Tujuan khotbah pada hari ini adalah setiap kita dapat dipenuhi dengan kasih Kristus, yang merupakan puncak dari keseluruhan hidup kita. Sebagai seorang Kristen kita bisa saja memiliki banyak kelemahan dan ketidaksempurnaan, tetapi dari mana kita tahu bahwa kita ini sudah berbuat benar dan hidup di dalam kebenaran?
Dari cerita Rizpa binti Aya di 2 Samuel 21:10-14 kita dapat belajar ketika ada sesuatu yang berjalan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, kita masoh dapat bersikap:
Pertama. Memiliki Kasih yang tetap tinggal di tempat yang terasa menyakitkan.
Kedua. Memiliki Kasih yang tetap menjaga martabat sekalipun harapan terlihat sudah tiada.
Ketiga. Memiliki Kasih yang setia menggerakkan hati raja—kesetiaan yang kita lakukan, pasti akan menggerakkan sesuatu.