ada, kita hanya membutuhkan satu unsur yakni prioritas. Kita perlu menentukan, mana yang terutama, mana yang lebih penting dan harus diselesaikan terlebih dahulu, serta yang mengandung nilai sangat tinggi.


Dari semua kesibukan yang ditulis oleh peserta conference, banyak ditemukan adanya unsur Tuhan dan juga anggota keluarga di dalamnya, ketika mereka harus memilih tiga aktivitas sebagai skala prioritas. Hampir tidak ada yang memilih unsur pekerjaan, menjadi sukses, dan meraih keberhasilan di dalam pekerjaan. Semua prioritas mengarah tentang relationship dan juga quality of life.


Kita harus bisa memilih dan menentukan, prioritas dan buah roh apa yang ingin kita hasilkan.. melalui berbagai aktivitas dan kesibukan tersebut.


Setiap kesibukan yang kita jalani seharusnya bisa menghasilkan energi yang lebih positif / yang dapat membangun dan menguatkan iman, baik pribadi maupun sesama. Kalau kita pulang ke rumah dalam keadaan energi yang sudah habis, yakni dalam keadaan marah, emosi, dan kecewa.. maka kita akan kehilangan kesempatan untuk memilih dan memiliki prioritas, serta membangun hubungan yang lebih berkualitas bersama dengan anggota keluarga yang kita sayangi.


Tetapi sebagai anak-anak Allah, jangan pernah lupakan bahwa di berbagai kesibukan yang sedang dikerjakan, kita memiliki Kristus yang tinggal di dalam diri kita. Di balik semua kesibukan, tetaplah menempatkan prioritas yang terpenting dan terutama di dalam hidup, yakni terus membangun hubungan yang karib dengan Tuhan di dalam doa dan pembacaan firman-Nya di Alkitab.


Firman Tuhan mengatakan,


ā€œKesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.ā€ (1 Petrus 4:7).


Dengan kata lain, ayat tersebut berbicara tentang keputusan kita yang mau menempatkan Dia terlebih dahulu di tempat terutama yakni, membangun hubungan karib dengan Dia, serta tetap meluangkan waktu sejenak untuk mencari wajah-Nya di tengah kesibukan kita.


Memilih bagian yang terbaik.


Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: ā€œTuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.ā€ Tetapi Tuhan menjawabnya: ā€œMarta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.ā€ (Lukas 10:38-42).


Kita bisa menjadi sibuk sama seperti Marta yang ā€œkuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkaraā€ tetapi kita bisa menjalani hidup ini dengan bijaksana dan memutuskan untuk tetap mengambil satu prioritas penting di semua kesibukan, yakni duduk diam mendengar firman-Nya.. sama seperti Maria yang telah ā€œmemilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.ā€


Maria memilih untuk berdiam di bawah kaki Tuhan dan mendengar apa yang dikatakan-Nya. Ini adalah kesempatan yang sangat langka pada zaman itu untuk bisa duduk di bawah kaki Tuhan Yesus, hanya berdiam diri mendengar Dia berbicara dan menikmati hadirat-Nya.


Demikian pula hal yang sama, apa yang dipilih Maria ini sudah sangat langka untuk dilakukan kebanyakan orang di zaman now. Banyak dari antara kita yang menjadi super sibuk dengan berbagai aktivitas, dan tidak lagi memiliki waktu untuk membangun hubungan karib dengan-Nya, berdoa serta membaca firman-Nya di dalam Alkitab.


Setiap dari kita diberi waktu yang sama yakni 24 jam, karena itu kuasailah diri kita dan jadilah tenang agar kita dapat berdoa dan mendengar suara-Nya. Tetaplah menjadikan Dia sebagai prioritas utama di dalam hidup kita.


Penyertaan Tuhan.


Adalah yang terutama dan terpenting di dalam hidup kita. Firman Tuhan mengatakan,


Berkatalah Musa kepada-Nya: ā€œJika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini. Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?ā€ (Keluaran 33:15-16).


Apa gunanya bila kita menjalani berbagai kesibukan tetapi Tuhan tidak memberkati dan menyertai apa yang sedang kita kerjakan? Hal terpenting di dalam hidup adalah penyertaan-Nya, karena orang yang mengandalkan Tuhan akan diberkati dan disertai-Nya. Firman-Nya berkata,


ā€œBerbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.ā€ (Mazmur 1:1-3).


Penyertaan Tuhan begitu penting di dalam hidup, sampai Musa memohon pokok doa ini kepada-Nya. Yang membedakan diri kita, keluarga, bahkan kota dan bangsa Indonesia dengan mereka yang tidak mengenal Tuhan adalah, adanya penyertaan dan penjagaan Tuhan di dalam hidup kita.


Firman Tuhan mengatakan,


ā€œSesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuelā€ yang berarti: Allah menyertai kita.ā€ (Matius 1:23).


Libatkan Tuhan setiap hari di dalam hidup kita. Tinggalkan sejenak berbagai kesibukan, kuasailah diri dan jadilah tenang agar kita dapat berdoa dan mendengarkan suara-Nya.


Ketika kita bangun di pagi hari, mengucap syukurlah untuk napas hidup yang masih dipercayakan-Nya. Berdoa dan bertanyalah, apa yang Tuhan mau kita kerjakan pada hari ini. Mintalah penyertaan Tuhan atas apa yang kita kerjakan pada hari tersebut.


Dia sangat peduli pada setiap kita, termasuk pada apa yang kita makan. Sebelum momen penyaliban-Nya, Dia mengadakan perjamuan terakhir bersama murid-muridNya. Bahkan mukjizat yang dilakukan-Nya ada unsur soal makanan seperti mukjizat 5 roti dan 2 ikan, air menjadi anggur di perkawinan Kana, dll. Semua yang Tuhan buat itu rasanya jauh lebih enak dan berkualitas.


Karena itulah tetap ada perbedaan ketika kita berdoa terlebih dahulu sebelum aktivitas, dengan yang tidak pernah berdoa sama sekali.


Melekat pada Tuhan.


Ketika kita tidak berdoa, maka tidak ada damai, sukacita, dan berbagai buah roh lainnya yang menyertai hidup kita. Tetapi kalau kita mau melibatkan Dia di dalam hidup ini, maka ada kasih, sukacita, perhatian, dan banyak hal baik lainnya yang akan terjadi. Apa pun yang dikerjakan, Tuhan menjadikan berhasil karena kita selalu melibatkan-Nya di dalam hidup. Firman-Nya berkata,


ā€œAkulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.ā€ (Yohanes 15:5).


Kata kuncinya adalah ā€œtinggal di dalam Aku dan Aku di dalam diaā€ yang memiliki arti kita ini mau melekat, mengandalkan, dan selalu memprioritaskan Tuhan di tempat yang terutama di dalam hidup kita. Kalau kita tahu pada Siapa harus berharap dan menaruh harap, maka kita tidak akan mudah untuk merasa kecewa. Karena kita tahu bahwa Tuhan adalah pilihan yang terbaik, sebagai tempat kita bersandar.


Ketika Tuhan Yesus mengatakan ayat di atas, Dia hendak mengatakan kalau setiap aktivitas dan kesibukan kita di luar Dia, kita tidak akan dapat berbuat apa-apa. Semua kesibukan kita terasa useless / tidak berguna, tanpa Dia. Tetapi di dalam Kristus, setiap aktivitas kita dapat dipakai-Nya untuk menjadi berkat bagi diri kita pribadi, keluarga, dan bagi banyak orang sehingga nama-Nya dapat dipermuliakan melalui hidup kita.


Bagaimana caranya kita dapat memilih mana yang harus dijadikan prioritas, di balik berbagai kesibukan yang sedang kita kerjakan?


Firman Tuhan mengatakan,


ā€œSegala sesuatu diperbolehkan.ā€ Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. ā€œSegala sesuatu diperbolehkan.ā€ Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. Jangan seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain. (1 Korintus 10:23-24).


Rahasianya sederhana,


Kegiatan apa saja yang membangun dan menguatkan iman selama ini? Apakah kegiatan tersebut berguna / tidak?

Kalau kita tahu bahwa hal tersebut tidak membangun iman dan tidak berguna, lalu untuk apa kita kerjakan? Apakah aktivitas kita tersebut membangun hidup kita, keluarga kita, dan orang-orang yang ada di sekitar kita? Dan juga melaluinya, apakah kita bisa mendapat energi positif? Kalau hanya membuat kita kehilangan damai sejahtera dan juga sukacita, lebih baik dilupakan saja.


Marilah kita berhenti sejenak dan merenung, tatalah kehidupan kita menjadi jauh lebih baik lagi. Perbaiki diri kita yang ada di dalam / inner beauty, tidak hanya memoles penampilan tampak luarnya saja. Pikirkan apa yang selama ini membangun dan yang berguna, yang dapat memberkati dan membuat lebih baik lagi diri kita, keluarga, anak cucu, dan semuanya mendatangkan kemuliaan dan kemashyuran hanya bagi nama Tuhan.


Rahasia terpenting agar hidup kita menjadi lebih berguna dan juga membangun adalah,


Belajarlah untuk selfless / tidak mementingkan diri sendiri saja.


Mother Teresa. Tidak banyak dari antara kita yang melihat foto bagaimana rupa di masa mudanya. Tetapi bila kita sudah melihatnya, maka kita bisa menilai bahwa dirinya bisa saja menjadi figur siapa pun dengan inner beauty yang dimilikinya.


Tetapi dirinya mengatakan,


ā€œBy blood, I’am Albanian. By citizenship, an Indian. By faith, I’am Catholic Nun. As to my calling, I belong to the World. As to my heart, I belong entirely to the heart of Jesus.ā€


Dari apa yang dikatakan di atas, Mother Teresa sama sekali tidak memiliki unsur mementingkan dirinya sendiri, sebab dirinya sudah terjual habis / sepenuhnya hanya bagi Kristus.


ā€œAku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.ā€ (Yohanes 12:24).


Tiga hal penting yang dapat dipelajari dari ayat di atas, kalau kita mau berbuah.


Tanpa benih untuk ditanam, tanpa adanya pertumbuhan, maka tidak ada buah yang dapat dihasilkan dari hidup kita. Sebab buah sendiri hanya bisa ditanam dan dihasilkan, dan kemudian kita bisa melihat bahwa benih tersebut mulai bertumbuh. Tetapi kalau kita tidak pernah menanam benih, tetapi kita mau menghasilkan buah.. ini namanya kita membeli buah di pasar.


Tuhan tidak mau kita membeli buah di pasar, tetapi Tuhan mau agar kita menghasilkan buah yang autentik di hidup kita. Dan ini tidak mudah.


Pertama. Iman adalah Benih kita.


ā€œSebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.ā€ (2 Timotius 1:5).


Lois dan Eunike adalah nama perempuan, dan ini bukanlah sebuah kebetulan. Melalui ayat di atas, Tuhan rindu agar setiap dari kita mewariskan iman dan keteladanan hidup bagi anak cucu. Hal ini menjadi kewajiban dan prioritas utama di dalam hidup, menghasilkan buah sekaligus benih terbaik yang dapat ditanam dan dituai anak cucu kita.


Benih seperti apa? Yakni benih iman yang tulus, ikhlas, dan kuat hanya kepada Kristus.


Pdt. Gunawan ada sampai hari ini bukan karena tiba-tiba ada, ataupun karena kuat dan hebatnya semata, tetapi semua karena ada Pribadi Tuhan dan juga hasil doa dari neneknya yang tidak pernah henti. Setiap jam 4 pagi, neneknya selalu berlutut di atas lantai dan mulai berdoa menyebut satu per satu nama anak, menantu, dan cucu-cucunya.


Sebelum berangkat melayani conference di Gereja MDC Surabaya, mamanya Pdt. Gunawan sempat dirawat di rumah sakit karena ada sakit pneumonia dan serangan jantung. Tetapi puji Tuhan, Mamanya tidak lama kemudian boleh pulang ke rumah.


Paginya sebelum berangkat ke gereja, Pdt. Gunawan menyempatkan diri untuk menelepon Mamanya dan menjanjikan setelah selesai melayani, dirinya akan segera terbang ke Jakarta untuk menjenguk Mamanya. Di tengah suara Mamanya yang masih belum normal seutuhnya, setelah selesai keluar dari rumah sakit, Mamanya mendoakan Pdt. Gunawan agar Tuhan memberkati, mengurapi, dan juga memakai dirinya. Tak lupa Mamanya juga berkata bahwa Tuhan sayang sama Pdt. Gunawan, dan menyuruhnya untuk segera pergi ke gereja. Jangan datang terlambat dalam melayani Tuhan.


Hari ini kita dapat menikmati buah pelayanan dari Pdt. Gunawan, tetapi di belakangnya ada benih doa yang terus ditabur dengan setia oleh Mama dan neneknya. Mungkin seseorang bisa lupa akan benih apa saja yang selama ini telah ditabur, tetapi buahnya itu dapat bertumbuh dan dapat dinikmati karena ada seseorang yang dengan tekun menabur benih tersebut, dan pada waktu-Nya Tuhan, benih tersebut dapat bertumbuh lebat serta dapat dinikmati anak cucu dan generasi kemudian.


Taburan benih doa kita mungkin tidak diingat, tetapi generasi anak cucu kita akan diberkati, dijagai, serta dipakai Tuhan untuk memuliakan nama-Nya.. karena kita tidak pernah lalai dan tanpa henti, untuk terus menabur benih doa.


Kedua. Disirami dengan Doa.


ā€œJanganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.ā€ (Filipi 4:6-7).


Tetap ada perbedaan antara apa yang didoakan dengan apa yang tidak didoakan. Jangan hanya setia berdoa untuk makan saja, tetapi juga jalani setiap proses yang ada untuk berdoa dengan tekun. Ada perbedaan antara anak-anak yang didoakan dengan yang tidak pernah didoakan. Kita boleh memberi mereka banyak hal, tetapi kalau tidak pernah didoakan tetap ada perbedaan karena,


ā€œAkulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.ā€ (Yohanes 15:5).


Siramilah dengan doa setiap hari. Doakan yang terbaik buat keluarga dan anak cucu kita.


Ketiga. Kuatkan dengan cerita kesaksian kita.


ā€œYang telah kami dengar dan kami ketahui, dan yang diceritakan kepada kami oleh nenek moyang kami, kami tidak hendak sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi kami akan ceritakan kepada angkatan yang kemudian puji-pujian kepada TUHAN dan kekuatan-Nya dan perbuatan-perbuatan ajaib yang telah dilakukan-Nya.ā€ (Mazmur 78:3-4).


Jangan malu dan berat lidah untuk bercerita bagaimana Tuhan telah menolong hidup kita pada anak cucu kita, karena hal itulah yang akan terus diingat, dan dapat menguatkan iman mereka. Saat mereka diizinkan menghadapi masalah, mereka akan mengingat kalau dulu Tuhan pernah menolong kakek nenek dan orang tua mereka.. maka mereka percaya bahwa Tuhan di masa kini dan sampai kapan pun juga masih mendengar doa dan dapat menolong hidup mereka.


Bisa jadi mereka berdoa,


ā€œAku percaya dalam masa kesusahanku Tuhan pasti mendengar dan menjawab doaku, sama seperti Tuhan yang sudah mendengar dan menjawab doa orang tua dan kakek nenekku di masa lampau..ā€


Mulailah menanam benih.


Setiap dari kita pasti memiliki benih iman dan Kristus tinggal di dalam diri kita. Tanamlah benih tersebut. Bisa jadi benih dan tanahnya sudah lengkap, tetapi bila kita tidak pernah mau untuk menanam dan menyiraminya dengan doa-doa kita yang terbaik, maka tidak akan pernah ada yang namanya pertumbuhan. Bila benih tersebut tidak pernah ditanam, maka pastinya juga tidak akan pernah ada bunga dan buah, yang nantinya dapat dihasilkan dari benih tersebut.


Rindukan agar Tuhan dapat memberkati dan memampukan setiap kita untuk tetap setia menabur dan menanam benih. Siramilah dengan doa, agar Tuhan memberi pertumbuhan, berbunga, dan berbuah bagi kemuliaan nama Tuhan.


Dia peduli dengan berbagai kesibukan kita, bahkan termasuk hal yang sepele dan mungkin selama ini dinilai tidak ada artinya. Dia sayang sama kita, dan Dia mau peduli pada cerita hidup kita.


Ambillah komitmen pada hari ini untuk memulai sesuatu yang baru untuk diri kita, keluarga, dan anak cucu. Tanamlah benih yang baik agar di kemudian hari, Tuhan dapat memakai hidup kita untuk menumbuhkan pertumbuhan yang baik dan memiliki buah yang lebat. Berdoalah agar Tuhan memberkati hidup kita dengan tujuan, agar kita dapat memuliakan nama-Nya dan berbuah lebat dan manis, serta memuliakan nama-Nya.


Andalkan Tuhan selalu, dan mulailah hari yang baru bersama dengan Dia.


Amin. Tuhan Yesus memberkati..

Komentar


bottom of page