top of page

Daniel Januar - Membangun Hidup Melewati Tantangan

  • 2 hari yang lalu
  • 15 menit membaca

Catatan Khotbah: ā€œMembangun Hidup Melewati Tantangan.ā€


Ditulis ulang dari sharing Bp. Pdt. Daniel Januar, di Ibadah Doa Malam Contact Group bersama para hamba Tuhan Regional IV (Jateng, Jatim, dan Bali). Disertai dengan tulisan pernyataan Allah melalui Bp. Pdt. Markus Simanjuntak, yang disampaikan di MDC Graha Pemulihan, Tgl. 10 Maret 2026.Ā 


Doa Malam Contact 10 Maret 2026 MDC Surabaya
Doa Malam Contact 10 Maret 2026 MDC Surabaya

Yang namanya kesukaran itu tidak akan pernah hilang sepenuhnya di dalam kehidupan kita. Bila ada yang beranggapan kalau mengikut Kristus hidupnya pasti baik-baik saja.. dalam kenyataannya, kita masih hidup dan tinggal di dalam dunia yang tidak sempurna dan kita sendiri juga masih belum sempurna. Karena hal inilah yang kemudian membuat kita semua terbuka terhadap berbagai tantangan kehidupan, dan juga mengalami kerentanan di dalam hidup.


Tetapi kita masih memiliki pilihan, apakah semua tantangan tersebut akan menghancurkan hidup kita? Atau melihat di dalam kerangka kedaulatan Tuhan, setiap tantangan yang diizinkan terjadi pasti ada berkat Tuhan terbaik yang disediakan bagi setiap kita? Firman Tuhan mengatakan,


ā€œSekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.ā€ (Mazmur 23:4).

Dari ayat firman Tuhan di atas kita dapat belajar bahwa kita akan melihat dan mengalami penyertaan dari Tuhan, sekalipun kita berjalan di dalam lembah kekelaman. Di balik semua tantangan dan persoalan yang diizinkan Tuhan terjadi di dalam hidup kita, kalau kita tetap setia di dalam proses dan tidak keluar darinya maka:


ā€œEngkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.ā€ (ayat 5).

Banyak dari kita ingin ā€œhidangan,ā€ tetapi dari ayat firman Tuhan di atas dikatakan harus ada yang namanya ā€œlembah kekelamanā€ terlebih dahulu. Selain itu ketika tantangan diizinkan terjadi di dalam hidup, sering kali pandangan kita hanya terbatas pada ruang lingkup tantangan itu saja. Tidak banyak dari antara kita yang mau melihat lebih jauh ke depan, hal apa saja yang akan terjadi setelah kita menyelesaikan tantangan ini bersama dengan Dia yang selalu memberi kekuatan.


Turutilah Teladan..


Meskipun demikian, Pribadi dan Firman-Nya yang dikaruniakan bagi setiap kita memberi jawaban untuk kemenangan bagi kita semua,


ā€œSaudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.ā€ (Yakobus 5:10).

ā€œTake the old prophets as your mentors. They put up with anything, went through everything, and never once quit, all the time honoring God.ā€ (The Message / MSG).

Marilah kita melihat dan belajar dari apa yang sudah dilalui para nabi dan tokoh iman yang kisah hidupnya sudah tertulis di dalam Alkitab. Kisah hidup mereka dapat dijadikan sebagai mentor dan guru, untuk dapat mengajar agar kita tetap setia berjalan di dalam rencana-Nya. Dari kisah mereka kita juga dapat belajar bahwa seberat apa pun tantangan yang sedang hadapi, mereka tetap setia memutuskan untuk mengiring Tuhan.


Penyembahan sejati bukan terjadi pada saat kita berada di dalam gedung gereja saja, tetapi melalui keseharian di hidup kita. Tidak hanya pada saat semua berjalan enak dan bahagia saja, tetapi saat diizinkan terjadi hal-hal yang melukai dan tidak mengenakkan hidup kita.. apakah kita tetap setia memutuskan untuk menyembah Dia?


ā€œberkatalah Nebukadnezar kepada mereka: ā€œApakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu? Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu! Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?ā€ā€ (Daniel 3:14-15).


ā€œLalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: ā€œTidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.ā€ā€ (ayat 16-18).


Mentalitas orang Kristen yang hari-hari ini hampir lenyap dari kehidupan adalah keteguhan hati yang tetap dimiliki untuk tetap setia mengiring dan melayani Tuhan, sekalipun keadaan yang terjadi tidak sesuai dengan harapan dan keinginan sebelumnya. Sama seperti yang diputuskan Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Mereka tetap setia untuk mempertahankan iman dan di ayat-ayat selanjutnya kita dapat membaca,


ā€œTetapi ketiga orang itu, yakni Sadrakh, Mesakh dan Abednego, jatuh ke dalam perapian yang menyala-nyala itu dengan terikat. Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: ā€œBukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?ā€ Jawab mereka kepada raja: ā€œBenar, ya raja!ā€ Katanya: ā€œTetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!ā€œā€ (ayat 23-25).


Kita dapat melihat hadirnya Kristofani, yang merupakan penampakan atau perwujudan non-fisik Kristus (Yesus) sebelum inkarnasi-Nya di dunia (Perjanjian Lama / PL) atau setelah kebangkitan-Nya (Perjanjian Baru / PB). Di ayat di atas wujud Kristus dirupakan seperti wujud ā€œanak dewaā€.


Mengapa Yakobus menulis agar kita tetap berpengharapan dan juga memiliki iman, di masa-masa yang sukar ini?


Pertama. Tantangan di dalam kehidupan itu ada tanggal kedaluwarsanya, dan akan selesai pada waktu-Nya yang terbaik.


Dia adalah Bapa kita yang baik, dan pasti memiliki maksud yang baik atas setiap hal yang diizinkan-Nya terjadi di dalam hidup kita.


God is good all the time, and all the time God is good. Tuhan itu baik di setiap waktu, dan di setiap waktu Dia tetap adalah Tuhan yang baik..


Kita sering mendengar perkataan di atas dan berpikir bahwa semuanya akan berjalan baik-baik saja pada saat kita mengiring Tuhan. Tetapi kenyataannya tidaklah demikian. Tantangan tetap ada, tetapi Dia masih baik bagi hidup kita.


Saat diizinkan terjadi tantangan, penamaan ulang atas setiap tantangan itu sangatlah penting.


Misalnya. Saat ada tantangan yang terjadi dan tidak tahu kapan berakhirnya, maka kita cenderung menamainya dengan darkness time / masa kegelapan, yang memiliki kesan apa yang kita alami itu eternal / berlangsung selamanya. Tetapi kita dapat menggantinya dengan istilah night / malam yang memiliki waktu terbatas, hanya berlangsung selama 12 jam saja. Melaluinya kita dapat belajar bahwa masalah kita itu ada kedaluwarsanya, dan tidak berlangsung untuk selamanya.


Demikian juga dengan Tuhan yang mengganti nama manusia mulai dari Abram menjadi Abraham, Simon menjadi Petrus, Hosea menjadi Yosua, dll.


Belajarlah untuk menamai ulang setiap tantangan yang terjadi di dalam hidup. Sebab,


ā€œHidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.ā€ (Amsal 18:21).

ā€œKamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!ā€ (Yakobus 5:8).

ā€œYou must be patient. Keep your hopes high, for the day of the Lord’s coming is near,ā€ (Good News Translation / GNT).

Mengapa Tuhan menyuruh kita untuk bersabar dan meningkatkan harapan (versi GNT)? Karena akan tiba saat-Nya, tantangan yang kita hadapi itu pasti akan selesai. Mintalah pada Tuhan agar kita dapat melihat melampaui tantangan yang ada di masa kini, baik tantangan di dalam keluarga, parenting / mendidik anak, bisnis, pekerjaan, apa pun.. kita harus belajar untuk bersabar. Karena Dia sendiri juga mau bersabar dengan diri kita.


ā€œSebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.ā€ (2 Korintus 4:18).


ā€œWe fix our attention, not on things that are seen, but on things that are unseen, because what can be seen is temporary and will lasts only for a short time, but what cannot be seen lasts forever.ā€


Masalah kita waktunya hanya sementara, tetapi terkadang kita merasa tidak mampu untuk menyelesaikan hal-hal yang ada di luar kapasitas kita. Kita mulai overwhelmed / kewalahan dan memikirkan banyak masalah yang sebenarnya jarak waktunya masih jauh di depan, dan hal itu bisa jadi, belum tentu akan terjadi di hidup kita.


Firman Tuhan menasihatkan dengan penuh kasih,


ā€œSebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.ā€ (Matius 6:34).

Kedua. Tuhan memakai setiap tantangan untuk mendewasakan rohani dan karakter, serta mendatangkan kebaikan di hidup kita.


Dia adalah Bapa yang baik yang pasti memiliki purpose / tujuan yang baik bagi hidup kita, ketika kita diizinkan mengalami masalah yang kita sendiri tidak tahu kapan ujung berakhirnya.


ā€œSaudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.ā€ (Yakobus 1:2-4).


Di dalam terjemahan lainnya dituliskan bahwa ujian dan tantangan terhadap iman kita itu akan mendewasakan dan juga mematangkan karakter yang kita miliki selama ini.


ā€œAku (Yohanes Pembaptis) membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia (Yesus) yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.ā€ (Matius 3:11).


Bagaimana caranya kita mendapat emas yang murni? Hal itu hanya didapat pada saat terjadinya proses refining / melalui api pemurnian.


Tidaklah salah bila kita menikmati berkat Tuhan dan dapat merasa nyaman karena semua kebaikan-Nya. Tetapi bila hidup Kekristenan kita hanya disandarkan pada rasa nyaman saja dan kita tidak mau diproses dan bertumbuh, maka hal ini sangat berbahaya. Hanya lewat proses pemurnian, melalui tantangan yang diizinkan-Nya terjadi, kita dapat memiliki kualitas Kekristenan yang berbeda.


Barang yang berkualitas, produksinya tidak mudah dan terbatas. Roh Kudus memampukan setiap kita untuk memiliki kehidupan Kekristenan yang berkualitas, dan menjadi berkat bagi sesama.


ā€œKita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.ā€ (Roma 8:28).


ā€œAnd we know that in all things God works for the good of those who love him, who have been called according to his purpose.ā€ (New International Version / NIV).


Segala sesuatu / in all things itu berbicara tentang baik keadaannya menyenangkan kita ataupun tidak, segala sesuatu turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan di dalam hidup—termasuk ketika masalah, rintangan, tantangan, dan hambatan yang diizinkan Tuhan terjadi di hidup kita.


Kalau kita memperhatikan, semua kesaksian juga selalu dimulai dengan adanya masalah dan tantangan, dan lalu kita meminta hikmat serta kekuatan dari Tuhan untuk dapat melaluinya.


Prosesnya memang tidak mudah, tetapi tetaplah taat dan setia. Setiap tantangan yang ada dapat dipakai Tuhan untuk melatih iman, membentuk, dan mendewasakan karatee kita.


Ketiga. Menjadi kecewa karena tantangan, tidak akan dapat merubah apa pun.


Pada saat Bp. Pdt. Daniel Januar mendoakan jemaat yang sedang sakit, setelah selesai didoakan jemaat tersebut bertanya pada dirinya,


ā€œApakah Bapak tahu mengapa saya diizinkan Tuhan untuk mengalami sakit penyakit ini?ā€


Pada saat Pdt. Daniel bertanya mengapa, lebih lanjut jemaat tersebut mengatakan:


ā€œKarena Tuhan tahu, saya bisa melaluinya..ā€


ā€œHai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.ā€ (Yakobus 1:19-20).


ā€œAlways be slow to become angry because human anger will never achieve God’s righteous purpose.ā€


Sering kali ketika beberapa peristiwa diizinkan terjadi di dalam kehidupan, tak sedikit dari kita yang kecewa dan bertanya pada Tuhan:


ā€œWhy me? Mengapa harus aku yang mengalaminya?ā€


Sering kali kita juga iri terhadap seseorang yang hidupnya tidak sebaik apa yang sudah kita lakukan, tetapi hidup mereka berjalan baik-baik saja. Sedangkan kita yang menjalani hidup kudus, rajin ibadah dan melayani.. kita malah diizinkan menghadapi masalah yang tak kunjung usai.


Kita menjadi marah dengan keadaan, dan berbagai tekanan yang diizinkan Tuhan terjadi.


Bagaimanapun juga, kemarahan manusia tidak akan pernah membantu kita untuk dapat mencapai tujuan kebenaran Allah di dalam hidup. Kebenaran Tuhan itu luar biasa, dan Dia pasti memiliki purpose / tujuan yang mulia bagi setiap kita.


ā€œSaudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.ā€ (Yakobus 5:9).


ā€œDon’t complain or grumble against each other, or you will be judged by God who is standing right at the door!ā€


Kalau kita belajar Alkitab, Tuhan tidak suka dengan orang yang suka mengomel di dalam hidupnya. Di dalam kitab Keluaran kita juga membaca sering kali bangsa Israel ini selalu mengeluh, baik pada Tuhan maupun pada Musa, pemimpin mereka. Dari peristiwa 10 Tulah, bangsa Israel yang tidak pernah mengalami tulah, dan bahkan:


ā€œOrang Israel melakukan juga seperti kata Musa; mereka meminta dari orang Mesir barang-barang emas dan perak serta kain-kain. Dan TUHAN membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa itu, sehingga memenuhi permintaan mereka. Demikianlah mereka merampasi orang Mesir itu.ā€ (Keluaran 12:35-36).


Bangsa Israel selalu mengeluh.


Tidak lama setelah keluar dari Mesir, maka berubahlah hati Firaun dan pegawai-pegawainya terhadap bangsa itu, dan berkatalah mereka: ā€œApakah yang telah kita perbuat ini, bahwa kita membiarkan orang Israel pergi dari perbudakan kita?ā€ (14:5).


Di depan ada laut, karena berkemah di tepinya. Tetapi ketika menoleh ke belakang tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Mereka menjadi lupa, padahal sebelumnya ada 10 Tulah yang telah dibuat Tuhan terjadi di bangsa Mesir.


Inilah sifat manusia sejak zaman dahulu, yakni suka mengomel. Tetapi kita diingatkan bahwa dengan mengomel, tidak akan menyelesaikan masalah. Tetaplah taat dan setia di dalam proses, dan mengucap syukur bahwa Tuhan tahu bersama dengan-Nya kita selalu dimampukan..


ā€œSegala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.ā€ (Filipi 4:13).

Keempat. Tantangan kehidupan yang dialami, bukanlah akhir dari segalanya. Tetaplah setia di dalam proses, dan jangan keluar darinya.


ā€œSesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.ā€ (Yakobus 5:11).


ā€œWhat a gift life is to those who stay the course! You’ve heard, of course, of Job’s staying power, and you know how God brought it all together for him at the end. That’s because God cares, cares right down to the last detail.ā€ (The Message / MSG). ‬‬


Kesulitan dan tantangan itu sama seperti kita mengikuti pelajaran di dalam kelas, dan pada waktu-Nya kelak akan datang ujian untuk menguji.. sampai sejauh mana kita benar-benar sudah menguasai apa yang sudah dipelajari.


Karena itu tetaplah setia di dalam proses dan jangan pernah keluar darinya. Sebab setelah kita selesai melalui proses tersebut, kita dapat menjadi seseorang yang hati dan hidupnya selalu dikalibrasi untuk dapat sesuai dengan purpose / tujuan yang Tuhan kehendaki bagi setiap kita.


Pada suatu kali Pdt. Daniel bertemu dengan seorang jemaat yang hendak pindah ke kelompok sel / komsel lainnya dikarenakan tidak cocok sama seorang jemaat yang kalau bicara itu nada dan kata-katanya selalu tidak mengenakkan. Tetapi Pdt. Daniel menyemangati jemaat ini untuk tetap bertahan dan berbuah di komsel tersebut, serta bersabar dan tidak menyerah dalam menghadapi jemaat yang menjengkelkan.. sama seperti Tuhan Yesus yang selama ini tidak pernah menyerah dalam menghadapi setiap kita.


Kelima. Ujung dari tantangan di dalam kehidupan adalah upah yang akan kita terima pada suatu hari kelak.


ā€œBerbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.ā€ (Yakobus 1:12).


ā€œHappy are those who remain faithful under trials, because when they succeed in passing such a test, they will receive as their reward the life which God has promised to those who love him.ā€ (Today English Version / TEV).


Ada grace / anugerah yang selalu menyertai dan juga memampukan setiap kita untuk dapat menyelesaikan rencana dan kehendak-Nya, tetapi ada juga reward / upah yang tersedia ketika kita sudah menyelesaikan tugas dan bagian kita dengan baik, selama kita hidup di dunia ini.


Di dalam versi TEV terdapat kata under trials yang memberitahukan kita bahwa yang namanya ujian dan tantangan itu pasti akan selalu ada di dalam kehidupan. Tetapi melalui semuanya itu, Tuhan mau agar setiap dari kita ini dapat naik level.


Bisa jadi semakin naik levelnya, ujiannya semakin berat. Tetapi sekali lagi kita diingatkan,


ā€œSekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.ā€ (Mazmur 23:4).


Tuhan itu selalu menyertai setiap kita. Gada adalah senjata tumpul berbentuk martil atau pentungan dengan kepala berat (sering kali terbuat dari bahan logam / kayu), yang kegunaannya adalah untuk memukul musuh. Sedangkan tongkat digunakan untuk meraih leher domba yang sering kali pergi menjauh dari kawanan dombanya.


Demikian pula dengan gada dan tongkat Tuhan itu selalu menyertai setiap kita. Gada untuk memukul semua musuh kita, sedangkan tongkat-Nya digunakan untuk meraih kita kembali, bila kita sudah menjauh dari hadirat-Nya dan dari kawanan domba Allah / persekutuan orang benar.


ā€œSebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.ā€ (Roma 8:18).


Marilah kita hidup dengan visi / tatapan jauh ke depan mengenai kemuliaan-Nya yang akan dinyatakan di dalam hidup kita. Setiap kali ada tantangan, milikilah sudut pandang bahwa pasti ada berkat-berkat terbaik-Nya yang sudah disediakan bagi setiap kita, ketika kita dapat menyelesaikan semua tantangan tersebut dengan well done.


Dan bahkan,


ā€œEngkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.ā€ (Mazmur 23:5).


Amin. Tuhan Yesus memberkati..


Pernyataan Allah yang disampaikan melalui Bp. Pdt. Markus Simanjuntak.


Bagian Pertama.


Surat Yosua dibuka dengan firman Tuhan,


Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian: ā€œHamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel ituā€¦ā€ (ayat 1-2).


Setiap dari kita mungkin sedang melalui hal sama seperti apa yang dialami Yosua, kita masuk ke dalam momen dan kesempatan baru, dan kita tidak tahu apa yang harus dilakukan. Kita mencoba untuk mengandalkan berbagai pengalaman di masa lalu dan melakukan apa yang dulunya pernah dilakukan oleh orang-orang sebelum kita.. tetapi semuanya itu tidak ada gunanya lagi.


Tuhan mengingatkan setiap kita untuk mendengar suara dan tuntunan dari Tuhan yang selalu baru dan memiliki banyak cara, menanggalkan cara-cara lama yang bisa jadi sudah tidak sesuai dengan apa dan maksud dari tujuan Tuhan di masa kini, serta tidak tinggal di nostalgia masa lampau.


Seseorang yang hidupnya dipenuhi Roh Kudus adalah seseorang yang memiliki masa depan. Mungkin kita sekarang sedang menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan, dan bisa saja kita belajar dari fondasi pengalaman di masa lalu..


Memang tidak salah, tetapi kita membaca dan belajar dari Alkitab bagaimana permasalahan yang sama tetapi Tuhan memberi Musa dan Yosua cara yang berbeda pada saat melaluinya..


Di kisah Musa,


ā€œLalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.ā€ (Keluaran 14:21-22).


Tetapi di kisah Yosua,


ā€œSegera sesudah para pengangkat tabut itu sampai ke sungai Yordan, dan para imam pengangkat tabut itu mencelupkan kakinya ke dalam air di tepi sungai itu sungai Yordan itu sebak sampai meluap sepanjang tepinya selama musim menuai maka berhentilah air itu mengalir. Air yang turun dari hulu melonjak menjadi bendungan, jauh sekali, di dekat Adam, kota yang terletak di sebelah Sartan, sedang air yang turun ke Laut Araba itu, yakni Laut Asin, terputus sama sekali. Lalu menyeberanglah bangsa itu, di tentangan Yerikho. Tetapi para imam pengangkat tabut perjanjian TUHAN itu tetap berdiri di tanah yang kering, di tengah-tengah sungai Yordan, sedang seluruh bangsa Israel menyeberang di tanah yang kering, sampai seluruh bangsa itu selesai menyeberangi sungai Yordan.ā€ (Yosua 3:15-17).


Ini adalah waktu di mana kita tidak selalu bisa mengandalkan orang-orang dan pengalaman di masa lampau, tetapi Tuhan membangkitkan tim yang hatinya berkobar-kobar untuk membawa hadirat Tuhan, di dalam realitas kehidupan.


Generasi anak-anak kita bisa jadi akan dibawa Tuhan untuk dapat crossover dengan generasi pendahulu mereka, dan keduanya bisa saling melengkapi untuk dapat menyelesaikan rencana dan kehendak Tuhan di atas muka bumi ini.


Be people of future. Jadilah orang-orang yang selalu memiliki pandangan jauh ke masa depan.


Bagian Kedua.


ā€œSetelah itu bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim. Datanglah orang memberitahukan Yosafat: ā€œSuatu laskar yang besar datang dari seberang Laut Asin, dari Edom, menyerang tuanku. Sekarang mereka di Hazezon-Tamar,ā€ yakni En-Gedi. Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa. Dan Yehuda berkumpul untuk meminta pertolongan dari pada TUHAN. Mereka datang dari semua kota di Yehuda untuk mencari TUHAN.ā€ (2 Tawarikh 20:1-4).


Ada masa-masa di mana kita tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan, karena banyaknya permasalahan yang menghadang. Tetapi dari ayat di atas kita dapat belajar dari sikap raja Yosafat dan Yehuda yang mengambil keputusan untuk tetap mencari suara dan kehendak Tuhan, melalui nabi-nabiNya. Firman Tuhan mencatat,


Lalu Yahaziel bin Zakharia bin Benaya bin Matanya, seorang Lewi dari bani Asaf, dihinggapi Roh TUHAN di tengah-tengah jemaah, dan berseru: ā€œCamkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah. Besok haruslah kamu turun menyerang mereka. Mereka akan mendaki pendakian Zis, dan kamu akan mendapati mereka di ujung lembah, di muka padang gurun Yeruel. Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, TUHAN akan menyertai kamu.ā€ (ayat 14-17).


Kekuatan kita secara manusia sangatlah terbatas, tetapi ingat dan percayalah pada semua firman Tuhan yang sudah disampaikan oleh para nabi-Nya, maka perjalanan kita akan dibuat Tuhan menjadi berhasil dan beruntung. Dan kita dapat melihat di ayat di atas, bahwa Tuhan sendiri yang berperang menggantikan Yosafat dan Yehuda.


Kita bisa tetap berdoa dan berseru, menyampaikan segala keluh kesah dan permohonan doa di hadapan-Nya, dan Dia akan mengirim firman-Nya. Ketika firman-Nya dibagikan, peganglah erat dan percayai firman-Nya. Dia yang akan berperang di hadapan dan menggantikan setiap kita. Amin.


Bagian Ketiga.


2 Tawarikh 26 mencatat pada kita kisah tentang Uzia, raja dari Yehuda. Uzia memulai pemerintahannya dengan sikap,


ā€œIa melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Amazia, ayahnya. Ia mencari Allah selama hidup Zakharia, yang mengajarnya supaya takut akan Allah. Dan selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil.ā€ (ayat 4-5).


Ada pertolongan dari Allah dan namanya termasyhur sampai ke Mesir, karena kekuatannya yang besar. Uzia membangun pasukannya dengan teknologi modern dan juga membuat alat perang luar biasa. Tetapi firman Tuhan mencatat,


ā€œSetelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan.ā€ (ayat 16).


Kita bisa saja belajar dan mendapatkan teknologi, gunakanlah untuk membawa kemuliaan bagi nama Tuhan. Teknologi tidak selalu jahat, bergantung dari bagaimana cara kita memakai dan menyikapinya.. dan melaluinya, dapat mendewasakan dan juga mematangkan karakter kita.


Tetapi dari ayat 16 di atas kita mendapati ketika Uzia menjadi kuat, dia menjadi tinggi hati sehingga melakukan hal yang merusak.


Bisa jadi kita sudah menguasai teknologi tertentu, tetapi jangan sampai hal ini membuat kita menjadi tinggi hati. Tetaplah ingat bahwa Tuhanlah yang telah memberikan pada kita hikmat untuk dapat menguasai teknologi ini, agar kita nantinya dapat menyampaikan prophetic insight / wawasan kenabian dengan cara yang lebih menarik.


Tetaplah berseru pada Tuhan dan peganglah roh yang takut akan Tuhan. Belajarlah rendah hati, sebab firman Tuhan mengatakan,


ā€œAllah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.ā€ (Yakobus 4:6).

Sekalipun ada teknologi yang sangat maju, tetaplah Tuhan yang menolong dan memberikan hikmat di dalam hidup kita. Tetaplah hidup di dalam kerendahan hati, sebab ada kasih karunia-Nya yang selalu menyertai setiap kita. Semua dibentuk untuk mendatangkan kemuliaan hanya bagi nama-Nya. Bukan untuk nama dan kemuliaan kita pribadi.


Bagian Keempat.


Di dalam dunia usaha dan pelayanan, mungkin kita berada di posisi seperti mendorong batu dari bawah ke atas dengan susah payah, karena banyak penghalang di sepanjang perjalanan kita. Tetapi saat berada di atas dan kita mulai menggelindingkan batu tersebut, dan ketika batu itu mulai menggelinding ke bawah.. batu itu akan mulai menyingkirkan banyak hal yang selama ini telah menjadi penghalang, pada saat kita mendorong batu tersebut ke atas.


Mungkin ada hal-hal yang selama ini telah memahitkan hidup kita, tetapi Tuhan berfirman agar kita tetap memegang erat semua janji-Nya. Saat berada di atas, kita dapat memanggil orang-orang untuk naik ke atas dan membantu kita untuk menggelindingkan batu tersebut ke bawah.


Melalui doa, pujian, dan penyembahan.. momentum akan terjadi. Saat momentum tersebut terjadi dan mulai bergulir, maka hal ini dapat menjadi movement of miracles / momen mukjizat. Ke manapun batu tersebut bergulir melewati, di tempat tersebut banyak terjadi gerakan mukjizat, yang dikerjakan oleh Roh Allah.


Amin. Tuhan Yesus memberkati..

Komentar


bottom of page