Essly The - No Seed, No Fruit
- 7 jam yang lalu
- 11 menit membaca
Catatan Khotbah āNo Seed, No Fruit.ā Ditulis ulang dari sharing Ibu Pdt. Essly The, di Shine Women Conference 2025 āFRUITFULā pada Tgl. 30 Agustus 2025, yang diadakan di MDC Graha Pemulihan.
Tanpa benih, tidak akan pernah ada buah.
Salah satu buah yang paling disuka Ps. Essly adalah buah jeruk, dan sharing ini lahir dari sebuah perenungan menjelang Chinese New Year / Hari Raya Imlek, di mana buah jeruk pada masa-masa itu terasa ājauh lebih enakā dari sebelumnya. Saat itu Ps. Essly berada di supermarket dan melihat ada pohon jeruk di depannya, dan saat didekati, ternyata pohon ini adalah pohon jeruk palsu yang digunakan hanya untuk sekadar dekorasi hiasan rumah menjelang hari perayaan Imlek.
Saat melihat pohon jeruk palsu ini, Tuhan memberi impresi di dalam hatinya dan mengajar bahwa buah palsu tidak memiliki benih, tetapi buah asli memiliki benih, dan dapat menghasilkan banyak buah yang memiliki rasa serta dapat dinikmati.
āBarangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.ā (Yohanes 15:5b).
āBukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.ā (ayat 16).
Ayat di atas adalah sebuah janji dan perintah, dan Tuhan juga memberitahu bagaimana caranya agar apa yang kita minta kepada Bapa di dalam nama-Nya itu diberikan-Nya pada kita. Dia adalah Tuhan yang tidak hanya memberi janji dan berkat dalam hidup anak-anakNya saja, tetapi Dia juga memberi petunjuk dan apa manfaat yang bisa didapat dari menaati setiap perintah-Nya, di dalam Alkitab.
Bagaimana caranya supaya hidup kita bisa berbuah banyak, dan memuliakan nama-Nya?
Dalam Yohanes 15:5b ditulis,
āBarangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia,ā
Bagian ayat firman Tuhan di atas berbicara tentang term & condition / syarat dan ketentuan agar hidup kita dapat dimampukan-Nya untuk terus berbuah, di setiap musim di dalam kehidupan kita.
Buah adalah hasil produk, dan di dalam ayat 16 dikatakan bahwa Tuhan telah memilih dan menetapkan supaya kita pergi dan menghasilkan buah. Ada perintah-Nya yang jelas melalui ayat ini. Dari ayat yang sama kita juga belajar bahwa kita tidak hanya diperintahkan untuk pergi dan menghasilkan buah saja, tetapi agar buah yang kita hasilkan itu tetap adanya. Apa artinya?
Banyak orang bisa menghasilkan buah di dalam hidupnya, tetapi hanya sekadar buah musiman saja. Melalui ayat firman Tuhan di atas kita diajar bahwa Dia tidak mau kita berbuah hanya di musim tertentu, tetapi di setiap musim kehidupan yang kita jalani, kita tetap konsisten untuk berbuah banyak. Tidak berhenti sampai di bagian itu saja, buah kita juga dapat memuliakan nama-Nya.
Tanda kehidupan seseorang yang sehat jasmani dan rohaninya adalah dirinya dapat menghasilkan ābuahā yang dapat dilihat dan dirasakan manisnya oleh orang-orang yang ada di sekitarnya.
Buah jeruk palsu memang dapat dilihat dan mirip dengan buah yang asli, tetapi buah palsu tersebut tidak dapat dirasakan rasa manisnya.
Melalui pohon jeruk palsu tersebut, kita dapat belajar bahwa sering kali hidup kita juga didapat banyak kepalsuan. Padahal Tuhan merindukan hidup kita tidak hanya indah dilihat tampak luar saja, tetapi juga dapat memberi rasa dan warna bagi orang-orang yang ada di sekitar kita.
Kata bahasa Yunani asli untuk ābuahā di dalam Yohanes 15:16 berasal dari kata καĻĻĻĻ / karpos, yang di mana āberbuahā merupakan mau dan kehendak-Nya Tuhan, bukan sesuai dengan apa maunya kita. Jauh sebelum kita memutuskan untuk mau berbuah, hal ini sudah menjadi mau dan kehendak-Nya Tuhan bagi setiap kita.
āBerbuah Banyakā berbicara soal kualitas dan kuantitas, sedangkan āBerbuah Tetapā berbicara tentang konsistensi di dalam hidup, di setiap musim kehidupan yang sedang kita jalani. Kata āberbuahā sering kali dipakai untuk menjelaskan hasil dan dampak hidup seseorang, sebagai akibatnya. Sehingga berbuah adalah produk / akibat yang keluar dari hubungan yang kita bangun karib bersama dengan Tuhan, di setiap harinya.
Bukan sempurna, tetapi dapat berguna bagi sesama. Memberikan keuntungan, kesehatan, dan kegunaan bagi sesama. Melaluinya kita belajar bahwa,
āTuhan rindu agar hidup kita dapat berbuah dan juga dapat berguna bagi sesama.ā
Bagaimana nantinya kualitas dari buah kita itu berbanding lurus dengan kualitas hubungan yang kita bangun selama ini bersama dengan Tuhan. Dia sangat serius dan menuntut adanya buah yang dapat dihasilkan melalui hidup kita.
Firman Tuhan mengatakan,
āKapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api.ā (Lukas 3:9).
Sebegitu seriusnya dari ayat di atas Tuhan itu menuntut, dan Dia mencari buah yang dapat dihasilkan di dalam hidup kita.
Selain itu, semua buah yang dapat kita lihat di tempat yang terang berasal dari sebuah benih yang ditanam di tempat yang gelap. Kita tidak pernah tahu bagaimana proses yang selama ini berjalan, dan apa yang dirasakan saat benih tersebut ditanam di dalam tanah.. tetapi orang-orang di sekitarnya akan tahu dan melihat kalau prosesnya sudah lewat, dan mereka sekarang dapat melihat pada saat buahnya muncul di tempat terang.
Di dalam diri kita sebenarnya sudah ada benih, firman Tuhan mengatakan,
āIa yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;ā (2 Korintus 9:10).
Ada banyak benih yang Tuhan telah tanamkan di dalam hidup kita masing-masing ādi tempat yang gelapā untuk beberapa waktu lamanya, sampai pada waktu-Nya kelak benih tersebut akan bertumbuh dan berbuah, serta dapat dilihat, dirasa, dan memiliki kegunaan bagi banyak orang.
Ada 3 hal di dalam hidup yang Tuhan pakai sebagai benih untuk kita berbuah.
Semua orang pasti memiliki benih ini, dan semua orang pasti bisa berbuah melaluinya.
Benih Pertama. Hubungan yang Sulit.
Dari apa yang dialami Paulus, yang diceritakan di dalam Alkitab, dirinya mengalami berbagai hubungan sulit di dalam perjalanan hidup Kekristenannya. Sebab semakin dalam hubungan kita dengan seseorang, maka kita akan menemukan adanya hubungan real / yang sesungguhnya itu terkadang akan dijumpai beberapa kesulitan.
Sebab hubungan yang selama ini belum pernah melewati kesulitan, dapat dikatakan bahwa hubungan tersebut masih belum teruji.
Tetapi Tuhan dapat memakai hubungan yang sulit agar kita dapat menghasilkan,
āBuah dan memiliki Karakter-Nya Tuhan.ā
Kalau hari-hari ini kita sedang diizinkan untuk mengalami hubungan yang sulit dengan sesama, maka percayalah bahwa kita sedang ditanam dan tujuan akhirnya adalah untuk menghasilkan buah karakter Kristus di dalam hidup kita.
Di dalam Kisah Rasul 15:36-41 diceritakan bahwa Paulus mengalami perselisihan tajam / hubungan yang sulit dengan Barnabas. Apa yang dialami Paulus dan Barnabas bisa juga kita alami, di mana kita sebelumnya memiliki hubungan baik dengan rekan sekerja, tetapi tiba-tiba terjadi sebuah masalah, dan lalu hubungan tersebut kemudian menjadi renggang / tidak baik.
Selain itu, Paulus juga mengalami hubungan yang sulit dengan jemaat yang ada di kota Korintus. Dirinya menghadapi kritik yang pedas, di mana jemaat di Korintus menganggap bahwa Paulus sama sekali tidak layak untuk menjadi seorang rasul dikarenakan adanya kelemahan, dan juga apa yang sudah diperbuat di masa lalunya.
Melalui apa yang dialami Paulus, sering kali kita juga mendapat āpenghakiman sepihakā dari orang-orang yang ada di sekitar, hanya karena apa yang sudah kita lakukan di masa lalu.
Karena apa yang dialami Paulus di Korintus, ada firman Tuhan yang mengatakan,
āCukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.ā (2 Korintus 12:9).
Tetapi apa yang Paulus lakukan?
āDirinya tetap fokus dan setia melayani Tuhan, tetap stay / tinggal di dalam semua hubungan sulit, serta terus bertumbuh di dalam karakternya.ā
Kalaupun kita sedang mengalaminya, percayalah bahwa Tuhan sedang menumbuhkan buah-buah karakter Kristus di dalam hidup kita.
Benih Kedua. Pilihan yang Sulit.
Paulus juga mengalami pilihan sulit dalam pelayanannya, melaluinya kita belajar,
āSemakin Tuhan membawa hidup kerohanian kita bertumbuh, kita juga akan menghadapi berbagai pilihan sulit.ā
Tetapi pada waktu kita diperhadapkan dengan pilihan sulit yang harus diambil, Tuhan sedang menumbuhkan,
āBuah-buah Hikmat di dalam hidup kita.ā
Kemajuan, pertumbuhan, dan kesuksesan di dalam hidup kita ditentukan oleh pilihan apa yang kita ambil, bukan ditentukan oleh apa potensi yang kita miliki. Mengapa? Karena banyak orang memiliki potensi lebih, tetapi mereka memilih keputusan yang kurang bijaksana sehingga pada akhirnya mengalami kehancuran di hidupnya.
Di dalam hidup ini bisa jadi Tuhan akan mengizinkan kita untuk menghadapi berbagai pilihan yang sulit, tetapi semuanya memiliki tujuan agar kita dapat bertumbuh di dalam hikmat yang berasal dari Tuhan dan juga firman-Nya.
Paulus menghadapi pilihan sulit,
āTetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.ā (Filipi 1:22).
Walau dalam pilihan sulit, di ayat di atas dikatakan pada kita bahwa Paulus memutuskan untuk terus bekerja, dan memberi buah di hidupnya.
Sering kali kita juga menghadapi berbagai pilihan sulit dan tidak tahu lagi apa yang dirasa dan apa yang harus diputuskan. Tetapi satu hal yang harus kita lakukan yakni, tetaplah setia mengiring Tuhan Yesus apa pun musimnya, dan tetap berjalan untuk melakukan kebenaran-Nya di Alkitab.
Ini adalah kebenaran yang harus dikerjakan. Sesulit apa pun pilihannya, waktu kita memilih untuk tetap berbuat benar, saat itulah benih kita sedang ditanam dan nantinya dapat menghasilkan buah-buah yang baik, dan memuliakan nama-Nya.
Dalam hidup kita juga bisa diperhadapkan dengan berbagai pilihan sulit yang membuat kita rasanya ingin menyerah, dan hal ini terlihat lebih mudah daripada kita terus berjuang bagi Kristus.
Tetapi kita dapat belajar dari sikap Paulus yang memutuskan untuk terus berjuang, karena dirinya percaya ada kasih karunia Tuhan yang selalu setia menyertai, di setiap musim di hidupnya,
āTetapi jawab Tuhan kepadaku: āCukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.ā Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.ā (2 Korintus 12:9).
Ada saatnya kita merasa lelah dan ingin menyerah di dalam hidup ini, tetapi kita adalah orang-orang yang tidak semudah itu untuk menyerah. Sebab pilihan yang gampang akan menghasilkan kehidupan yang gampangan, tetapi pilihan yang sulit dan tetap berbuat benar akan menghasilkan berbagai kemajuan di dalam hidup ini.
Benih Ketiga. Keadaan yang Sulit.
Paulus mengatakan,
āSebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,ā (Filipi 1:29).
Judul perikop di dalam Filipi 1:27-30 adalah āNasihat supaya tetap berjuangā.
Melaluinya kita dapat belajar bahwa di dalam hidup ini bisa jadi kita diizinkan mengalami banyak keadaan sulit, tetapi bagaimanapun juga masih sesuai dengan kapasitas di dalam hidup kita masing-masing dan tidak melebihi kekuatan yang dapat kita tanggung (1 Korintus 10:13).
Dan semua keadaan sulit yang pernah kita lalui, justru nantinya dapat dipakai Tuhan untuk dapat menjadi cerita yang dapat membangkitkan iman banyak orang. Apa maksudnya?
Karena cerita kita sesungguhnya adalah His-story / kisah-Nya. Kumpulan kisah di mana kita berjalan bersama dengan Sang Pencipta kehidupan.
Ketika ada peristiwa kurang baik yang terjadi di dalam hidup kita, semuanya itu dapat dipakai Tuhan menjadi kebaikan dan menjadi cerita yang dapat memuliakan nama-Nya. Setiap keadaan sulit yang pernah kita lalui bersama dengan Tuhan, sama seperti yang dialami Paulus, hal itu justru dapat dipakai Tuhan untuk menguatkan pengaruh hidupnya, dan memuliakan nama-Nya.
Berfokus pada Buah, bukan Kesulitannya.
Karena itu apa pun keadaan kita hari-hari ini, mungkin saja kita sedang diperhadapkan pada hubungan yang sulit, pilihan sulit, dan bahkan keadaan sulit. Tetapi teruslah berfokus pada buah yang nantinya dapat dihasilkan, jangan hanya berfokus pada kesulitannya saja.
Di dalam setiap Hubungan yang Sulit, adalah kesempatan bagi kita untuk dapat menumbuhkan Kasih Tuhan di dalam dan melalui hidup kita.
Di dalam setiap Pilihan yang Sulit, adalah kesempatan agar Tuhan dapat menumbuhkan Hikmat-Nya di dalam hidup kita.
Di dalam Keadaan Sulit yang sedang kita hadapi, merupakan privilege / hak istimewa dan kesempatan bagi kita untuk dapat berdiam, serta bertumbuh di dalam Hadirat Tuhan.
Tuhan selalu hadir di dalam keadaan sulit, bahkan di titik terendah di dalam hidup kita.
Dia dekat dan tidak akan pernah meninggalkan kita sendirian. Karena itulah jangan pernah keluar dari proses menabur dan menanam ketiga benih di atas. Mengapa? Karena semua benih tersebut pada akhirnya dapat menghasilkan buah Roh di dalam hidup kita.
Di dalam setiap Hubungan yang Sulit adalah kesempatan bagi kita untuk dapat menumbuhkan Kasih Tuhan. Representasinya adalah kasih, kemurahan, dan kebaikan yang dapat kita lakukan kepada orang yang tidak baik sama kita.
Mengapa kita tetap berbuat baik pada mereka? Karena Tuhan Yesus sudah baik terhadap kita, dan kita juga adalah orang yang baik.
Di dalam setiap Pilihan yang Sulit, adalah kesempatan agar Tuhan dapat menumbuhkan Hikmat-Nya di dalam hidup kita. Representasinya adalah sukacita, damai sejahtera, dan penguasaan diri. Kita tahu mana yang benar yang harus dilakukan, dan kita dapat memilih untuk tetap berbuat benar, apa pun tantangan yang menghadang langkah di depan kita.
Di dalam Keadaan Sulit yang sedang dihadapi, merupakan privilege / hak istimewa dan kesempatan bagi kita untuk dapat berdiam serta bertumbuh di dalam Hadirat Tuhan. Representasinya adalah kesabaran, kelemahlembutan, dan juga kesetiaan.
Bukankah semua representasi yang sudah ditulis di atas adalah sembilan buah Roh yang ingin Tuhan hasilkan di dalam dan melalui hidup kita, sama seperti yang tertulis di dalam Galatia 5:22-23? Ini semua adalah produk, akibat, dan hasil.. bukan dari sesuatu yang kita usahakan saja, tetapi juga sesuatu yang dihasilkan secara alamiah dari ketiga benih yang kita tanam bersama dengan Tuhan.
Hubungan Sulit membuat kita bertumbuh di dalam Kasih Tuhan, dan membuahkan Karakter Kristus.
Pilihan Sulit membuat kita bertumbuh di dalam Hikmat Tuhan, dan menghasilkan buah Kreativitas.
Keadaan Sulit membuat kita bertumbuh lebih dalam di Hadirat Tuhan, serta menghasilkan buah Pengaruh yang baik dan positif.
Ketiga hal di atas adalah benih yang harus ditanam dan ada proses untuk bertumbuh. Jangan pernah lari dan meninggalkan proses ini. Tetaplah setia di dalam proses, tetap tinggal / stay, terus bertumbuh di dalam Tuhan, dan berbuah lebat / fruitful.
Seed / Benih.
S = Stay Connected / Tetap Terhubung.
āAkulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.ā (Yohanes 15:5).
Ayat di atas berbicara tentang ke manapun kita pergi, apa pun yang sedang kita kerjakan, dan apa pun yang sedang dihadapi.. kita memutuskan untuk tetap kembali pada kebenaran firman-Nya di dalam Alkitab. Kita tinggal di dalam kebenaran firman Tuhan, dan melakukan segala sesuatu atas dasar apa yang tertulis di dalam firman Tuhan.
E = Embrace God Process / Memeluk Proses dari Tuhan.
āSetiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.ā (Yohanes 15:2).
Proses dipotong dan dibersihkan itu tidak enak, tetapi yang namanya proses kehidupan itu harus tetap kita lewati. Harus kita embrace / peluk dan welcome / tetap mengundangnya datang, dengan tujuan agar pada akhirnya nanti hidup kita dapat dibentuk menjadi serupa seperti Kristus.
E = Endure with Faith / Mempertahankan dengan segenap iman yang kita miliki.
Jadilah orang-orang yang tidak mudah menyerah begitu saja ketika proses kehidupan diizinkan-Nya datang. Pertahankan iman kita untuk tetap setia hingga di garis akhir, jangan menjualnya murah.
D = Depend on His Grace / Tetap bergantung sepenuhnya pada Kasih Karunia Tuhan.
Segala hal baik yang terjadi di dalam hidup kita, semuanya karena ada kasih karunia Tuhan yang memberkati dan menjagai setiap kita. Kasih karunia adalah pemberian dari Tuhan, yang di mana kita tidak layak menerimanya. Kita tidak akan pernah bisa untuk membayarnya dengan banyaknya harta yang dapat kita raih di dalam dunia ini.
Kasih karunia dari Tuhan selalu tersedia di dalam setiap aspek dan musim di hidup kita, baik itu kehidupan pribadi, keluarga, studi / pekerjaan, pelayanan, dan banyak hal lainnya.
Karena itu selalu berharap dan bergantung sepenuhnya kepada anugerah Tuhan, bukan pada hikmat dan kekuatan kita yang terbatas. Semua hanyalah anugerah-Nya semata, setiap dari kita dimampukan untuk dapat menyelesaikan semua rencana-Nya di atas muka bumi ini.
Mature Disciples.
āDalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.ā (Yohanes 15:8).
āWhen your lives bear abundant fruit, you demonstrate that you are my mature disciples who glorify my Father!ā (The Passion Translation / TPT).
Menarik dikatakan di versi ayat di atas, kata murid-muridKu memakai kata mature disciples / murid-murid yang dewasa (dalam kerohanian).
Karena itulah seseorang yang mature disciples tidak hanya worship / menyembah Tuhan di hari Minggu / di gereja saja, tetapi juga di hari Senin sampai Sabtu kita berbuah banyak dan menyembah / memuliakan nama Tuhan. Hal ini dilakukan di setiap hari, di setiap aspek, dan di setiap musim di dalam hidup kita. Sebab berbuah banyak merupakan bukti nyata bahwa hidup kita ini terus mendekat dan melekat hanya pada Tuhan, bukan pada dunia ini.
āPada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar. Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu: āEngkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!ā Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu.ā (Matius 21:18-19).
Dari ayat di atas kita dapat belajar bahwa Tuhan Yesus sedang mencari buah pada saat perjalanan-Nya kembali ke kota, tetapi Dia ātidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja.ā
Di luar gereja, banyak orang lapar akan kasih, hikmat, dan kehadiran Tuhan. Dan kita sebagai anak-anakNya seharusnya dapat pergi ke luar dan menghasilkan buah, supaya buah kita itu bisa dinikmati rasanya oleh mereka. Banyak dari mereka juga membutuhkan Sumber Kasih sejati, yakni Tuhan Yesus yang tinggal di dalam diri kita. Jangan disimpan hanya untuk diri kita sendiri, bagikan pada yang membutuhkan-Nya!
Ada banyak orang mengambil keputusan yang salah, menghadapi berbagai masa sulit, dan mereka membutuhkan hikmat Tuhan yang kita miliki. Terlebih lagi mereka membutuhkan Pribadi Tuhan Yesus dan hadirat-Nya, di dalam hidup mereka. Tuhan rindu agar mereka dapat melihat buah nyata yang dapat dihasilkan melalui hidup kita.
Apakah ada hubungan, pilihan, dan keadaan sulit yang sedang kita hadapi hari-hari ini?
Perhatikanlah, karena hal ini adalah benih yang Tuhan mau ambil dan tanam di dalam hidup kita. Mungkin benih tersebut ditanam di tempat yang gelap untuk sementara waktu, tetapi pada waktu-Nya kelak Tuhan akan menumbuhkan benih-benih itu menjadi buah yang nyata, sehingga ke manapun kita pergi dan berada, orang-orang akan melihat buah yang nyata melalui hidup kita..
Dan terlebih lagi, mereka dapat melihat Pribadi Tuhan Yesus dinyatakan melalui hidup kita.
āBukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.ā (Yohanes 15:16).
Amin. Tuhan Yesus memberkati..


Komentar