Anugerah Saron - Secure in His Provision
- 3 jam yang lalu
- 8 menit membaca
Catatan Khotbah: āSecure in His Provision.ā
Ditulis ulang dari sharing Bp. Pdt. Anugerah Saron di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 29 Februari 2026.
āKarena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?ā (Matius 6:25).
Ayat di atas dimulai terlebih dahulu dengan kata ākarena ituā, dan pasti hal ini ada maksud Tuhan sebelum Dia memulai mengatakan ayat ini.
Di dalam perikop sebelumnya (ayat 19-24) telah diberitahukan pada kita tentang hal mengumpulkan harta, di mana Dia sedang berkhotbah tentang mengumpulkan harta di Surga, bukan di Bumi.
Bisa jadi pada saat itu para pendengar-Nya memiliki anggapan bahwa mereka tidak perlu bekerja keras dan tidak perlu menabung (mengumpulkan harta di bumi), cukup berfokus pada hal Kerajaan Surga saja. Tetapi di ayat 25, Tuhan mengatakan bahwa kita tidak perlu menjadi kuatir akan apa yang nantinya kita makan, minum, dan pakai.
Mengapa kita tidak perlu kuatir?
Pertama. Karena tidak ada manfaatnya.
āSiapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?ā (ayat 27).
Sehasta itu secara umum setara dengan 45 sentimeter (cm), dan hal ini merupakan satuan panjang tradisional yang diukur dari siku hingga ujung jari tengah seseorang. Melalui ayat di atas Tuhan mengatakan bahwa tidak ada satupun dari usaha kita yang karena kekuatiran, dapat menambah 45cm lebih panjang jalan hidup kita.
Karena itu, hal ini tidaklah ada gunanya / tidak ada manfaatnya. Mengapa kita harus menjadi kuatir?
Kedua. Menambah buruk situasi.
āSebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.ā (ayat 34).
Dari ayat di atas kita mendapati kata-kata,
āKesusahan sehari cukuplah untuk sehari.ā
Apa maksudnya?
Misalnya, tantangan hari ini jumlah total beratnya adalah 10 kg. Maka, anugerah dan kekuatan yang pastinya Tuhan sudah sediakan bagi setiap kita adalah 10 kg. Selama kita hidup, pasti ada tantangan dan masalahnya tersendiri. Tetapi kita juga tidak boleh lupa kalau selalu tersedia berkat dan rahmat Tuhan, yang selalu baru di setiap pagi..
āTak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!ā (Ratapan 3:22-23).
Masalahnya, kita justru memikirkan jauh di hari-hari ke depan, yang belum tentu akan terjadi seperti itu. Seharusnya beban yang kita tanggung di hari ini hanyalah 10 kg, tetapi karena kita terlalu memikirkan hal yang masih jauh.. berat bebannya malah bertambah menjadi 20 kg. Padahal Tuhan sudah memberi kita kekuatan hanya untuk menanggung 10 kg di hari tersebut, sehingga kita menjadi stres dan overthinking.
Seharusnya dengan dua alasan yang sederhana ini, yakni kekuatiran tidak memiliki manfaat apa-apa dan hanya memperburuk situasi.. maka kita tidak perlu menjadi kuatir karena Tuhan pasti memelihara dan menyediakan apa yang menjadi kebutuhan di dalam hidup kita.
Dua Argumentasi.
Dia tidak hanya Bapa yang baik bagi anak-anakNya, tetapi juga Guru yang baik bagi semua orang yang mengikuti Dia. Di dalam Matius 6:25-34 kita juga dapat belajar ada dua argumentasi..
Pertama. Argumentasi besar ke kecil.
āKarena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?ā (Matius 6:25).
Dari ayat di atas dikatakan,
āHidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian.ā
Dari pernyataan di atas seharusnya kita sudah dapat mengetahui bahwa, hidup dan tubuh yang sehat itu adalah hal yang mahal dan penting.
Pada suatu hari Bp. Pdt. Saron memimpin penguburan dari seorang ibu muda yang masih berusia 34 tahun, yang sebelumnya didiagnosis terkena kanker. Oleh suaminya sudah dibawa berobat di mana-mana, sampai akhirnya dokter memutuskan bahwa hidupnya hanya tersisa 2 minggu dan lebih baik dirawat di rumah.
Di dalam rumahnya, suasana kamar sudah di-setting seperti kamar rumah sakit. Ketika Pdt. Saron bertanya mengenai berapa biaya per hari yang harus dikeluarkan, jumlahnya membuat tercengang. Dari kejadian ini, Pdt. Saron dan kita semua dapat belajar bahwa hidup dan tubuh yang sehat itu jauh lebih mahal dari hal apa pun juga.
Melalui ayat dan kisah di atas kita belajar,
Kalau sesuatu yang besar dan mahal, yakni hidup dan tubuh yang sehat sempurna adanya sudah diberikan Tuhan.. maka untuk hal yang tampak remeh, kecil, dan sederhana, masa Dia tidak sanggup untuk menyediakannya bagi diri kita?
Kedua. Argumentasi kecil ke besar.
āPandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?ā (Matius 6:26).
Burung apa yang dimaksud di ayat di atas?
Lukas mencatat,
āPerhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu!ā (Lukas 12:24).
Apa istimewanya dengan burung gagak?
Mengapa Lukas menyebutnya dengan spesifik? Kehidupan orang Yahudi dan Hukum Taurat pada saat itu memisah antara makanan halal dan haram. Firman Tuhan mengatakan,
āInilah yang harus kamu jijikkan dari burung-burung, janganlah dimakan, karena semuanya itu adalah kejijikan: burung rajawali, ering janggut dan elang laut; elang merah dan elang hitam menurut jenisnya; setiap burung gagak menurut jenisnya;ā (Imamat 11:13-15).
Burung gagak hukumnya haram. Tetapi di kitab Mazmur dikatakan pada kita,
āDia, yang memberi makanan kepada hewan, kepada anak-anak burung gagak, yang memanggil-manggil.ā (Mazmur 147:9).
Melalui dua ayat di atas kita dapat belajar kalau untuk burung gagak yang haram saja Tuhan masih setia untuk memelihara, apalagi setiap kita yang di mana firman Tuhan mengatakan..
Berfirmanlah Allah: āBaiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.ā Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. (Kejadian 1:26-27).
āBukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah,ā (Lukas 12:6).
āBukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.ā (Matius 10:29).
Apa keistimewaan dari burung pipit?
Kitab Lukas mengatakan 2 duit mendapat 2,5 ekor, sedangkan di dalam Matius mengatakan 1 duit mendapat 2 ekor burung saja. Pada saat itu hukum dari pasar Yahudi menyatakan bahwa burung pipit adalah komoditas barang yang murah, sehingga harga dari burung ini bisa ditawar.
Tetapi apa yang bagi manusia bisa ditawar dan tidak memiliki arti (tampak kecil dan remeh), dari kedua ayat di atas dikatakan bahwa Tuhan itu memperhatikan dan tidak melupakannya. Apalagi hidup kita yang jauh lebih berharga dan mahal, Tuhan pasti memperhatikannya.
Apa yang harus kita perbuat?
Tuhan sudah berjanji untuk mencukupkan semua kebutuhan kita, tetapi bagian kita tidak boleh hanya berdiam diri saja. Apa yang harus kita lakukan?
Pertama. Kita harus rajin bekerja dan bertanggung jawab.
Burung pipit memang Tuhan memperhatikan dan tidak melupakannya, tetapi dia harus keluar dari sarangnya yang nyaman untuk mengambil makanan yang sudah disediakan Tuhan. Karena itu alasan adanya pemeliharaan dari Tuhan yang setia, tidak boleh menjadikan diri kita sebagai seorang pemalas. Kita harus rajin bekerja dan melakukan bagian kita. Ambillah langkah untuk memulainya pada hari ini juga. Firman Tuhan berkata,
āMintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.ā (Matius 7:7-8).
Ayat di atas tidak berhenti hanya sampai di kata āmintalahā saja, tetapi dilanjutkan dengan kata āmencariā dan juga āmengetokā.
Hal yang sama pula setelah kita didoakan, maka kita harus keluar dari rumah untuk mencari pekerjaan dan mendapatkan penghasilan. Seorang guru setelah selesai didoakan, maka dirinya harus keluar untuk mengajar. Seorang pengusaha pun sama, selesai didoakan juga berusaha bagaimana caranya untuk memasarkan apa yang dia miliki.
Apa pun latar belakang hidup kita,
Pemeliharaan Tuhan harus membuat kita aktif, bukan pasif dan hanya berdiam menunggu saja.
Godās provision is not an excuse for laziness. Even the sparrow must leave its nest to find what the Father has provided. Janji pemeliharaan dari Tuhan bukanlah alasan bagi kita untuk menjadi seorang pemalas. Bahkan burung gagak pun harus meninggalkan sarangnya untuk mendapatkan apa yang Bapa sudah sediakan bagi dirinya.
Kedua. Prioritas hidup.
āTetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.ā (Matius 6:33).
Dan ayat di atas merupakan penjelasan konteks dari ayat sebelumnya yang mengatakan,
āSebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.ā (Matius 6:31-32).
Apa yang menjadi kebutuhan kita, Tuhan sudah menjamin dan mencukupkannya. Tetapi kita juga harus belajar ada yang namanya prioritas di dalam hidup, dan tidak boleh mencampuradukkannya. Ada waktunya kita bekerja keras, tetapi ada waktunya juga untuk Tuhan dan beribadah di gereja, serta ada waktu untuk keluarga.
Karena itu mencari Kerajaan Allah terlebih dahulu bukan hanya sekadar menjadi prioritas agenda, melainkan mengatur ulang apa yang paling mendapat perhatian dan energi kita.. sehingga keseluruhan hidup kita menjadi tertata dan sesuai dengan waktu dan tempatnya masing-masing.
Karena itu, apakah fokus di dalam hidup kita?
Tuhan Yesus tidak melarang kita untuk bekerja keras dan memiliki tabungan. Dia memberi hikmat bagi setiap kita. Firman-Nya berkata,
āSebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.ā (2 Tesalonika 3:10).
Tetapi kita juga harus berbijaksana dalam mengatur setiap waktu kita, jangan sampai pekerjaan menjadi alasan untuk menggantikan Yesus yang seharusnya menjadi Pusat dan Tuhan di dalam hidup kita.
Prioritas yang benar akan menentukan arah hidup yang benar. Firman Tuhan juga mengingatkan dengan penuh kasih bagi setiap kita,
āApa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?ā (Matius 16:26).
Susunlah prioritas di dalam hidup kita dengan bijaksana. Jangan sampai pekerjaan menggantikan posisi Tuhan yang seharusnya tetap menempati tempat yang terutama di dalam hidup kita. Jangan pula menjadikan Tuhan dan pemeliharaan-Nya yang setia sebagai alasan bagi kita untuk bermalas-malasan serta tidak mau rajin dalam bekerja keras, dengan penuh tanggung jawab.
Realitas badai kehidupan.
āKira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.ā (Matius 14:25).
Melalui ayat di atas lahir pertanyaan,
Mengapa Yesus memilih berjalan di atas air?
Semua yang tertulis di dalam Alkitab tidak ada yang namanya kebetulan, titik koma-pun pasti ada artinya. Dia adalah Pencipta dari alam semesta ini, dan Dia bisa saja mengadakan mukjizat dengan berpindah dari tepi pantai tiba-tiba sudah berada di dalam perahu para murid. Tetapi dari ayat di atas kita mendapati bahwa Dia berjalan di atas air jam tiga malam, berjalan secara perlahan.
Melalui ayat di atas kita dapat belajar bahwa Yesus memiliki pace / kecepatan-Nya sendiri. Kita ciptaan-Nya tidak dapat memaksa cara dan waktu-Nya, dalam menjawab setiap permohonan doa kita.
Pertanyaan kedua,
Hal apa yang paling ditakutkan para murid?
Mereka takut kalau air masuk ke dalam perahu, dan gelombang karena angin sakal pada akhirnya akan menenggelamkan perahu mereka.
Tetapi dari ayat di atas yang mengatakan bahwa Yesus berjalan di atas air, kita dapat belajar:
What looks like itās going over your head, is already under My feet. Hal apa yang terlihat dapat menenggelamkan hidup kita, sudah berada di bawah kaki dari Tuhan Yesus.
ā..Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.ā (Yohanes 16:33b).
Hal apakah yang kita kira dapat menenggelamkan hidup kita, dan kita merasa sesak olehnya?
Ayat di atas mengatakan bahwa Yesus sudah mengalahkan dunia, dan percayalah bahwa Dia sudah berjalan di atas air / semua hal yang dapat menenggelamkan diri kita.
Apa pun hal itu, Tuhan pasti akan memberikan pada kita hikmat dan kekuatan untuk dapat melalui setiap musim di dalam kehidupan ini, dan membawa kemuliaan hanya bagi nama-Nya.
Amin. Tuhan Yesus memberkati..





Komentar